WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Rabu, 18 Juni 2014

Pasar Mbongawani Ende Kini Tertata Baik

ENDE -- Pasar Mbongawani di Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, yang sebelumnya kerap menjadi lokasi mesum oleh oknum warga tertentu kini sudah tidak terjadi lagi. Saat ini pasar tersebut sudah dibenahi pemerintah setempat dengan memasang lampu penerangan di malam hari.

Wakil Bupati Ende, Drs. H. Djafar Achmad, mengatakan hal itu di hadapan para kepala dinas, bagian dan badan lingkup Pemkab Ende, di Aula Kantor Bupati Ende, Senin (9/6/2014).

Wabup Djafar mengatakan, keberadaan Pasar Mbongawani sebelumnya memang terkesan kumuh. Para pedagang berjualan di sembarang tempat. Belum lagi sampah yang ditebar di hampir semua penjuru pasar. Bahkan di malam hari kerap dijadikan lokasi mesum oleh oknum warga tertentu.

Karena itu, demikian Wabup Djafar, di bawah kepemimpinan dirinya dan Bupati Marsel Petu, mereka berusaha membenahi Pasar Mbongawani sehingga pasar tersebut menjadi lebih baik dan nyaman bagi penjual, pedagang maupun pembeli.

Fokus pembenahan, jelas Wabup Djafar, menata para pedagang di pasar agar berjualan di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Penjual sayur berjualan sayur di lokasi yang memang untuk berjualan sayur. Begitupun dengan penjual ikan dan penjual daging.

Untuk menjaga keamanan pasar di malam hari, demikian Wabup Djafar, pemerintah telah memasang lampu penerangan di malam hari sehingga pasar menjadi terang. Dengan demikian pasar itu tidak digunakan oleh oknum warga untuk berbuat mesum di malam hari.

"Sebelumnya, wajah Pasar Mbongawani di malam hari begitu gelap. Kondisi itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk berbuat mesum. Namun hal itu sudah tidak lagi saat ini," kata Wabup Djafar.

Meski telah menata pasar, Wabup Djafar mengakui, masih ada hal yang kurang, yakni belum dipasangnya paving block di dalam pasar sehingga kondisi pasar kerap becek saat turun hujan. Ia meminta Dinas PU Ende segera memasang paving block di pasar agar jalan masuk tidak lagi becek.

Aset Pemda Ende Bernilai Miliaran Mubasir

Aset Pemkab Ende yang ditaksir bernilai miliaran dibiarkan mubasir. Aset-aset itu meliputi rumah dinas, gedung atapun tanah.

Sesuai pantuan Pos Kupang beberapa aset yang dibiarkan mubasir seperti gedung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) di Jalan Soekarno yang dibangun dengan dana senilai Rp 8,3 Miliar.

Rumah Dinas Kadis Kesehatan di Jalan Banteng dan Rumah Dinas Sekda Ende di Jalan Sudirman yang diprakirakan bernilai ratusan juta. Sedangkan aset tanah berupa tanah yang dibeli Pemkab Ende di Kelurahan Kota Ratu senilai Rp 1,5 Miliar.

Kedua bidang tanah yang dibeli Pemda Ende di tahun 2007 lalu hingga kini peruntukannya tidak jelas bahkan bermuara ke masalah hukum.

Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad saat memberikan pengarahan kepada para kepala dinas, badan dan bagian dalam lingkup Pemkab Ende, Senin (9/6/2014) meminta kepada dinas tehknis terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap aset-aset tersebut.

Khsusunya aset berupa tanah harus segera diselesaikan proses administrasinya berupa sertifikat ataupun akte sehingga tidak bermasalah dikemudian hari.

"Jaman sekarang terkadang masyarakat kita saling klaim soal tanah. Pemerintah tentu tidak ingin berperkara dengan masyarakat soal tanah,"kata Wabup Djafar.

Untuk aset berupa rumah dinas, Wabup Djafar meminta kepada para kepala dinas yang memang berhak menempati rumah dinas agar segera menempatinya sehingga rumah-rumah tersebut dapat dimenfaatkan atau tidak mubasir.

Sedangkan aset kendaraan juga diharapkan untuk dimenfaatkan sesuai dengan peruntukannya.

"Bagi kepala dinas atau badan maupun bagian kalau memang sudah memiliki mobil dinas hendaknya kendaraan dinas berupa sepeda motor diberikan kepada staf atau pejabat yang ada dibawahnya. Jangan kepala dinas sudah ada mobil dinas motor dinaspun juga dibawa,"ujarnya.

JK Kampanye di Ende dan Labuan Bajo

Menurut rencana, Calon wakil Presiden (Cawapres) RI Nomor Urut 2, Jusuf Kalla (JK) akan menggelar kampanye di dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Ende.

“Besok, JK akan gelar kampanye di NTT. Beliau akan turun di Kupang kemudian melanjutkan perjalanan untuk berkampanye di dua kota di Flores tersebut,” kata Ketua Tim Pememangan Jokowi-JK NTT, Kristo Blasin yang dihubungi di Kupang, Selasa, 17 Juni 2014.

Blasin menjelaskan, Jusuf Kalla, dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang, Rabu pagi. Selema sekitar dua jam lebih di Kupang, JK akan mengunjungi sejumlah lokasi di kota Kupang. Kemudian dia akan melanjutkan perjalanan ke dua daerah itu pada siang harinya.
FOTO DOKUMENTASI : JK setelah menerima cincin emas kelas 1 dari Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang, Kamis, 20 Desember 2012. (Foto : Dokumentasi FBC/Bonne Pukan)

FOTO DOKUMENTASI : JK setelah menerima cincin emas kelas 1 dari Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang, Kamis, 20 Desember 2012. (Foto : Dokumentasi FBC/Bonne Pukan)
Menurut Blasin, dipilihnya dua lokasi itu untuk melakukan kampanye, karena Ende sebagai kota sejarah lahirnya Pancasila. Sedangkan, Labuan Bajo merupakan kota, dimana JK mempromosikan Komodo, binatang purbakala sebagai salah satu keajaiban dunia.

Tim pemenangan Jokowi-JK NTT lanjut Blasin, memprediksikan Jokowi-JK akan meraih kemenangan di NTT sebesar 70 persen suara pada Pilpres 9 Juni 2014.

“Ini target kami, Dan target itu sangat ralistis. Kami berkeyakinan akan memang di NTT dengan perolehan suara sekitar 70 persen,” tegasnya.

BUPATI ENDE KOMIT CABUT SEMUA IUP

Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu mendukung komitmen Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di St Yahones Don Bosco Ende yang menolak segala bentuk ijin pertambangan di Kabupaten Ende.

Bupati Marsel Petu menegaskan, sesuai dengan janji politik pada masa kampanye Pemilukada Ende, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad berkomitmen menolak dan mencabut segala bentuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) baik pada tahap ekspolarasi maupun pada tahap eksploitasi.

Bupati Marsel Petu juga menegaskan sikap dan komitmen keduanya untuk menjawabi tuntutan dan desakan PMKRI Cabang Ende dalam aksi damai terkait masalah pertambangan di Kabupaten Ende di ruangan Komisi DPRD Ende, Senin (16/6). Saat itu Bupati Marsel Petu didampingi Wabup Djafar Achmad, pimpinan DPRD Ende, H. Anwar Liga, Anggota DPRD Ende Herman Yoseph Wadhi dan Efraim Bellarminus Ngaga.

Selain itu Bupati memberi apresiasi kepada PMKRI Ende yang komit dan konsisten berjuang menolak pertambangan di Kabupaten Ende. Sikap penolakan yang sama akan di ambil Bupati Marsel Petu sebagai bagian dari komitmen dan janji politiknya semasa kampanye Pemilukada Ende. “Saya harap PMKRI terus berkomitmen dan terus berteriak untuk menolak pertambangan di Kabupaten Ende. Karena ada sindikat yang tidak benar dan oknum pejabat yang bermain dengan masalah pertambangan ini. Kita tetap berkomitmen menolak dan mencabut pertambangan di Ende, “katanya.

Kendati demikian, Bupati Marsel Petu menegaskan, pemerintah membutuhkan proses dan kajian mendalam sebelum mencabut izin usaha pertambangan di Kabupaten Ende.

Bupati telah memerintahkan Dinas Pertambangan Kabupaten Ende untuk membuat kajian mendalam sebelum bupati mencabut semua izin pertambangan di Kabupaten Ende. Bupati siap menerima konsekuensi apapun akibat pencabutan izin usaha pertambangan ini, termasuk di perkarakan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sebelum mencabut semua izin usaha pertambangan tersebut, katanya, pemerintah akan mengundang semua stakeholder dan komponen terkait untuk membahas semua izin pertambangan sehingga melahirkan legitimasi yang kuat untuk mencabut dan menolak semua ijin pertambangan di Ende.

“Saya sudah katakan bahwa itu adalah janji saya dan saya berkomitmen akan mencabut semua izin pertambangan di Ende. Namun semua itu membutuhkan proses dan tidak segampang seperti mencabut jarum suntik. Perlu ada kajian mendalam terkait dengan izin dan aturan pertambangan. Tentunya semua proses tersebut akan bermuara dan akhirnya saya akan mencabut izin pertambangan di Ende, “katanya.

Sementara Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad mengatakan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ende tidak harus melalui usaha pertambangan. Bahkan Wabup Djafar Achmad dengan tegas mengatakan tidak ada lagi izin usaha pertambangan di Ende dan Kabupaten Ende harus bebas dari segala bentuk pertambangan.

“Kita harus katakan bahwa Kabupaten Ende bebas dari tambang dan satu kata cabut semua izin pertambangan atau harus berkata “No” untuk tambang. Saya juga berharap PMKRI terus berjuang dan berkomitmen menolak semua izin usaha pertambangan, katanya.

Ketua Persedium PMKRI St Yohanes Don Bosco Ende, Aldofus Sahagun mengatakan, PMKRI tentu saja berkomitmen menolak izin pertambangan di Kabupaten Ende. Khusus ijin usaha pertambangan yang sedang berjalan saat ini, PMKRI meninta didiskusikan atau semua pihak duduk bersama untuk membahas persoalan tersebut sehingga melahirkan solusi yang solutif. PMKRI memberi apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Ende yang telah berkomitmen menolak dan mencabut semua izin pertambangan di Kabupaten Ende.

“PMKRI sampai kapan pun tetap berkomitmen menolak tambang dan tolak tambang adalah harga mati dan tidak bisa ditawa-tawar lagi. PMKRI siap untuk duduk bersama dan berdiskusi mencari solusi terkait masalah pertambangan di Ende,” katanya.

Bupati Ende Minta OKP Ikut Kontrol Pemerintah

Bupati Ende Marselinus Y.W Petu meminta Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada daerah itu untuk ikut mengontrol kinerja pemerintah daerah.

“Ini menjadi penting, agar pemerintah mengetahui kelemahan atau kekeliruannya untuk selanjutnya bisa memperbaiki,” kata Bupati Marsel saat bertemu aktivis PMKRI di Ruang Rapat Gabungan Komisi , Senin (16/6) lalu.

Dia mengatakan, Pemeritntah Kabupaten Ende bersyukur jika ada OKP yang melakukan kontrol terhadap kinerja pemerintah, karena OKP adalah mitra yang dapat memberikan masukan dan menyoroti ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan.

“Dukungan dari OKP dalam hal melakukan fungsi kontrol sangat kami harapkan karena OKP dan Pemerintah adalah mitra. Hal ini supaya kami bisa sadar dan tahu akan kontrol yang diberikan. Kontrol berupa dialog, demo sangat penting untuk mengontrol penyelenggaraan pemerintah ke depannya,”uajrnya

Mantan Ketua DPRD Ende ini menjelaskan, pemerintah membuka diri dalam hal kontrol dan awasan dari siapa saja termasuk dari OKP dalam hal ini PMKRI Cabang Ende. Hal ini untuk bisa mencapai Pemerintahan yang bersih. Masukan dan kritikan sangat diharapkan sehingga proses pembangunan yang dijalankan sesuai dan tepat sasaran

Dia berharap, OKP yang ada jangan hanya sebagai pemadam kebakaran namun bisa tampil sebaga pencegah sebelum terjadinya suatu persoalan.

Masukan dan kritikan, sebut Marsel, sangat berguna diharapkan juga OKP bisa mendukung program-program pemerintah yang sedang berjalan sekarang ini.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Ende, Anwar Liga mengatakan, kontrol dan kritikan dari OKP sangat perlu . Namun, kontrol serta kritikan harus bersih dari kepentingan seseorang atau golongan.

“OKP adalah organisasi independen dan tanpa berafilisasi terhadap kepentingan politik siapapun,” tuturnya.

Ketua PMKRI Cabang Ende, Aldo Sahagun pada kesempatan yang sama mengatakan, sebagai organisasi independen, tetap berkomitmen untuk selalu mengontrol dan mengawasi jalannya roda kepemerintahan di daerah ini.

“Ke depannya, PMKRI bersama OKP lainnya yang ada di kabupaten Ende akan bersinergi memberikan kontribusi lewat pengawasan dan kontrol demi membangun daerah ke arah yang lebih baik,” katanya.

Senin, 09 Juni 2014

PELABUHAN ENDE BERUBAH NAMA MENJADI PELABUHAN BUNG KARNO

Bupati Ende Marselinus Y. W. Petu mendeklarasikan Pelabuhan Ende menjadi pelabuhan Bung Karno. Deklarasi pergantian nama pelabuhan ini dilaksanakan dalam rangkaian prosesi kebangsaan Sabtu 31/5 yang diikuti jajaran Forkompimda, Pimpinan SKPD dan staf, Para Camat, Lurah dan unsur masyarakat.

Perubahan nama Pelabuhan Ende ini ditandai dengan penyerahan naskah deklarasi dari Bupati Ende kepada pihak otoritas pelabuhan laut untuk proses administrasi selanjutnya.Sebelum mendeklarasikan Pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno , Bupati Marsel menjelaskan dan menyampaikan alasan perubahan nama tersebut.

Menurut Bupati Marsel, deklarasi nama Pelabuhan Ende menjadi pelabuhan Bung Karno ini bukan tanpa alasan. Kata dia, Pergantian nama ini sebagai salah satu bentuk penghargaan dan penghormatan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende serta untuk mengenang napak tilas (perjalanan) Bung Karno di Ende.” Jadi pergantian nama dari pelabuhan Ende menjadi pelabuhan Bung Karno yang saya deklarasikan hari ini bukan tanpa alasan. Deklarasi nama ini supaya kita semua bisa mengenang kembali perjuangan dan perjalanan Bung Karno selama diasingkan disini”ujarnya.

Pelabuhan Ende ini, demikian Bupati, pernah menjadi tempat persinggahan Bung Karno pada masa pengasingannya di Ende. Untuk itu sebagai betuk penghormatan dan penghargaan untuk mengenang jasa sang proklamator, maka sangat tepat apabila pelabuhan Ende ini diganti menjadi pelabuhan Bung Karno.

Seperti disaksikan Humas Pemkab Ende,Deklarasi pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno ini disambut gembira warga masyarakat yang turut mengikuti dan menyaksikan kegiatan prosesi kebangsaan tersebut.

Elenora Simo salah seorang warga asal Kelurahan Onekore yang turut menyaksikan deklarasi tersebut mengatakan, sebagai warga masyarakat ia sangat senang dan terharu menyaksikan deklarasi nama pelabuhan dari pelabuhan Ende menjadi pelabuhan Bung Karno. Dengan pergantian nama pelabuhan ini kata Elenora sebenarnya kita mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga keindahan dan kebersihan area Pelabuhan ini.

”Jujur saya katakan, saat mendengar Bapak Bupati mendeklarasikan nama pelabuhan Ende menjadi pelabuhan Bung Karno, saya sangat terharu dan merinding, sepertinya ada perasaan yan sangat menyentuh yang tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya juga berharap kita semua dapat menjaga keindahan dan kebersihan di area pelabuhan Ende yang sekarang sudah menjadi pelabuhan Bung Karno”tuturnya

Ende Rahim Pancasila

ENDE -- Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni bukan sekedar seremoni tanpa makna tetapi harus dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur atas karunia Tuhan dan penghormatannya melalui kekayaan dan kearifan keberagaman agama, budaya dan adat istiadat warisan leluhur bangsa yang digali oleh Bung Karno di tempat pengasinganya di Ende, Flores sehingga mendapatkan ilham akan Pancasila.

Hal ini dikatakan Bupati Ende, Ir. Marsel Petu dalam sambutannya pada upacara peringatan hari lahirnya Pancasila, 1 Juni 2014 yang dirayakan pada 2 Juni 2014 di Lapangan Perse, Ende.

Dikatakan, Bung Karno pada pengasingannya di Ende-Flores mendapatkan ilham tentang Pancasila, maka tidak berlebihan jika disebut Kabupaten Ende sebagai rahimnya Pancasila.

Tema peringatan hari lahirnya Pancasila yang dilaksanakan pada tahun 2014 adalah, "Situs Bung Karno Rumah Kita. Dari Ende untuk Indonesia". Hal ini mengandung maksud agar janganlah melihat masa depan dengan mata tertutup, karena sejarah masa lampau merupakan kaca belangka untuk melanjutkan masa sekarang dan masa yang akan datang.

Suatu bangsa atau daerah yang tidak percaya akan keberadaan, potensi dan kekuatannya sendiri, kata Marsel, tidak akan mampu merdeka, mandiri dan berdaulat karena keberanian untuk memulai suatu kebaikan adalah kunci kemajuan meskipun cuma selangkah yang mampu diperbuat untuk daerah dan bangsa daripada tidak sama sekali.

"Dari Ende kita mendorong seluruh warga bangsa untuk melakukan suatu demi menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai idelogi, falsafah dan etika moral pemersatu bangsa dan sumber inspirasi dalam menyelesaikan berbagai persolan bangsa,"kata Bupati Marsel.

Apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu, pejuang dan pendiri bangsa, khususnya Bung Karno untuk daerah dan bangsa haruslah tetap dijaga dan dilestarikan sebagai warisan berharga bagi penerus bangsa ini.

Hadir dalam upacara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso, anggota DPRD, Heribertus Gani dan Damran Baleti serta pengurus Yayasan Ende Flores, Ignas Kleden dan Daniel Dhaki Dhae, Haji Djamal Humris dan Agil P Ambawaru, para pelajar dan mahasiswa, PNS lingkup Setda Ende dan anggota TNI dan Polri.

Taman Pancasila Ende Setahun Setelah Direnovasi

TIDAK jauh dari rumah pengasingan, kurang dari 1 kilometer, terdapat sebuah taman nan asri. Taman Pancasila, begitu Ata Ende menyebutkan Taman Rendo itu sekarang.

Taman ini juga memiliki ikatan yang amat kuat dengan rumah pengasingan. Konon, hampir setiap ada kesempatan Bung Karno menyempatkan diri datang ke taman itu untuk duduk merenung di bawah Pohon Sukun yang cukup terkenal keberadaannya.

Pohon Sukun bercabang lima yang sering didatangi Bung Karno tersebut konon yang memunculkan gagasan hingga lahirlah lima butir Pancasila. Pohon Sukun yang saat ini berada di Taman Pancasila di Kota Ende adalah pohon yang sama yang dahulu sering dikunjungi Sang Proklamator kini bernama Taman Pancasila.

Sebuah patung Soekarno muda duduk di sisi sebelah kiri di sebuah bangku yang dibuat sangat panjang, sedangkan pohon sukun berada tepat di sebelah kiri patung, dan hanya berjarak sekitar 5 meter saja.

Orlando salah seorang warga Kota Ende yang diajak Flobamora.net ke taman itu,Rabu (4/6) tampak tertegun bercampur takjub. Selain taman yang tampak begitu asri , di bawah patung Bung Karno ada sebuah kolam dengan air yang sangat jernih. Semetara tata tamannya dibuat begitu indah

Orlando yang mengaku baru pertama kali masuk ke area itu mengatakan, kekagumannya terhadap arsitektur taman dan patung Bung Karno yang dipahat oleh seorang pematung kenamaan Pak Hanafi, dengan mata yang tajam menatap ke laut.

“Ini luar biasa. Jao (saya,red) baru hari ini masuk ke dalam taman.Ternyata sangat indah,” kata Orlando.

Flobanora.net lantas teringat akan pernyataan Ketua Yayasan Ende-Flores, Ignas Kleden pada kesempatan menyerahkan Situs Situs Bung Karno kepada Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu, Senin (2/6) lalu yang mengatakan, setelah diserahkan, situs tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab yayasan melainkan Pemda Ende.

Menurutnya, pembangunan situs bersejarah tersebut semakin menguatkan bahwa Kabupaten Ende dan masyarakat memiliki konstribusi yang besar untuk Indonesia. Kemajuan masyarakat Ende telah memberikan inspirasi berharga bagi Bung Karno dalam merumuskan dasar negara.

“Situs ini janganlah dipandang sebagai sebuah proyek bangunan fisik tetapi harus di pandang sebagai bangunan bersejarah yang memiliki makna dan menginspirasi kita untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan. Ke depannya kita harus tunjukan bahwa Pancasila dari Ende untuk Indonesia “katanya.

Ignas mengatakan, Yayasan Ende-Flores di Jakarata terus berjuang untuk mengampanyekan Kota Ende sebagai rahim atau kota lahirnya pancasila. Yayasan juga akan melakukan trobosan dan memperjuangkan 1 juni sebagai hari lahirnya Pancasila yang berpusat di Ende.

Dia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ende memberi contoh kepada Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat yang berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Sekarang, tinggal bagaimana masyarakat Kota Ende, memaknai dan menjaga situs – situs bersejarah itu. Masyarakat kabupaten Ende boleh berbangga, kota di selatan Flores ini menjadi sebuah kota sejarah. Yah... dari Ende untuk Nusantara.

PEMKAB ENDE KELOLA 3 SITUS BUNG KARNO

Tiga situs Bung Karno akhirnya diserahkan oleh Yayasan Ende Flores di Jakarta Kepada Pemerintah Kabupaten Ende untuk dikelola. Ketiga situs bersejarah tersebut Taman Renungan Bung Karno, Situs patung Bung Karno dan ssitus Rumah Pengasingan Bung Karno.

Penyerahan tersebut berlangsung pada Upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6) di Lapangan Pancasila Ende secara simbolis dari Ketua Yayasan Ende -Flores, Ignas Kleden kepada Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu.

Usai upacara peringatan hari lahir pancasila tingkat Kabupaten Ende ,Ketua Yayasan Ende- Flores Ignas Kleden dan pengurus Yayasan Ende - Flores bersama Bupati Ende Marsel Petu, Wakil Bupati Ende Djafar H. Achmad dan Forkompinda serta beberapa Anggota DPRD Ende meninjau Situs Taman Renungan Bung Karno dan Situs Patung Bung Karno. Ketua serta pengurus Yayasan Ende- Flores berpose bersama di taman dan di depan situs patung Bung Karno.

Ketua Yayasan Ende-Flores Ignas Kleden pada kesempatan mengatakan, setelah diserahkan,tiga situs tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab yayasan melainkan Pemda Ende. Menurutnya, pembangunan tiga situs bersejarah tersebut semakin menguatkan bahwa Kabupaten Ende dan masyarakat memiliki konstribusi yang besar untuk Indonesia. Kemajuan masyarakat Ende telah memberikan inspirasi berharga bagi Bung Karno dalam merumuskan dasar negara.

“Ketiga situs ini janganlah dipandang sebagai sebuah proyek bangunan fisik tetapi harus di pandang sebagai bangunan bersejarah yang memiliki makna dan menginspirasi kita untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan. Ke depannya kita harus tunjukan bahwa Pancasila dari Ende untuk Indonesia “katanya.

Ignas mengatakan, Yayasan Ende-Flores di Jakarata terus berjuang untuk mengampanyekan Kota Ende sebagai rahim atau kota lahirnya pancasila. Yayasan juga akan melakukan trobosan dan memperjuangkan 1 juni sebagai hari lahirnya Pancasila yang berpusat di Ende. Ignas mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ende memberi contoh kepada Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat yang berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila. “Terima Kasih atas undangan dari Pemerintah Kabupaten Ende untuk mengikuti upacara hari lahirnya pancasila di Ende. Yayasan akan memperjuangkan agar 1 juni, dirayakan secara nasional di Ende sebagai kota rahim Pancasila,”katanya.

Bupati Ende Marselinus Y.W Petu mengatakan, penyerahan situs secara resmi pada hari lahir pancasila mengingatkan seluruh rakyat bahwa situs tersebut telah dikelola oleh pemerintah daerah dan dijaga dengan baik oleh masyarakat Kabupaten Ende. “ Situs ini sebenarnya sudah diserahkan oleh Yayasan Ende –Flores atau Yayasan Bung Karno kepada pemerintah daerah tanggal 17 Febuari 2014 lalu. Tetapi kita lakukan penyerahan secara resmi bertepatan dengan upacara memperingati hari lahirnya pancasila agar diketahui oleh seluruh masyarakat Kabupaten Ende.”

Bupati Marsel menambahkan,ke depan, pemerintah akan membentuk tim untuk mengkaji ketiga situs ini dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar ditetapkan sebagai taman cagar budaya. Setelah berkoordinasi dan mendapatkan kelayakan sebagai taman cagar budaya , pemerintah daerah juga akan menetapkan dan mengeluarkan peraturan daerah untuk mengelolanya. Namun ada hal hal tertentu yang masih dalam pengawasan pemerintah pusat.