WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Selasa, 12 Mei 2015

Menggagas Pembangunan Bukit Soekarno di Ende dan Monumen Sasando di Rote

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parektif) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggagas pembangunan Bukit Soekarno di Ende dan Monumen Sasando di Rote, yang menjadi ikon pariwisata di kedua daerah tersebut.

Kepala Dinas Parektif NTT, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kupang, Kamis (7/5) mengatakan, objek wisata selain yang alamiah atau natural, juga perlu kreasi baru untuk menarik wisatawan.
Dia mengatakan, Ende misalnya, sebagai kota sejarah perlu dibangun Bukit Sukarno. Di bukit itu selain ada Monumen Soekarno, juga dibangun mesjid, gereja, pura dan rumah ibadah lainnya, yang menggambarkan kebhinekaan Indonesia.

“Dengan begitu ketika wisatawan datang ke Ende mereka tidak hanya melihat keindahan Danau Tiga Warna Kelimutu dan objek wisata lainnya, tetapi juga menikmati Bukit Soekarno,” katanya.
Kupang,

Sumber: Flobamora.net

Senin, 11 Mei 2015

ETC CINEMA BOX MULAI DIBUKA DI KOTA ENDE

Warga Ende dan sekitarnya,,
TANGGAL 14 MEI 2015
 ETC CINEMA BOX MULAI DIBUKA.
AD 70 FILM MENARIK YANG BISA DIPILIH...
HIBURAN YANG COCOK BERSAMA KELUARGA.. TEMAN.. DAN PASANGAN SPECIAL ANDA...
*RUANGAN NYAMAN DENGAN AC
*LED 55" KUALITAS FULL HD
*FULL SPEAKER HOME THEATRE 5.1 SURROUND
*3D MOVIE
KHUSUS MEMBER ADA FREE NONTON DARI TANGGAL 11 S /D 13...

Ribuan Warga Kota Ende Bersihkan Pantai Ende

ENDE -- Ribuan warga Kota Ende yang terdiri dari anggota TNI, Polri, PNS, mahasiswa dan pelajar, pegawai BUMN dan BUMD serta masyarakat umum, Sabtu (9/5/2015) "menyerbu" Pantai Ende mulai dari arah Ndao hingga ke Bita Beach serta di Pantai Ippi hingga muara Nanganesa, guna membersihan pantai dari sampah.

Kasdim 1602 Ende, Mayor Peter dalam kesempatan itu mengatakan pelaksanaan pembersihan garis pantai yang dilakukan pada Sabtu (9/5/2015) pada awalnya ditargetkan sebanyak 3000 peserta yang ikut berpartisipasi namun demikian sampai pada pelaksananya jumlah peserta bertambah menjadi 5000 peserta. Dengan jumlah peserta yang ada target untuk memecahkan rekor Muri diharapkan bisa tercapai.

Soal Pasar Wolowona, Pusam Minta Pemda Ende Siapkan Lahan Alternatif

Ende, Pusat kajian dan advokasi masyarakat Indonesia meminta pemerintah daerah kabupaten Ende segera membuka atau menyiapkan lahan alternatif. Pasalnya penataan pasar yang dilihat sangat amburadul menyebabkan banyak pedagang pasar semakin tidak teratur dalam berjualan atau berdagang di sekitar area pasar wolowona Ende.

Hal ini mengakibatkan jalur lintas trans flores macet akibat menumpuknya para pedagang, tukang ojek, dan konsumen berada di area pasar tersebut. Ungkap sekretaris Pusam Ende Oskar Vigato Kepada wartawan Zonalinenews ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya. Jumat 8 Mei 2015

Dijelaskanya, semakin banyaknya angka penduduk menyebabkan semakin meningkatnya angka permintaan kebutuhan akan barang di pasaran. Maka penting untuk pemda tidak bisa hanya sekedar turun melakukan pemantauan atau mengawasi tanpa adanya kepastian kapan pasar wolowona direnovasi atau kapan pemda ende menyiapkan lahan baru sebagai lahan alternatif.

“ketika hal ini hanya berakhir pada pemantauan atau pengawasan semata tanpa adanya keputusan atau kebijakan anggaran yang pasti maka mustahil pasar wolowona akan kelihatan bagus dan baik,” tegasnya.
Salah seorang pedagang papalele, ibu Margareta mengakui pihaknya tidak mendapatkan tempat di dalam pasar karena tempat didalam pasar sudah ditempati oleh para pedagang papalele lainya. Hal ini menyebabkan dirinya terpaksa berjualan di pinggir jalan karena kami tidak memiliki tempat khusus untuk berjualan apalagi kami datang dari jauh ingin mencari nafka dengan berjualan di pasar wolowona ini.

Anggota DPRD Ende, Maksimus Deki mengatakan terkait persoalan ini pihaknya baru pulang melakukan pemantauan dipasar wolowona ternyata keadaan pasar cukup semurawut dan sangat memprihatinkan. ”Kami minta kepada dinas terkait untuk segera melakukan penataan ulang kepada para pedagang pribumi agar tidak terkesan amburadul dalam berjualan di pasar tersebut karena hal tersebut dapat mengantisipasi tidak terjadinya kemacetan lalu lintas,”ungkap Maksimus saat dikonfirmasi diruangannya Jumat 08/05/2015.

Dikatakannya, dalam konsep jangka panjang DPRD akan mengundang Disperindag dan Kinpraswil untuk melakukan rapat bersama dalam membahas terkait dengan masa depan pasar wolowona Ende.
Sumber Zonalinenews-

Rabu, 06 Mei 2015

AKAN SEGERA HADIR MOVIE BOX PERTAMA DI KOTA ENDE

AKAN SEGERA HADIR MOVIE BOX PERTAMA DI ENDE
COCOK BUAT HIBURAN BERSAMA KELUARGA, BERSAMA TEMAN DAN PASANGAN ROMANTIS ANDA...
- KUALITAS GAMBAR HD MOVIE LEBIH BAGUS DARI GAMBAR BIOSKOP,
- FULL HOME THEATRE SPEAKER
- 3D MOVIE AKTIF
- 55" LED 3D FULL HD
- RUANGAN NYAMAN FULL AC

DAPATKAN TIKET NONTON GRATIS KHUSUS MEMBER ETC...

Jumat, 01 Mei 2015

Wisata Sejarah “Jejak Bung Karno di Ende”

 Patung Bung Karno di Ende

Ende salah satu kota yang berada di tengah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan wisata alamnya danau tiga warna Kelimutu,Wisata sejarahnya tidak kalah menarik, Salah satunya Situs Bung Karno, karena Ir.Soekarno  pernah di asingkan di kota Ende pada tahun 1934-1938 pada masa penjajah..

Bagi masyarakat Flores dan Ende khususnya pasti tidak asing dengan “Situs Bung Karno”. Situs Bung Karno di Ende  berupa Taman Bung Karno dan Rumah pengasingan Bung Karno.Patung perenungan Bung Karno  dll. Lokasi peninggalan Soekarno tersebut semua berada di Kota Ende yang bisa kita kunjungi.

Situs Bersejarah Bung Karno di Ende

1. Pelabuhan lokasi pendaratan kapal pengangkut Bung Karno ketika pertama kali datang ke Ende.

Pelabuhan ini memiliki nilai penting. Dulu, dengan menggunakan kapal barang KPM Jan van Riebeeck, Soekarno dan keluarganya berlabuh di Pelabuhan Ende.

2. Pos Militer.
Di tempat ini ketika pertama kali tiba di Enda, pengawal yang mengawal Bung Karno dari Surabaya menyerahkannya kepada pemerintah setempat. Begitu tiba di Ende, Bung Karno dan keluarganya dibawa oleh dua orang prajurit Belanda menuju sebuah pesanggarahan yang saat ini menjadi Markas POM.

Di pos ini pula Bung Karno harus melapor secara rutin. Di Ende ruang gerak Bung Karno sangat dibatasi. Ia tidak boleh pergi lebih dari 5 km dari Ende.

3. Rumah pengasingan Bung Karno.
Bangunan ini merupakan rumah pengasingan Bung Karno di Ende dari 1934-1938.

4. Taman Bung Karno.
Lokasi ini merupakan tempat beristirahat Bung Karno di dekat pantai pelabuhan Ende. Terdapat pohon sukun, mahoni, dan asam jawa. Di lokasi ini Bung Karno mendapatkan ilham mengenai butir-butir mutiara kebangsaan yang menjadi pokok-pokok pikiran Pancasila.

Saat ini, telah menjadi area taman dengan patung Bung Karno di pusat taman. Serta perkerasan conblock dan keramik.

5. Masjid Ar-Rabithah.
Selama pengasingan di Ende, Bung Karno sering mengikuti shalat Jumat di masjid ini. Saat ini masjid tersebut digunakan sebagai tempat ibadah pada umumnya. Kondisi bangunannya cukup baik dan terawat.

5. Katedral.
Merupakan tempat Bung Karno memperluas jaringan dengan menjalin persahabatan dengan para pastur. Bung Karno dibebaskan untuk menggunakan perpustakaan oleh para pastor.

6. Gedung pertunjukan Immaculata atau percetakan nusa indah.
Di tempat ini telah dipentaskan tonil drama karya Bung Karno dengan tema-tema perjuangan melawan penjajah. Tercatat, ada 13 karya drama yang telah dihasilkan oleh Bung Karno..

7. Rumah pastoran.
Merupakan tempat Bung Karno berinteraksi dengan para pastor. Soekarno bahkan dipinjami ruang untuk membaca di situ. Kondisi saat ini bangunan masih cukup baik. Masih berfungsi sebagai pastoran.

8. Eks-Toko De Leew.
Tempat Bung Karno berkirim surat ke sahabat-sahabatnya. Bangunan asli sudah hilang dan berganti menjadi ruko. Tidak ada penanda yang menunjukkan keterkaitan Bung Karno dengan bangunan ini.

9.Makam Amsi.
Makam Amsi merupakan tempat peristirahatan terakhir mertua Bung Karno (ibunda Inggit) di Ende. Ibu Amsi memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat dan motivasi Soekarno selama di pengasingan di kota Ende.
Kamar Tidur Bung Karno di Ende

Ende Road Race

Road race, balap motor yang berlangsung dijalan Eltari kota Ende

PT Agogo Golden Group Siap Bangun Kabupaten Ende

Ende, Perusahaan konstruksi PT Agogo Golden Group siap membangun wilayah Kabupaten Ende, sekaligus bertekad memberikan yang terbaik demi masyarakat di daerah ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Agogo Golden Group, Franky Ratu Taga saat di temui, Kamis(304).

Dia menyatakan, komitmen perusahaannya  membangun Kabupaten Kelimutu ini sudah dibuktikan  dengan mengerjakan sejumlah proyek khususnya jalan yang dipercayakan kepada PT Agogo Golden Group selama ini.

Dia menuturkan, kerja keras selama ini sudah dibuktikan dengan hasil yang dicapai dan sudah dirasakan masyarakat khususnya pengerjaan jalan dari kota Ende menuju arah Timur Kota Ende.

Dia menyebutkan dengan armada yang dimiliki, hasil yang dicapai bisa dilihat sendiri masyarakat Kabupaten Ende sekarang ini.

"Kerja keras yang kami  lakukan merupakan komitmen dalam melakukan pekerjaan demi  kepentingan banyak orang. Dengan dasar  itu maka kami terus  berupaya untuk mengerahkan segala kekuatan secara penuh baik menyangkut peralatan maupun SDM nya demi membangun Kabupaten Ende yang kita cintai bersama,"katanya.

Dia mengatakan, untuk menunjang kerja , perusahaannya memiliki  armada yang masing-masing antara lain  exavator sebanyak  lima unit, dua unit loder, dua unit  buldoser dan sedikitnya delapan operator yang mengoperasikan armadanya tersebut.

"PT Agogo Golden Group pun selalu  meminta masukan masyarakat terlebih para  pengguna jalan, untuk tidak bosan memberikan usul saran kepada pihaknya agar bisa memberikan yang terbaik untuk pengerjaan fasilitas publik tersebut,"ujarnya.

Berkaitan dengan perbaikan kerusakan jalan Kilo Meter  17 tepatnya di Lianggere pihaknya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat pengguna jalan atas pengertian serta  penuh kesabaran menunggu antrean panjang meski dengan waktu yang lama dengan sistim buka tutup , memberikan kesempatan kepada  PT  Agogo Golden Group untuk  bisa bekerja dengan baik.

Sementara itu beberapa kalangan yang di temui di kota Ende merespon baik dan memberikan apresiasi kerja PT Agogo Golden Group ini. Mereka melihat hasil pengerjaan jalan sudah baik dan kualitasnya pun teruji.

"Terima kasih kepada Agogo yang membangun jalan jurusan Timur Kota Ende. Hasilnya sudah kita lihat dan rasakan bersama. Sebelumnya jalan itu sempit namun  sekarang jalannya sudah mulus dan lebar. Mudah-mudahan ke depan jika dipercayakan kembali pemerintah untuk mengerjakan jalan kualitas pengerjaanya harus semakin baik," kata Mahmud Achmad salah seorang sopir mobil rental yang saban hari melewati ruas jalan arah Timur kota Ende ini.

Pantauan Flobamora.net, Kamis(30/4) ruas jalan yang dikerjakan oleh PT Agogo Golden Group terlihat cukup bagus kualitasnya, namun hanya pada titik Kilo Meter  17 terjadi longsoran yang menurut Satker Jalan dan jembatan akibat guncangan gempa dan kini tengah ditangani perusahaan itu.


Sumber Flobamora.net