WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Jumat, 27 Maret 2015

Provinsi Flores: Ketika Para Elit Bertarung Melawan Kemustahilan

Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Flores (P4F) sudah menyelenggarakan kongres kedua di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, (20/3/20015).

Kongres yang dihadiri oleh seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten se-daratan Flores ini, menghasilkan sembilan kesepakatan, diantaranya adalah pembentukan daerah persiapan provinsi dengan nama Provinsi Kepulauan Flores.

Kongres pertama yang diselenggarakan di Bajawa, Kabupaten Ngada, 26 Februari setahun silam,  menghasilkan kesepakatan kurang lebih senada dengan kongres kedua di Mbay, bahwa sudah saatnya Flores harus menjadi sebuah provinsi demi pelayanan maksimal kepada rakyat dan terwujudnya kesejahteraan bersama.

Benarkah demikian? Pembentukan daerah otonomi baru dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat lebih banyak mitos ketimbang faktanya.

Simak saja catatan Kementerian Dalam Negeri, sejak daerah otonom baru (DOB) yang terbentuk  pada 1999 hingga sekarang 60% di antaranya belum mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mensejahterahkan rakyatnya.

Menurut Mendagri Tjahjo Kumolo, selama ini, dinamika pembangunan di daerah otonomi baru menjauhkan cita-cita desentralisasi dan otonomi daerah.

“Rendahnya akuntabilitas dan visi kebijakan pemekaran tidak hanya mem­bentuk siklus kebijakan koruptif di daerah, sebagaimana tergam­bar dari banyak kebijakan antipublik dari lembaga-lembaga formal, tapi juga merugikan kepentingan masya­rakat di wilayah hasil peme­karan,” kata  Kumolo.

Selain pemborosan anggaran untuk melayani keperluan dan fasilitas dinas (kantor, mobilitas, dan pengi­sian jabatan pada lembaga-lembaga baru di daerah), lanjutnya, pelayanan publik di daerah baru juga cenderung stagnan, bahkan memburuk.

“Pada ujungnya, cita-cita mewujudkan kesejahteraan masyarakat lokal makin jauh panggang dari api,” pungkasnya.

Apakah kelak Provinsi Flores bernasib demikian? Jawabannya, bisa ya atau tidak. Jawaban ini tentu masih abu-abu karena Provinsi Kepulauan Flores belum tentu terwujud atau mustahil terwujud dalam waktu dekat.

Mengapa? Pemekaran Provinsi NTT tidak terdapat dalam Desain Besar Penataan Daerah (Desertada) sampai 2025 yang menjadi rujukan pemerintah melakukan pemekaran daerah baru.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat Otonomi Daerah yang sekaligus Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng. Ia menilai pemekaran NTT  sangat mustahil minimal untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Menurutnya, pemerintah pusat sedang berupaya mengerem laju pembentukkan DOB yang selama ini dinilai tidak berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengatakan, Kemendagri sudah membuat Desertada periode 2010 sampai 2025. Dalam Desertada itu, Indonesia akan memiliki 44 provinsi dan 541 kabupaten atau kota hingga tahun 2025, meningkat dari keadaan saat ini, di mana hanya terdapat 34 provinsi dan 508 kabupaten atau kota.

“Apalagi, Provinsi NTT tidak termasuk dalam usulan 87 DOB yang ditangguhkan pembahasannya oleh DPR Periode 2009-2014. Usulan DOB ini harus sesuai dengan Desertada,” jelasnya.

Selain itu, Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah “mengerem” gelombang pembentukan daerah otonomi baru.

Sekali lagi menurut Endi Jaweng, semangat tersembunyi dengan pemberlakukan UU ini sebenarnya mengendalikan laju DOB  yang berdasarkan evaluasi pemerintah tidak terlalu berdampak positif untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam konteks ini, sebenarnya Provinsi Kepulauan Flores masih sebatas mimpi para peserta kongres pembentukan Provinsi  Kepulauan Flores.

Jangan-jangan usaha pembentukan Provinsi Kepulauan Flores hanya untuk memenuhi ambisi politik peserta kongres yang notabene adalah elit-elit politik lokal.  Dugaan ini tentu beralasan  dan patut diskusikan jika melihat pengalaman sejumlah daerah pemekaran baru.

Menurut Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Wahidin Halim (11/12/2014), selama ini tidak sedikit DOB diusulkan berdasarkan pertimbangan politik demi meraih kekuasaan.

Hal yang sama diungkapkan  oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai  yang melarang Christian Rotok, Bupati Manggarai untuk menandatangani surat dukungan pembentukan Provinsi Flores pada 28 Januari 2015 lalu.

Ketua GMNI Cab. Ruteng Fabianus Apul mewanti-wanti, jangan sampai  pembentukan Provinsi Flores hanya untuk kepentingan elit saja.

Wanti-wanti  Fabianus tentu beralasan jika melihat kondisi masyarakat kecil yang katanya nasibnya diperjuangkan dan akan lebih baik jika provinsi ini terbentuk, tidak mendapat perhatian dari elit-elit politik lokal (bupati dan wakil bupati) yang gembar-gembor memperjuangkan Provinsi Flores.

Lucu, ketika para elit ini mengusung bendera kesejahteraan rakyat dalam perjuangan pembentukan Flores yang masih samar-samar, tetapi saat ini, dimana mereka sedang mengemban amanat rakyat  yang riil sebagai kepala daerah dan wakil rakyat, mereka belum mampu membawa daerahnya lebih dekat ke pintu kesejahteraan.

Lebih menggelikan lagi, ketika dinamika politik nasional dan peraturan yang ada belum membuka pintu untuk DOB, para elit politik Flores masih saja berjuang untuk sesuatu yang mustahil dan menutup mata terhadap persoalan-persoalan riil yang ada di Flores.

By: Litbang Floresa

Unpad Kaji Ibu Kota Provinsi Kepulauan Flores

Kongres II Rakyat Flores dan Lembata di Mbay

Konfrensi Panitia Persiapan Pemekaran Provinsi Kepulauan Flores (P4KF), yang digelar Kamis (19/3) lalu di Nagekeo, menghasilkan sejumlah hal strategis yang perlu dibuat, dalam rangka mewujudkan pemekaran Provinsi Kepulauan Flores. Ketua P4KF, Marianus Sae, kepada Timor Express (FMC), Selasa (24/3) di Restoran Handayani, usai menerima aspirasi pemekaran Kabupaten Riung dari Kabupaten Ngada mengemukakan, dalam kongres P4KF yang dilakukan di Mbay, Nagekeo, menghasilkan sejumlah kesepakatan yang perlu ditindaklanjuti. Salah satunya diantara kesepakatan yang diambil yakni, terkait calon ibu kota Provinsi Kepulauan Flores.

Dalam kongres itu bilang Bupati Ngada itu, diputuskan agar penentuan ibu kota Provinsi Kepulauan Flores, dilakukan oleh lembaga independen, yakni Univesitas Padjajaran (Unpad) Bandung. "Kita sepakati Unpad Bandung, untuk lakukan kajian ibu kota Provinsi Kepulauan Flores. Nanti hasil kajian akan diterima oleh semua kabupaten di Flores dan Lembata,"sebutnya.

Dikemukakan, menindaklanjuti kesepakatan tersebut, dirinya selaku Ketua P4KF, sudah mengajukan permohonan ke Unpad Bandung, untuk melakukan kajian terhadap calon ibu kota Provinsi Kepulauan Flores. "Saya baru dari Bandung dan sudah sampaikan permohonan agar Unpad lakukan kajian, terkait calon ibu kota provinsi yang dimekarkan dari Provinsi NTT itu,"imbuhnya. Diharapkan dalam dua bulan mendatang, telah ada hasil kajian, dan semua bupati di pulau Flores dan Lembata, akan menerima hasil kajiannya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam kongres bupati sedaratan Flores dan Lembata itu, menghasilkan sejumlah kesepakatan, dimana nama provinsi berubah dari Provinsi Flores menjadi Provinsi Kepulauan Flores. "Kita sepakat rubah nama provinsi, dari Provinsi Flores jadi Provinsi Kepulauan Flores,"tuturnya. Selain itu disepakati pula beberapa hal, diantaranya adanya anggaran dari kabupaten di daratan Flores dan Lembata. Dari delapan kabupaten yang ada, enam diantaranya telah menyetujui, sedang dua lainnya masih menyatakan akan mempertimbangkan. "Namun dalam waktu dekat, dua kabupaten yang ada, sudah bisa mengambil keputusan. Jadi soal anggaran tidak jadi masalah,"sergahnya.

Politisi PAN itu melanjutkan, kongres juga telah menyetujui adanya kongres lanjutan, yang bakal dihelat dua atau tiga bulan mendatang. "Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan DPRD masing-masing, sudah sepakat untuk lakukan kongres lanjutan atau kongres ketiga, dalam rangka pembentukan Provinsi Kepulauan Flores,"ungkapnya. Ditanyai tentang dukungan Pemerintah Provinsi dan DPRD NTT, dia mengatakan pihaknya secara lisan telah menyampaikan hal itu kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan gubernur menanggapi secara positif rencana pemekaran Provinsi NTT. Pimpinan DPRD NTT, juga demikian. "Pimpinan DPRD NTT secara lisan juga setuju, dibentuknya Provinsi Kepulauan Flores," katanya.

Nanti lanjutnya, setelah kongres ketiga, seluruh bupati dan pimpinan DPRD kabupaten di daratan Flores dan Lembata akan menandatangani seluruh dukungan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores. Semua dokumen yang ada, akan diajukan ke Pemprov dan DPRD NTT, untuk disetujui dan kemudian dilanjutkan ke Mendagri, untuk diproses lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan, dirinya optimistis pada tahun 2016 mendatang pemekaran Provinsi Kepulauan Flores dapat diproses lebih lanjut, dan bisa diwujudkan. Karena itu, semua elemen masyarakat Flores dan Lembata, hendaknya bersatu padu, mendukung Provinsi Kepulauan Flores. Pemekaran sangat penting, demi peningkatan dan pendekatan pelayanan pemerintahan, meningkatkan APBD, dimana akan bertambah anggaran untuk provinsi baru dan sejumlah alasan positif lainnya. "Saya ini orangnya optimis. Jadi saya optimis pemekaran akan terwujud,"pungkasnya. (lok/fmc/boy)

CALON IBUKOTA PROVINSI KEPULAUAN FLORES

1. Ende (Kabupaten Ende)

2. Mbay (Kabupaten Nagekeo)

3. Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat)

4. Maumere (Kabupaten Sikka)

5. Borong (Kabupaten Manggarai Timur)

Kamis, 26 Maret 2015

Tanpa Kota Ende Indonesia tidak Utuh

 Kota Ende Flores

ENDE -- Tanpa Ende Indonesia tidak utuh karena di kota tersebut bapak bangsa, Ir. Soekarno menemukan nilai-nilai Pancasila yang pada akhirnya menjadi dasar negara Republik Indonesia. Ende telah memberikan kontribusi nyata bagi terbentuknya Bangsa Indonesia melalui Pancasila.

Wakil Bupati Ende, Drs. Djafar Achmad, mengatakan hal itu pada acara pelepasan peserta lawatan sejarah daerah di Kabupaten Ende yang melibatkan 50 siswa/i dari Bali, NTB dan NTT, Rabu (25/3/2015).

Dikatakannya, kehadiran peserta lawatan sejarah daerah memberikan semangat kepada generasi muda Ende untuk terus meningkatkan pemahaman mengenai nilai-nilai perjuangan bangsa maupun pembangunan karakter melalui keteladanan perjuangan Ir. Soekarno dalam menghadapi penjajahan Belanda.

Wabup Djafar mengatakan, Kabupaten Ende merupakan salah satu kabupaten di Pulau Flores, NTT yang kaya akan rekaman peristiwa masa lampau. Salah satu bukti sejarah masa lampau yang dimiliki Kabupaten Ende berupa deretan rekaman peristiwa perjalanan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, sejak penjajahan Belanda hingga lahirnya butir-butir pemikiran tentang Pancasila oleh Ir. Soekarno.

Dikatakannya, sebagai sebuah kota yang pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno, Ende memiliki sejumlah peninggalan yang merupakan warisan sejarah yang penting bagi Bangsa Indonesia seperti rumah tinggal Bung Karno saat diasingkan Belanda. Gedung Imakulata tempat pementasan Tonil. Pohon sukun tempat permenungan butir-butir Pancasila. Makam ibu Amsi (Ibu mertua Bung Karno, Red). Gereja Katedral, Percetakan Arnoldus, Masjid Arabita, Markas POM maupun Pelabuhan Ende.

Minggu, 22 Maret 2015

DPRD Ende Alokasikan Rp 400 Juta Untuk Jalan di Aekipa

 Kota Ende dari aekipa

ENDE -- DPRD Kabupaten Ende mengalokasikan dana Rp 400 juta melalui APBD Ende TA 2015 untuk perbaikan ruas jalan di Aekipa, Kecamatan Ndona, yang akan dijadikan sebagai jalur alternatif apabila ruas jalan nasional di kilometer 17 hingga Kota Ende mengalami kerusakan.

Ketua DPRD Ende, Herman Yoseph Wadhi mengatakan hal itu di ruang kerjanya, Sabtu (21/3/2015). Herman mengatakan, untuk ruas jalan Aekipa, DPRD Ende sebenarnya telah mengalokasikan dana melalui APBD Perubahan TA 2014.

Namun saat itu tidak dilaksanakan oleh Dinas PU Ende. Karena keterbatasan waktu maka saat ini melalui APBD murni TA 2015 kembali dialokasikan dengan harapan agar bisa dikerjakan oleh dinas teknis terkait.

Herman berharap agar di tahun 2015 ruas jalan di Aekipa dapat segera diperbaiki dengan pagu dana yang telah disediakan sehingga kondisi ruas jalan tersebut semakin baik.

"Kondisi di ruas jalan nasional tidak bisa diprediksi. Saat ini kondisinya sudah agak baik, tapi apabila tidak bisa dilewati oleh pengendara maupun pejalan kaki maka ruas jalan Aekipa dapat dijadikan sebagai jalur alternatif menuju ke Kota Ende maupun sebaliknya," kata Herman.

Herman mengharapkan suatu saat status jalan di Aekipa dapat ditingkatkan menjadi jalan propinsi maupun anggaran pengerjaannya. "Kalau saat ini melalui APBD TA 2015 masih sebatas perbaikan maka diharapkan suatu saat ditingkatkan statusnya dan juga anggaran agar ruas jalan yang ada semakin baik," katanya.

Disaksikan Pos Kupang pekan lalu, Dinas PU Ende mengerahkan sejumlah peralatan berat untuk membuka akses jalan di Aekipa. Itu dilakukan setelah kerusakan jalan di kilometer 17 arah Kota Ende karena diterjang longsor.

Kadis PU Kabupaten Ende, Frans Lewang mengatakan, pihaknya mengerahkan sejumlah alat berat untuk memperbaki ruas jalan di Aekipa, Kecamatan Ndona.
"Di sepanjang jalan tersebut masih terdapat tumpukan material maupun lubang-lubang. Kami lakukan perbaikan sehingga ruas jalannya semakin baik," kata Frans.

Sumber Pos Kupang

Jumat, 13 Maret 2015

Pariwisata NTT Dipromosi di USA

Miami, Florida, Keunikan dan keindahan Flores NTT butuh banyak ruang dan kesempatan untuk dipromosikan. Decak kagum dan pujian tidak pernah lepas dari bibir orang-orang yang melihat keindahan Flores dan NTT dari berbagai produk informasi wisata.

David Browm, Founder dan pemilik Lumana Global Coorporation, Miami  Florida mengungkapkan kekagumannya. I just know Bali in Indonesia but when I looked at the promotion items I can see Flores is the one of the great destination of tourism in Asia”  (saya hanya tahu bali, tetapi ketika melihat materi promosi saya bisa menyatakan bahwa Flores luar biasa, dan menjadi satu destinasi yang sangat menarik di Asia).

Pernyataan ini disampaikan Browm kepada Flobamora.net di ruang kerjanya, Inggraham Bell, Miami Downtown Miami Florida USA, Selasa ( 10/3).

Pria yang juga sebagai Tour Operator The Urban Tour Host Sustain Village ini melanjutkan ”I do hope I can come and see Flores on one day, it is really exotic and totally wonderful” (saya berharap saya bisa datang dan mengalami Flores nanti dan Flores sungguh eksotik dan luar biasa).

Kekaguman akan Flores juga diungkapkan beberapa mahasiwa internasional. Akhon Alisah, seorang mahasiwa asal Pakistan dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan demikian, "dari website dan informasi wisata saya melihat Flores sangat indah. Ada laut dan pulaunya, banyak daerah wisata berbeda dengan kami di Pakistan yang hanya wisata trekking untuk pendakian gunung".

Hal senada juga disampaikan Ece Konace, mahasiswa asal Turki, I like Komodo I hope I can come to see it on one day. (saya suka Komodo saya harap nanti bisa melihatnya suatu saat)

Sementara itu Sandha Patioran, President of VIDA Florida dalam acara “Dragon Parade Lunar New Year Festival  2015” beberapa waktu lalu yang berlangsung di Orlando Fashion Square Mall, Orlando, Florida mengatakan, kita butuh kerja sama yang lebih intens untuk promosikan berbagai kekayaan budaya dan tradisi kita. NTT adalah wilayah yang kaya akan tradisi dan budaya, apalagi ada Komodo sebagai New 7 Wonders of Nature, dan juga Kelimutu. Kekayaan ini harus terus dipromosikan sehingga dunia internasional tidak hanya mengenal Bali, tetapi juga NTT dan juga daerah-daerah lain di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, VIDA of Florida sebagai lembaga non profit yang sudah terdaftar resmi di negara bagian Florida ini sangat aktif bergerak untuk mempromosikan berbagai kekayaan budaya, seni dan tradisi Indonesia di Florida. Karena itu pihaknya sangat terbuka untuk bisa bekerjasama dengan Pemerintah NTT atau pemerintah provisi lainnya di Indonesia untuk promosikan pariwisatanya.

“Kita mempromosikan Indonesia dalam berbagai event internasional, bahkan kita memiliki event tahunan untuk Festival Nusantara seperti bulan Mei, November, dan Februari, dan moment ini bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai potensi wisata yang kita miliki," tegas Sandha.

Sementara Kusumo Putri Anglingkusumo, Vice President of Asian American Heritage Council of Central Florida (AAHC) menuturkan, semua pemangku kepentingan harus bisa saling mendukung dan bekerjasama untuk mempromosikan berbagai potensi Indonesia dan NTT khususnya.

Kata dia, Indoneia yang kaya akan budaya, harus ditunjukkan kepada negara lain, bahwa Indonesia tidak kalah dengan Filipina, China, Jepang, Thailand, Vietnam dan negara Asia Tenggara lainnya.

Sementara itu Nando Watu, Mahasiswa asal Flores yang tengah menempuh Pendidikan Sustainable Tourism and Coomunity Based Developmentdi Miami Dade College Wolfson Campus Florida sangat interns untuk terus promosikan Flores dan NTT.

“Saya sangat bangga bisa bergabung dengan komunitas Indonesia di Florida dan bisa mempromosikan pariwisata Indonesia secara umum dan NTT khususnya. Saya membawa berbagai informasi wisata NTT dari brosur, pamflet, pin, kalender, stiker, buku buku terkait pariwisata NTT, dan banyak peserta yang tertarik dengan Indoneisa dan NTT khususnya.

Upaya untuk memperkenalkan Flores dan NTT di Florida, ujar Nando ditempuh dengan berbagai upaya, selain mengikuti berbagai event international.

Selain itu, berbagai produk informasi wisata Flores dan NTT dipromosikan kepada Pusat Informasi Wisata di Miami Florida Greater Miami Convention Center Visitors Biro, tour operator seperti Lumana Global Corporation, the Urban Tours Host, Tourism and Hospitality Miami Dade College Wolfson Campus, Earth Ethic Institute dan berbagai informasi pula ke para mahasiwa dari Pakistan, India,  Bangladesh, Afrika Selatan, Ivori Cost, Colombia, Brazil Filipna Vietnam dan Thailand.

Sumber Flobamora.net