WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Sabtu, 29 Maret 2014

PESAWAT GARUDA LAYANI RUTE ENDE - KUPANG

Manajemen PT Garuda Indonesia memastikan untuk membuka rute penerbangan baru di wilayah Provinsi NTT. Maskapai penerbangan baru dengan rute Ende - Kupang yang akan beroperasi mulai 1 April 2014. Pihak manajemen membuka rute tersebut untuk menjawabi permintaan dari masyarakat dan Pemda Ende. General Manajer Garuda Ende, Arfak Amran menyampaikan hal ini kepada Flores Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Gatot Subroto Ende, Kamis (27/3).

Menurutnya, manajemen membuka rute baru tersebut berdasarkan permintaan dari masyarakat atau penumpang yang kian meningkat dan permintaan dari pemerintah daerah. " Saat ini kebutuhan akan transportasi udara semakin meningkat maka Garuda hadir sebagai salah satu penerbangan alternatif full service melayani masyarakat, " ujar Arfak Amran.

Arfak Amran mengatakan pihak manajemen PT Garuda Indonesia telah mendapatkan izin resmi dari Departemen Perhubungan. “Selain menjawabi permintaan masyarakat, manajemen Garuda turut membantu mempromosikan aset pariwisata di daerah ini. Hal ini terbukti dalam kerja sama dengan beberapa stakeholder pariwisata untuk mempromosikan pariwisata Flores,” kata Arfak Amran

Sejak membuka penerbangan di wilayah NTT, Arfak Amran mengatakan pihak Garuda tidak mengalami masalah serius yang mengganggu penerbangan. Saat ini manajemen masih membuka penerbangan namun kedepannya pihak manajemen akan menambah jadwal penerbangan dan tidak menutup kemungkinan untuk membuka penerbangan dengan rute baru.

“Dengan rute baru ini maka jam dan jadwal penerbangan bertambah karena pesawat yang digunakan adalah pesawat yang kini melayani rute Ende-Labuan Bajo-Denpasar yakni pesawat ATR 72-600. Kalau ada permintaan dan menungkinkan Garuda membuka rute baru seperti Ende-Surabaya dan rute lainnya. Rute baru ini akan di mulai dengan penerbangan perdana pada 1 April 2014,”katanya.

Pengelola Gerai Garuda Ende, Irwan Lay mengatakan, sejak pesawat Garuda beroperasi di Ende, penjualan tiket di Gerai Garuda Ende terus meningkat khususnya rute Ende-Labuan Bajo. Menurutnya, rute baru tersebut akan meningkatkan permintaan tiket khususnya rute baru yakni Ende-Kupang.”Sebagai informasi, Gerai Garuda Ende telah membuka dan melayani penjualan tiket untuk calon penumpang yang hendak ke luar negeri.

RUAS JALAN NASIONAL DARI KM 14 HINGGA KM 16 ARAH KOTA ENDE AKAN DIPERLEBAR

Ruas jalan nasional mulai dari KM 14 hingga KM 16 arah Kota Ende akan diperlebar dari lebar semula 4 meter menjadi 6 meter. Proses pekerjaan akan dimulai dalam akhir Bulan Maret 2014 dengan rekanan PT Agogo Golden Group sebagai rekanan yang akan mengerjakan proyek pelebaran jalan tersebut. PPK 13 Batas Kota Ende-Wolowaru, Saut Siahaan mengatakan hal itu di hadapan warga Desa Tomberabu 2, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Rabu (26/3/2014).

Saut mengatakan bahwa ruas jalan nasional dengan ruas Ende-Detusoko sebelumnya sudah pernah dikerjakan di tahun 2013 lalu di KM 17 dan rencananya hal serupa akan dilakukan di KM 14 dan KM 16.

Dikatakan untuk pekerjaan jalan berupa pelebaran yang bersumber dari dana APBN tidak dialokasikan dana untuk ganti rugi baik lahan maupun tanaman sebagai konsekwensi dari penggusuran jalan. “Dana yang dialokasikan hanya semata-mata untuk pekerjaan fisik dari proyek pelebaran jalan. Tidak ada alokasi dana untuk ganti rugi,”kata Saut.

Menjawab soal uang sirih pinang, Saut mengatakan hal itu tergantung dari rekanan yang dipercaya untuk mengerjakan jalan dan itupun tergantung dari hasil kesepakatan dari rekanan bersama masyarakat. “Kalau ada rekanan yang meyanggupi untuk membayar uang sirih pinang itu kembali kepada rekanan. Itu sudah menjadi kebijakan interen dari rekanan namun bukan suatu kewajiban,”kata Saut.

Oleh karena itu untuk kelancaran pekerjaan, Saut meminta kepada rekanan agar membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat yang lokasinya terkena penggusuran sehingga tidak terjadi masalah pada proses pekerjaan. Komunikasi yang dimaksudkan ujar Saut seperti soal pembayaran uang sirih pinang misalnya. “Kalau ada ya dijalankan sesuai kesepakatan. Kalau memang tidak ada ya dibicarakan secara terbuka agar semua bisa memahami persoalan yang terjadi sehingga dengan demikian tidak terjadi kendala pada proses pekerjaan,”kata Saut.

Begitupun kepada masyarakat diharapkan untuk menyampaikan secara terbuka soal kendala yang mereka alami sebagai akibat dari pekerjaan jalan. Dengan demikian semua pihak merasa nyaman untuk bekerja.

Saut juga meminta kepada rekanan agar dalam pekerjaan nanti harus memperhatikan keselamatan bukan saja keselamatan pekerja namun juga keselamatan para pengguna jalan apalagi ruas jalan yang nantinya dikerjakan adalah ruas jalan nasional yang pastinya ramai dilalui kendaraan maupun manusia. Dikatakan, untuk pelebaran jalan di KM 14 hingga 16 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 15,5 Miliar dari pagu dana sebesar Rp 18 Miliar yang bersumber dari APBN. Pekerjaan tersebut dipercayakan kepada rekanan PT Agogo Golden Group.

Pemkab Ende LPSE CEGAH KKN DI ERA OTONOMI DAERAH

Keberadaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik/LPSE milik Pemkab Ende sudah memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya pengadaan barang/jasa Pemerintah di Kabupaten Ende yang transparan dan akuntabel. Setidaknya aspek transparansi dan akuntabilitas yang dikedepankan, telah memberi nuansa tersendiri dalam mengeliminir berbagai upaya manipulasi administrative yang terdata dan tertayang secara on line pada media on line yang mewadahi operasionalisasi aktifitasnya.

Sejak diluncurkan pada tanggal 2 Mei 2011 di Ruang Rapat Lt. II Kantor Bupati Ende oleh Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP, Prof. Dr. Himawan hingga saat ini, Sabtu (29/03/14) LPSE Pemkab Ende telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai amanat regulasi Pemerintah Pusat yang terjabar dalam Peraturan Bupati Ende Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik (e-procurement) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ende.

Demikian antara lain disampaikan oleh Kasubag Pengendalian Pembangunan pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda.Kab.Ende, Jhon Salla Ray, Jumat siang (28/03/14) di kantornya. “ Jadi apa yang saya kemukakan tadi baru sebagian kecil yang menjadi tugas kami untuk memerankan tujuan akhir dari keberadaan LPSE ini, yakni segala sesuatu terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah wajib hukumnya terlaksana secara transparan dan akuntabel” Kata Jhon Ray menambahkan. Jika semua pengadaan tersebut sudah terlaksana sesuai regulasi yang mengaturnya, lanjut Jhon maka paling tidak dengan system ini sudah membantu meminimalisir segala upaya yang berhubungan dengan KKN.

       Dia mengutarakan lagi bahwa eksistensi LPSE sejalan dan bahkan merupakan amanat dari reformasi itu sendiri. Karena semua itu, sebutnya, termaktub dalam 6 tujuan dan 5 fungsi LPSE. Ke-6 tujuannya antara lain, memperbaiki transparansi akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit, memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time serta menjadi tolok ukur untuk pengembangan LPSE yang akan datang. Sedangkan untuk fungsi, ujar Jhon, tertuju pada pengelolaan system e-Procurement, menyediakan pelatihan kepada PPK, Panitia/anggota Unit Layanan Pengadaan, auditor dan vendor (penyedia barang/jasa). Selain itu, lanjut Jhon lagi, LPSE juga berfungsi menyediakan Sarana Akses Internet bagi PPK, Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa. Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan system e-procurement kepada Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa serta  melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa.

Jhon menambahklan lagi bahwa LPSE menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik. Karena itu setiap perusahaan/penyedia barang/jasa elektronik baru dapat mengikuti pengadaan harus terlebih dahulu mendaftar sebagai penyedia barang/jasa. Dalam proses pendaftaran itu, demikian Jhon mereka akan menandatangani pakta integritas yang intinya kembali bermuara pada pencegahan perbuatan KKN. Pakta integritas itu antara lain, tidak akan melakukan praktek KKN, akan melaporkan kepada pihak yang berwajib/berwenang apabila mengetahui ada indikasi KKN di dalam proses lelang ini, dalam proses pengadaan ini, berjanji akan melaksanakan tugas secara bersih, transparan, dan profesional dalam arti akan mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya secara optimal untuk memberikan hasil kerja terbaik mulai dari penyiapan penawaran, pelaksanaan, dan penyelesaian pekerjaan/kegiatan ini dan apabila pendaftar melanggar hal-hal yang telah dinyatakan dalam Pakta Integritas bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administrasi serta dituntut ganti rugi dan pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terkait dengan hasil kerja LPSE selama kurun waktu tahun 2011-2013 akan diberitakan pada edisi senin (31/03/14).

PJU DI ENDE GUNAKAN DAYA LISTRIK 114.850 VA

Penerangan Jalan Umum/PJU diwilayah Kabupaten Ende saat ini menggunakan daya listrik PLN Wilayah Flores Bagian Barat sebanyak 114.850 VA. Pemakaian daya ini diperuntukan bagi 164 buah lampu mercury, 446 buah SL dan 150 buah TL. Penempatan lampu jalan ini lebih banyak dalam Kota Ende yang mencapai angka 95 persen, sedangkan 5 persen sisanya tersebar di kecamatan terjangkau.

Petugas teknis pemeliharaan PJU/staf pada bagian Umum Setdakab Ende, Mustafa menjelaskan hal ini Kamis sore (27/03) saat memasang dan menseting lampu jalan di lorong Aline, kelurahan Mautapaga,Kec .Ende Timur-Kab.Ende-NTT.

Dia mengatakan bahwa daya sebesar itu belum digunakan secara maksimal karena masih terdapat ruas jalan dalam kota yang terpasang Penerangan Jalan Umum/PJU akibat terbatasnya persediaan lampu serta perangkat pendukungnya. “ Saat ini masih ada 20 titik dalam kota Ende yang belum tercover” Ujar Mustafa. Diharapkan, lanjutnya lagi, dalam tahun anggaran berjalan ini (2014) titik-titik yang dianggap rawan sudah bisa diselesaikan pekerjaannya.

Kondisi aktifitas petugas PJU ini selalu dikontrol langsung oleh Kepala Bagian Umum Sebastianus Bele. Sebagaimana disaksikan petang kemarin dia mengawasi langsung di lapangan.” Setiap ank-anak bekerja, betapapun sibuknya saya, pasti akan saya datang sendiri untuk melihat langsung pekerjaan mereka. Karena banyak orang sering mengabaikan dengan berkata peklerjaan mudah, padalah apa yang anak-anak kerjakan bersinggung langsung dengan keselamatan dan sering nyawa jadi taruhannya” Tutur Sebast.

Ketika ditanya tentang belum meratanya pelayanan PJU di wilayah Kab Ende, Sebast menjelaskan bahwa penyebabnya karena keterbatasan dana. Jika saja dihitung berdasarkan jumlah pajak penerangan jalan yang disetor maka kondisnya akan terjadi ketidakmerataan pelayanan. Sebab, demikian Sebast, jika dalam suatu ruas jalan di Kecamatan atau Desa yang menjadi pelanggan PLN tidak lebih dari 25 rumah misalnya maka bila dihitung secara kumulatif jumlah pajak terbayar dengan beban pengeluaran 1 lampu mercury, jelas uang pajak penerangan yang terkumpul itu belum mencukupi untuk membiayai harga 1 buah lampu mercury beserta kelengkapannya. Namun, Sebast tetap optimis bahwa dengan pentahapan yang teratur serta didukung dana yang memadai maka semua harapan masyarakat terhadap keberadaan PJU di desa atau kecamatannya bisa terjawab.

Kamis, 27 Maret 2014

DINAS KESEHATAN ENDE GENCAR SOSIALISASI PARADIGMA SEHAT-SAKIT

Sampai dengan sekarang ini kebanyakan masyarakat baik di desa maupun kota masih menganut paradigma lama dalam hal hidup sehat. Bagi masyarakat ketika mereka mengalami sakit akibat terserang sesuatu penyakit baru soal kesehatan menjadi focus perhatian dan penanganan. Sedangkan upaya hidup sehat mestinya sudah harus dilaksanakan sejak dini, saat dimana seseorang masih sehat. Artinya tindakan promotif dan preventif menjadi hal yang utama.

Penjelasan paradigma sehat-sakit ini sebagaimana dikemukakan oleh Pius Kopong, salah seorang staf pada Dinas Kesehatan Ende, saat memberi masukan kepada peserta sosialisasi BPJS kesehatan, senin(24/03) di Ende. “ Masyarakat kita ketika sakit dulu baru sibuk berurusan dengan puskesmas, rumah sakit dan dokter. Saat masih sehat tidak pernah melakukan upaya hidup sehat dengan dalam bentuk tindakan pencegahan” Ucapnya.

Kata Pius Kopong selanjutnya, masyarakat harus bisa merobah paradigma hidup sehat dari sakit-sehat menjadi sehat-sakit. Artinya, lanjutnya lagi, tindakan pencegahan akan lebih mudah tanpa biaya dari pada setelah sakit baru ditangani. Ini akan berbuntut pada pembengkakan biaya perawatan yang mestinya tidak perlu serta apabila pasien dengan kondisi kesehatan yang sudah parah akan berdampak pada kematian. “ Masyarakat kita biasanya sakit dulu baru ke rumah sakit bahkan keadaan pasien sudah terkategori berat baru diantar ke rumah sakit, sebab selama sakit masih biasa-biasa tidak pernah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapat penanganan medis” Ujarnya.

Dia menambahkan bahwa paradigma sehat-sakit mengandung makna apabila seseorang sakit sebelumnya sudah melewati masa pencegahan, kemudian secara teratur melakukan pemeriksaan medis pada faskes primer namun belum bisa teratasi sehingga berdasarkan pertimbangan yang sudah menjadi prosedur tetap, harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat penanganan spesialis lebih lanjut. Intinya, kata dia, pencegahan lebih baik dari pada pengobatan.

Selasa, 25 Maret 2014

Sejarah Singkat Pengadilan Negeri Ende

Sebelum menempati gedung perkantoran baru di Jalan El Tari, Ende, sebelumnya Pengadilan Negeri Ende berlokasi di Jalan Nuamuri, Ende. Pengadilan Negeri Ende merupakan Pengadilan Negeri pertama di Pulau Flores.

Pada tahun 1955, Serikat Kerja Kehakiman ( SKK ) pada Pengadilan Negeri Ende sabagai satu – satunya Pengadilan Negeri di pulau Flores, mendesak kepada Kepala – kepala Daerah Swapraja di seluruh Flores agar dapat didirikan Pengadilan Negeri di tiap – tiap daerah ( Daswati II ) dan tembusannya disampaikan kepada Mahkamah Agung, Menteri Kehakiman, Pengadilan Tinggi Makasar dan Pengadilan Negeri Ende ; Permohonan tersebut dapat disetujui dengan baik oleh Pengadilan Tinggi maupun oleh Menteri Kehakiman, namun masih harus memenuhi persyaratan seperti tersedianya perumahan sebagai Kantor.

Pada tahun 1964 atas perjuangan Sdr. IKU FERNANDES yang pada saat itu menjabat sebagai Panietra Pengadilan Negeri Ende, mendatangi dan menghubungi beberapa Pejabat Daerah Swatantra Tingkat II Sikka dan meminta rekomendasi agar dapat disediakan sebuah rumah untuk dijadikan sebagai Kantor Pengadilan Negeri Maumere. Dengan adanya rekomendasi dari pemerintah daerah tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Ende yang pada waktu itu dijabat oleh Sdr. MUHAMAD SALEH AMBUWARU, SH, mengusulkan kepada Mahkamah Agung dan Menteri Kehakiman permohonan tersebut disambut baik, dan setelah disetujui pembentukan Pengadilan Negeri Ende di Maumere yaitu rumah milik Sdr. B. BAJO, dan karyawan yang dipekerjakan sebagai tenaga magang adalaha Sdr. PAULUS PELANG sebagai Panitera Pengganti dan 6 ( enam ) bulan kemudian kantor tersebut dipindahkan ke rumah dinas PEMDA ( sebelah Utara Lapangan Kota Baru Maumere ).

KONDISI RSUD ENDE TIDAK IDEAL, LIMBAHNYA SUDAH MENGKUATIRKAN

Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende dinilai sudah tidak ideal untuk kondisi saat ini karena selain letaknya yang berada di kemiringan juga ditambah dengan tidak tersedianya tempat yang memadai untuk menampung limbah cair. Terhadap kondisi ini Pemerintah Kabupaten Ende menjajaki lokasi lain guna dibangun rumah sakit yang baru.

 Hal ini dikatakan Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge saat membuka kegiatan Pembuatan Master Plan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, Rabu (04/07) di Lantai II Kantor Bupati Ende. Menurut Bupati Don, RSUD Ende meskipun secara resmi belum menjadi rumah sakit rujukan namun dalam pelayanan kerap menerima pasien yang berasal dari luar Kabupaten Ende seperti dari Nagekeo maupun Ngada.

Dalam kondisi demikian maka perlu dilakukan perbaikan inftrastruktur rumah sakit termasuk gedung rumah sakit secara umum sehingga proses pelayanan kepada pasien lebih nyaman. “Pemerintah perlu mencari lokasi tanah yang baru entah di utara atau selatan Kota Ende. Memang sulit mencari tanah di Kota Ende karena tanah di Ende paling mahal untuk ukuran NTT,”kata Bupati Don. Bupati Don mengatakan keberadaan limbah di RSUD Ende menjadi masalah serius yang harus segera disikapi oleh pemerintah demi keselamatan masyarakat karena apabila tidak maka dikuatirkan masyarakat akan terkena penyakit dari rumah sakit.

“Yang namanya rumah sakit selain tempat untuk berobat yang membuat orang sembuh namun juga menjadi sumber penyakit,”ujarnya. Lebih lanjut Bupati Don mengatakan di Kota Ende dewasa ini ada dua sumber pencemaran utama yakni limbah rumah sakit dan limbah kuburan. “Banyak orang yang mati kerap diberi formalin sampai dengan lima liter. Formalin itu terserap hingga mencemari sumur-sumur warga yang berada di dataran rendah. Kalau boleh mayat yang ada biar dibakar saja. Hal ini memang agak radikal namun untuk keselamatan banyak orang memang harus dilakukan ,”ujar Bupati Don.

Senin, 24 Maret 2014

Fenomena Alam Yang Menakjubkan!! Danau Kelimutu Kembali Berubah Warna Lagi


http://www.flobamora.net/foto_berita/small_5kelimutu%20berubah-1.jpg 
Untuk kesekian kalinya Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami perubahan warna. Dalama tahun 2014 ini sudah terjadi lima kali perubahan.

"Perubahan warna Danau Kelimutu yang terjadi paling akhir yakni minggu lalu," kata Kepala Seksi KSPTN Wilyah I Moni, Hendrikus Rani Moni, Senin (24/3).

Ditemui di Kantor TNK Kelimutu Ende Moni membenarkan telah terjadi pergantian warna danau tiga warna Kelimutu.Sekitar seminggu yang lalu, tiga warna mengalami perubahan. Danau Ata polo atau danau tempat bersemayamnya roh-roh jahat berubah menjadi merah kehitaman seperti warna teh pekat.

Dia mengatakan, perubahan itu menurut BMG terjadi akibat perubahan molekul atau gas seperti verum, Natrium oksida dan lain-lain sehingga berwarna, mana yang dominan itulah yang mencolok  dari  warna danau tersebut.

"Meski demikian belum bisa dipastikan karena penelitihan masih terus berlanjut untuk mengetahui dan memastikan perubahan warna danau," ujarnya.

Dia mengemukakan, perubahan warna yang terjadi di Danau Kelimutu bisa terjadi dalam hitungan hari. Kadang pada pagi hari warnanya hijau atau apapun warnanya pada sore hari akan bisa berubah.Juga hal ini bisa terjadi pada hitungan mingguan ataupun bulanan.

Dia menyebutkan, untuk tahun 2014 ini terhitung mulai dari bulan Januari kurang lebih perubahan warna danau tersebut sudah terjadi sekitar lima kali atau lebih. Dan perubahan tersebut cukup signifikan.

Dia menjelaskan, kadang perubahan danau  semisal dari hijau ke hijau terang dan kemudian berubah lagi ke hijau telur asin. Atau dari merah ke merah kehitaman dan kembali lagi ke warna dasar yang pertama atau ke putih.

"Pada tahun 2013 hingga maret 2014 kurang lebih sudah sepuluh kali terjadi perubahan warna di Danau Kelimutu ini.Yang sekarang terjadi perubahan warna yakni Danau Ata Polo dari warna sebelumya Hijau menjadi warna Merah kehitaman," paparnya.

Dia menambahkan, Danau Koofai Nuwa Muri atau muda-mdi masih stabil yakni berwarna hijau terang.Sementara danau yang terakhir yakni Danau Ata Bupu atau danau nenek moyang berwarna Hijau tua.

Sementara itu menurut kepercayaan masyarakat setempat berubahnya warna Danau Kelimutu akan menandakan terjadi sesuatu di wilayah ini atau di negara kesatuan RI. Baik itu soal kematian seorang pembesar negara, maupun kejadian besar yang menimpa negara ini.

Sabtu, 22 Maret 2014

PLTU NTT I di Ropa Kabupaten Ende




Berwisata Ke Danau Kelimutu Ende Flores Dengan Keindahan Danau Tiga Warnanya

http://1.bp.blogspot.com/_-VJ3ZmSCKsE/TCynI1xjq7I/AAAAAAAAAXI/9H71HdwQIgk/s320/DSCF2444.JPG 
 Sao Ria Moni Ende

Tentu Kita semua pernah mendengar Kelimutu dengan keindahan Danau tiga warnanya. Suatu Karya alam yang sungguh-sungguh mengagumkam,


                                 Sao Ria Moni Ende


Danau Kelimutu Ende Flores

DI ENDE, BANYAK YANG MENGOMENTARI SESUATU BUKAN KARENA KEAHLIAN


Sepertinya sudah menjadi kebiasaan buruk untuk sementara kalangan di Ende. Mengomentari sesuatu persoalan teknis secara membabi-buta tanpa dilandasi latar belakang pengetahuan dan keahlian yang memiliki kompetensi dengan persoalan yang dikomentari. Katakan saja soal evakuasi kapal Nusa Damai dari kolam labuh dermaga Ipi. Begitu banyak yang mengomentari tapi tanpa rujukan keahlian dan latar belakang teknis. Sementara para pekerja yang sudah bekerja dengan perencanaan matang dari aspek pengetahuan, teknologi, ketrampilan, keselamatan yang langsung berkompeten dengan urusan penyelaman dengan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan, melaksanakan semuanya dengan skedul yang sudah pasti, enggan berkomentar karena mereka sudah tahu secara pasti seperti apa hasil pekerjaan serta bagaimana kenyamanan dan keselamatan lalu lalang kapal dan manfaat bagi masyarakat Ende.-

Kenyataan seperti ini disampaikan Bupati Ende Don Bosco M.Wangge, disela-sela acara pembukaan Musrenbang RKPD Tkt.Kab.Ende, Kamis pagi (20/03).- Dihadapan peserta Musrenbang, Wangge menjelaskan kembali soal bagaimana secara teknis pelaksanaan evakuasi KM Nusa Damai dan seperti apa hasil evakuasi yang sudah terlaksana serta bagaimana kedepannya dengan bangkai kapal Nusa Damai yang sudah terevakuasi itu. Secara teknis katanya lebih lanjut, semua pekerjaan evakuasi terutama yang berkaitan dengan survey kondisi kapal dan perhitungan arus, penyelaman, pengapungan, pergeseran kapal serta pembersihan oksigen yang sudah menjadi zat nitrogen dalam tubuh penyelam, sudah terskedul secara baik. “ Salah sedikit saja perhitungan maka akan berakibat fatal bagi setiap pekerja/penyelam, yaitu kematian dan/atau kelumpuhan permanen” Ucapnya menjelaskan.

Awal pekerjaan evakuasi, katanya lebih lanjut, Direktur PT.Nautic Maritime Salvage sendiri yang melakukan penyelaman dalam rangka pemetaan teknis.” Direkturnya Perwira tinggi, pensiunan Marinir yang mempunyai keahlian menyelam dan evakuasi bangkai kapal” Ujar Bupati. Dan yang memimpin tim evakuasi di Ende adalah Syaiful, seorang mariner aktif berpangkat Kolonel dengan keahlian khusus.

Sebagaimana perintah Direktur PT.Nautic Maritime Salvage, demikian Bupati Wangge, tim evakuasi bertugas mengevakuasi bangkai kapal ke lokasi yang diperhitungkan paling aman dan nyaman bagi lalu lintas kapal di pelabuhan Ipi. “ Jika bangkai Nusa Damai berhasil di geser kearah daratan sebelah timur dermaga Pertamina maka semua besi tua itu akan menjadi milik PT.Nautic. Namun jika karena situasi dan kondisi bangkai kapal terevakuasi kearah tenggara maka hanya satu pilihan bagi tim evakuasi, yaitu menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan arus lalu lintas kapal di kolam labuh dermaga Ipi. Misi utamanya adalah merasa bangga bisa buat sesuatu untuk masyarakat Ende” Ungkap Bupati Wangge menirukan ucapan direktur PT.Nautic Maritime Salvage.

Sebagaimana laporan dari pimpinan tim evakuasi Syaiful pada tanggal 12 Maret lalu bahwa bangkai Nusa Damai sudah tidur manis dan aman untuk semua kegiatan pelayaran diatasnya.
Secara teknis, lanjut Bupati, ia mendapat laporan dari tim evakuasi bahwa lunas kapal apa saja yang masuk kedalam laut dengan muatan penuh, kisarannya hanya sampai 7 meter. Sedangkan kondisi kedalam laut tempat Nusa Damai tidur manis pada kedalaman 90 meter dan 600 meter kearah tenggara. Dengan perhitungan ini maka tim evakuasi memberi jaminan penuh atas kelancaran, keamanan, kenyamanan dan keselamatan lalu lintas kapal.

“Jika ada yang memberi komentar tanpa memiliki pengetahuan atau latar belakang dan keahlian khusus dibidang ini, sebaiknya diam. Sebab kata orang bijak, jangan seperti kambing ajar bebek berenang” Ucapnya menambahkan.

Kerjasama TMO/KDO Ende Dengan Garuda Indonesia Selenggarakan Famtrip Bagi Jurnalis Asal Australia

Saga Traditional Village
  


Kerjasama TMO/KDO Ende dengan GAruda Indonesia selenggarakan Famtrip bagi jurnalis asal Australia:dengan GAruda Indonesia selenggarakan Famtrip bagi jurnalis asal Australia: kunjungi Rumah Pengasingan Bungkarno, Dana Kelimutu, Kampung Adat Saga, Tenun Ikat Ndona, Restorant PAngan Lokal.

Bangun Ende Sebagai Kota Wisata 

Buat Masyarakat Kota Ende Yang Hoby Menyanyi, silahkan merapat ke RRI Ende:

Foto: Buat Masyarakat Kota Ende Yang Hoby Menyanyi, silahkan merapat ke RRI Ende:

Lagu Pilihan dalam senandung Nostalgia (Phone Karaoke)
1. Loela Drakel - Anggur Merah
2. Ebiet G. Ade - Cintaku Kandas di Rerumputan
3. The Mercy's - Usa kau Harap Lagi
4. Mariam Belina - Mulanya Biasa Saja
5. The Beatles - Let it Be
Lagu Pilihan dalam senandung Nostalgia (Phone Karaoke)
1. Loela Drakel - Anggur Merah
2. Ebiet G. Ade - Cintaku Kandas di Rerumputan
3. The Mercy's - Usa kau Harap Lagi
4. Mariam Belina - Mulanya Biasa Saja
5. The Beatles - Let it Be

Ende Siapkan Rp 450 Juta Untuk Pelantikan Bupati

Pemerintah Kabupaten Ende menyiapkan dana sebesar Rp 450 Juta untuk pelantikan Bupati Ende dan Wakil Bupati Ende yang baru atas nama, Ir Marsel Y. W Petu dan Haji Djafar Achmad pada 7 April 2014.

Menurut Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Ende, Husen Thao yang dikonfirmasi Pos Kupang di Ende, Selasa (18/3/2014) menyatakan dana tersebut diperuntukan untuk konsumsi, undangan, tenda, kursi maupun penari serta kebutuhan lainnya yang terkait dengan pelaksanaan pelantikan.

"Untuk undangan saja dianggarkan satu undangan seharga Rp 10 ribu diprakirakan sekitar 4.500 undangan yang disebarkan. Jadi dengan demikian menelan dana sebesar Rp 45 Juta. Belum lagi berbagai kebutuhan lainnya,"kata Husen.

Husen mengatakan sesuai dengan rencana undangan yang akan disebar pada saat pelantikan sebanyak 4.500 orang namun demikian hal itu bisa saja berkurang dari jumlah yang direncanakan karena mengingat kapasitas gedung DPRD Kabupaten Ende yang terbatas.

JALAN BHAKTI, GARUDA DAN PATIMURA RAWAN PENGRUSAKAN LAMPU JALAN

Dari semua jalan dan lorong yang ada dalam kota Ende dan telah terpasang lampu penerangan jalan umum terdata hanya jalan bhakti, garuda dan patimura yang harus mendapat perhatian khusus. Pasalnya, ketiga ruas jalan ini rawan dengan aksi pengrusakan terhadap lampu penerangan jalan. Pengrusakan terjadi bukan hanya sekali.

Realita ini sebagaimana diungkapkan oleh penanggung jawab teknis Penerangan Jalan Umum/PJU Pemkab Ende Mustafa, disela-sela aktifitasnya melakukan pemeliharaan dan pemasangan lampu penerangan jalan di bilangan Kuruwolo,Kec.Ende Timur,Kab.Ende-NTT, selasa 18/03 siang.

“Selama saya bertugas menangani urusan penerangan jalan umum, sudah hampir 15 tahun, hanya jalan bhakti, patimura dan garuda saja yang buat saya pusing. Pagi kita pasang lampu, esok paginya lampu yang baru dipasang sudah pecah berantakan. Ini bukan hanya satu atau dua kali tapi berkali-kali” Kisah Mustafa dengan nada tinggi. Ketika ditanyakan kepada masyarakat sekitar, lanjut Mustafa, semua pada diam dan menyatakan tidak tahu. Padahal yang bermukim disekitar lampu penerangan jalan itu rata-rata orang yang berpendidikan baik dan mengerti dengan kegunaan penerangan jalan. “ Kadang dalam sebulan bisa 3 sampai 4 kali pak saya dengan anak-anak harus mengganti dan memasang lampu di wilayah itu” Ujarnya lagi.

Dia menambahkan bahwa, kadang permintaan lampu baru untuk digantikan terkesan sudah berlebihan dan sering pula dirinya dinilai mengaburkan pemanfaatan lampu-lampu jalan itu. Pada hal hanya untuk mengganti ditempat yang sama. “ Sebagai manusia kadang saya merasa risih dengan pimpinan saya, kepala bagian umum. Takutnya saya dinilai menggelapkan lampu jalan.Padahal kenyataannya bukan begitu” Kata Mustafa menjelaskan.

Setaip selesai pemasangan lampu baru diketiga jalan tersebut, demikian Mustafa, ia d an teman-temannya selalu mengingatkan kepada warga setempat agar sama-sama melakukan pemeliharaan.” Jika menemukan ada anak-anak atau remaja yang usil menggunakan katapel atau senjata angin untuk menembak lampu pada malam atau siang hari hendaknya diperingati” Imbuh Mustafa kepada warga setempat.

Keluhan teknisi PJU Ende ini juga dibenarkan oleh Kepala Bagian Umum pada Setda.Kab.Ende, Sebastianus Bele. Sebast yang dihubungi terpisah di kantornya, selasa 18/03 siang menyatakan keprihatinannya atas kenakalan remaja yang terjadi di jalan bhakti, garuda dan patimura. “ Saya kadang juga kesal dan kasihan dengan anak-anak yang sudah bekerja setengah mati dan kadang mempertaruhkan nyawanya diatas tiang listerik hanya untuk memasang atau menggantikan lampu jalan. Tapi warga tidak bisa bekerja sama hanya untuk pengamanan saja” Tutur Sebast. Ditambahkan bahwa, pekerja PJU yang dikoordinir oleh bagian umum hanya 4 orang untuk melayani seluruh wilayah kota dan kabupaten ini. Dari 4 orang, 2 diantaranya PNS sedangkan 2 lainnya tenaga sukarela.

Sebast berharap agar masyarakat sekitar penerangan jalan umum agar secara sadar dan bersama-sama selalu memperhatikan keamanan lampu sehingga pemanfaatannya bias dalam waktu yang lama. Sebab, kata dia, alokasi dana untuk pemeliharaan bukan setiap hari melainkan terakumulasi untuk tahun anggaran. Dan pemeliharaan PJU bukan saja di ketiga jalan tersebut tapi semua penerangan jalan yang instalasinya sudah terpasang.

Oknum Pegawai Dispenda Ende Gelapkan Rp 100 Juta

Aparat penyidik Kepolisian Resor (Polres) Ende saat ini kembali mengusut dugaan korupsi penggelapan insentif pajak senilai Rp 100 juta oleh oknum pegawai Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Ende atau Kantor Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Ende tahun 2008.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ende, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Musni Arifin mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Rabu (19/3/2/014).

Musni menjelaskan, dugaan korupsi penggelapan insentif pajak di Dispenda/PPKAD Ende polisi sudah memintai keterangan dari beberapa pihak terkait yang dianggap tahu tentang adanya dugaan korupsi di Kantor Dispenda Kabupaten Ende.

Selain itu, demikian Musni, polisi juga meminta pendapat dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT. Hasil dari BPKP NTT juga menyatakan ada dugaan tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh salah satu oknum yang pernah bekerja pada Kantor Dispenda/PPKAD Kabupaten Ende.

"Temuan BPKP menyatakan ada kerugian negara sebesar Rp 100 Juta. Sebelumnya kantor itu bernama Dispenda sekarang sudah diganti menjadi PPKAD. Oknum pegawai itu sudah pindah ke unit kerja lain, namun masih dalam lingkup Pemkab Ende," ungkap Musni.

Musni menyatakan, kasus penggelapan insentif pajak merupakan salah satu kasus yang menjadi fokus perhatian Polres Ende saat ini dalam upaya penyelesaian tindak pidana korupsi di Kabupaten Ende. "Kasusnya sudah lama, diharapkan tahun ini bisa diselesaikan," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan bahwa dugaan korupsi insentif pajak di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berupa penggelapan setoran pajak oleh salah satu oknum staf di kantor tersebut senilai Rp 100 juta.

Terungkapnya kasus penggelapan insentif pajak itu berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas Daerah yang kini disebut Inspektorat Daerah pada masa kepemimpinan Drs. David Dalla.

Selasa, 18 Maret 2014

12 PARPOL IKUT PAWAI KAMPANYE DAMAI DI ENDE


Sebanyak 12 Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Ende mengikuti kegiatan kampanye damai yang diselenggarkan oleh KPU setempat, Sabtu (15/3/2014). Kampanye damai diawali dengan ikrar serta penantanganan pelaksanaan kampanye damai oleh masing-masing Parpol bertempat di Jalan Soekarno Ende.Ikut hadir dalam kegiatan itu Ketua KPU Kabupaten Ende, Florentinus H Wadhi, Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, Ketua Panwaslu, Esterina Sagajoka dan Asisten III Setda Ende, Ir Don Randa Ma.

Ketua KPU Kabupaten Ende, Florentinus H Wadhi  mengatakan pawai kampanye damai maupun ikrar oleh masing-masing Parpol diharapkan tidak sekedar menjadi kegiatan serimonial belaka namun harus menjadi komitmen bersama agar kampanye damai dapat terwujud.

Dikatakan pelaksanaan deklarasi kampanye damai dan kirab pemilu ini, selain untuk mensosialisasikan penyelenggaraan Pemilu juga  membangun komitmen bersama antar peserta Pemilu untuk mewujudkan pemilu yang damai dan bermoral.Pihaknya mengajak semua komponan baik peserta Pemilu maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehidupan  sosial pada saat dan setelah pelaksanaan kampanye juga menghadirkan pelaksanaan kampanye yang damai dan beradab. “Hendaknya ajang politik tidak merusak tatanan kehidupan masyarakat Kabupaten Ende yang telah terbangun begitu lama di Kabupaten Ende ini,”ujarnya.

Diharapkan kepada partai politik dalam melaksanakan kampanye tetap berpedoman pada peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Kampanye yang telah diubah menjadi peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan irkar kampanye damai damai oleh Ketua DPC PAN Kabupaten Ende, Sabri Indaradewa yang mewakili Parpol dilanjutkan dengan pawai. Pelaksanaan pawai dimeriahkan dengan panampilan marcing band dari SMAK Frateran Ndao, Ende.Penampilan para peserta pawai dengan  kendaraan yang diberi atribut partai serta penampilan para siswa/I SMAK Frateran Ndao  menarik perhatian warga di sepanjang ruas rute yang dilewati mulai dari Jalan Soekarno hingga di Kantor KPU Kabupaten Ende, Jalan Melati.

PERANG ITU SUDAH SELESAI, PELABUHAN IPII ENDE AKAN KEMBALI BERJAYA

10 tahun Pemerintah dan masyarakat Kab.Ende-NTT berperang melawan makluk tak bernyawa. Selama 10 tahun itu juga sejumlah bendera berkibar di dermaga Ipi, tapi tidak ada satupun bendera kemenangan yang bisa dikibarkan. Dan di penghujung 10 tahun itu, tepatnya pada tanggal 6 Maret 2014, hanya bendera NMS ( Nautic Maritim Salvage) yang mampu bertahan atas kerasnya gelombang dan arus laut sawu serta mampu keluar sebagai pemenang setelah memporak-porandakan semua anggapan irasional, segala bujukan bernuansa politis dan segala rayuan bernafaskan kolusi.

Ketika dentuman balon gas raksasa membangunkan peniup sangkakala dari tidur panjang, semua makluk bawah laut hingar bingar ketakutan karena sebentar lagi sangkakala berbunyi petanda perang dan bencana datang. Memang benar, sangkakala berbunyi memekakkan telinga, diikuti deru gas menggelembungkan balon di empat penjuru mata angin. Dengan dan dalam hitungan mundur yang diawali angka 3, bah kiamat datang.Tulang belulang dan sisa-sisa usus Nusa Damai tergoncang dan terdongkrak tak ampun, membumbung dan membawa bangkai sial ke permukaan jagat. Semua mata menatap-lahap bangkai pulau bencana, si Nusa Damai yang terkepung-apung. Itulah detik-detik runtuhnya kecongkakan yang harus berakhir dengan kebinasaan.

Kini makluk tak bernyawa itu yang sudah meluluh-lantakan harapan putra dan putri kelimutu untuk bisa hidup lebih baik lagi dan hilang selama 10 tahun, harus bertekuk lutut di kaki sang pahlawan nusa bunga, PT.Nautic Maritim Salvage. Anak-anak asuhan Syaiful sang jenderal lapangan yang mengomandani tim evakuasi Nusa Damai membuat makluk tak bernyawa ini tak bisa berspekulasi lagi. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, Nusa Damai sang bangkai harus minggat dibawah paksaan teknologi berantai, kecerdasan sang komandan dan ketrampilan juru selam.

Selesai sudah perang melawan Nusa Damai yang 10 tahun telah membuat ketidak-damaian bagi kapal yang merapat dan membuang sauh di kolam labuh dermaga Ipi Ende. Perang pamungkas ini adalah perang kota, perang teknologi tanpa ada sentuhan politis, kepentingan atau afiliasi pada siapapun di Ende ini, kecuali untuk dan demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Ende.Kini bangkai Nusa Damai itu terseret arus laut selatan dan tenggara, membiarkan kolam labuh tersenyum simpuh menatap tanpa rasa. Semua sudah selesai.

Kerinduan masyarakat Ende yang sudah terpotong-potong, saat ini sudah menyatu kembali dan malah justeru memperkuat komitmen dan karya nyata agar kolam labuh dermaga Ipi akan menampakan lalu lalang dan hilir mudik kapal barang dan penumpang yang mencerminkan bangkitnya kembali arus barang dan jasa, yang menelusuri samudera lepas, membingkai rantai perekonomian menuju pantai tebusan.

Di wajah anak nelayan kini nampak ada asa. Di mata ibu-ibu ada binar bah bintang timur. Di mata anak putus sekolah ada tawa karena sebentar lagi mereka sudah bisa mengais rejeki tanpa meminta-minta. Merebut bagasi menjadikannya rupiah dari keringat dan darah.

Keramaian bandar yang tertidur sejak lama, terbelalak lagi terkena siraman cahaya pagi dan rona benderang petromax beraliran malam hari. Simpang siur mobil menunggu dan mencari penumpang menyatu dengan para portir yang sigap memandu dan memikul barang. Semuanya menjadi hidup dan menghidupkan suasana serta kegairahan yang selama 10 tahun mati suri.

“Pak, sodho abe Baba Bupati, abe imu mai Jawa ata selama na kema mbana pati wau kapal Nusa Damai.Kami bala tazo ozo kema abe. Ono rina ra Nggae dewa, mbeja na abe wi mbana iwa saza raza, mbana neka raza masa, zeta neka wozo eo mozo, mae sidi soi”Pak, sampaikan pada Bapak Bupati, teman-teman dari jawa/tim evakuasi KM.Nusa Damai, doa kami selalu bersama mereka.Biar semua pekerjaan mereka selalu terhindar dari hambatan dan aral yang melintang, berjalan mulus” Ungkap Hadijah salah seorang ibu yang biasa menjual kopi dan buah-buahan di pelabuhan Ipi.

Ketulusan ungkapan hati dari Ibu Hadijah ini mencerminkan begitu besar harapannya agar dalam waktu yang tidak lama lagi kapal-kapal roro dari Surabaya sudah bisa datang ke Ende dan menjalankan aktifitas bongkar muat barang dan penumpang. Karena dari situlah ia mengais rejeki untuk membiayai hidupnya dan menyekolahkan anaknya.

Salah seorang portir, Arifin Nubi juga mengisahkan keluhannya. Arifin yang tinggal dibilangan Ambutonda, Kelurahan Kota Raja ini mengatakan, ia bekerja sebagai portir sudah 23 tahun.Setelah kasus tenggelamnya KLM Nusa Damai, pendapatannya menurun drastic. Sebab ia hanya berharap pada datangnya kapal penumpang PT.Pelni, KM.Awu. Itupun 2 minggu sekali. Namun ketika kapal roro beroperasi secara rutin di pelabuhan Ipi, pendapatannya nterbilang cukup baik. Karena kapal roro boleh dikatakan hampir setiap 2 hari sekali merapat di dermaga Ipi. Selain menjalani pekerjaan sebagai portir, ia juga menjual makanan ringan/kue dan kopi serta kelapa muda. “ dari kerja sebagai portir saja, sebulannya saya bisa dapat 1 juta lebih. Belum hasil jualan kopi dan makanan ringan, itu untungnya kalau dijumlah dalam 1 bulan bisa mencapai 650 ribu Pak. Setelah Nusa Damai tenggelam, anak saya yang kedua putus sekolah. Hanya sampai SMP saja Pak. Ya, saya sangat berterima kasih pada Bapak Bupati yang sudah berjuang keras dan menunjuk tim dari Surabaya itu pindahkan kapal yang tenggelam. Kan roro pasti akan datang lagi.” Ujar Arifin dengan nada penuh harapan.

Lukas yang berdomisili dibilangan Koponggena dan kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek, begitu mendengar bangkai KM Nusa Damai berhasil dievakuasi, duduk merunduk berurai air mata. Ia terharu karena setelah melewati perjuangan yang panjang akhirnya bangkai kapal pembawa malapetaka ekonomi, bisa digeser sehingga kolam labuh dermaga Ipi dapat berfungsi lagi. “Sebagai tukang ojek, saya bisa mendapat pemasukan sebulannya mencapai 1,8 juta pak. Itu baru hasil dari antar jemput penumpang, siang dan malam hari. Belum ojekan berlangganan dari anak sekolah. Sekali datang, saya bisa dapat sampai 300 ribu. Sekali antar biasanya kalau malam, dalam kota per-kali antar 50 rb sampai ditempat. Bisa 6 kali antar pak termasuk dengan barang.” Kisahnya.

Sementara itu Bupati Ende, Don Bosco M.Wangge, dalam acara syukuran dan perpisahan dengan tim evakuasi KM Nusa Damai (Rabu,12/03/14) mengatakan bahwa ia sudah melakukan kontak dan komunikasi dengan beberapa perusahaan yang memiliki kapal Roro di Surabaya. Intinya, menyampaikan bahwa dermaga Ipi Ende-NTT sudah bisa disandari kapal Roro dan kapal barang serta penumpang lainnya. Penyampaian itu, demikian Bupati mendapat respon yang baik sekali. “Sekarang hanya pengaturan jadwal kedatangan sambil menanti beberapa perbaikan dan pekerjaan dermaga yang saat ini tengah dilaksanakan” Tutur Bupati Wangge.

Selamat jalan Bapak Syaiful dan kawan-kawan.Selamat bertugas di tempat yang lain. Kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Ende. Jasamu selalu kami kenang dalam setiap doa.

Senin, 17 Maret 2014

Rombongan Wartawan Australia Kunjungi Kabupaten Ende

Rombongan wartawan asal Negara Australia sebanyak tujuh orang mengunjungi Kabupaten Ende selama dua hari, Sabtu (15/3/2014) hingga Minggu (16/3/2014).

Selama berada di Ende para wartawan asal negeri kanguru tersebut mendatangi sejumlah tempat wisata seperti Situs Bung Karno, Danau Kelimutu, Kampung Saga serta kerajinan tenun ikat di Kecamatan Ndona.

Menurut Gregorius Manao selaku Program Officer Community Devolopment, Swisscontact yang ditemui di Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende, Sabtu (15/3/2014) menyatakan kedatangan para wartawan dari Austalia itu merupakan bagian dari kegiatan familiarization trip yang dilakukan oleh pihak maskapai penerbangan Garuda-Austalia.

Dalam kegiatan itu wartawan dari Austalia mengunjungi sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Ende mulai dari Situs Bung Karno, Danau Kelimutu, Moni maupun tempat kerajian tenun ikat yang ada di Kecamatan Ndona.

Diharapkan dengan kunjungan tersebut para wartawan dari Negara Australia dapat mempublikasikan keberadaan berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Ende secara khusus maupun Flores secara umum dengan demikian berimbas pada kunjungan wisatawan dari Australia ke Flores ataupun Kabupaten Ende.

Gregorius mengatakan pelaksanaan kunjungan itu merupakan hasil kerjasama antara maskapai penerbangan Garuda, Destination Management Organization (DMO) Flores, Swisscontact, TMO Flores, Pemda Ende juga para pelaku wisata lainnya di Kabupaten Ende.

Gabriela Pamelafelita selaku Executive Secretary Queessland Garuda, kepada Pos Kupang mengatakan pelaksanaan kunjungan media dari Australia merupakan bagian dari kegiatan familiarzation trip yang diselenggarakan oleh pihak maskapai penerbangan Garuda yang ada di Austalia bekerjasama dengan sejumlah pelaku wisata di Pulau Flores terutama di Manggarai Barat dan Ende.

Perwakilan Garuda Australia Gencar Promosi Objek Wisata Kabupaten Ende

Sejak PT.Garuda Indonesia membuka route penerbangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Kabupaten Ende sejak Desember 2013 lalu, pihak managemen maskapai penerbangan itu serius dan memegang kuat komitmen untuk mengorbitkan objek wisata unggulan yang ada di daerah ini ke berbagai belahan dunia.

Sebagai langkah awal, Garuda sudah menugaskan perwakilannya di Australia untuk melakukan berbagai upaya pendekatan, sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat luas tentang berbagai keunggulan obyek wisata yang ada di Kabupaten Ende.

Hal ini dikemukakan oleh Gabriela Pamelafelita selaku Executive Secretary Queenslad di Australia, Sabtu (15/3) petang, saat memberi keterangan pers kepada sejumlah awak media di Ende.

“ Kami mendapat signal dari pihak managemen Garuda agar mengambil langkah-langkah konstruktif untuk melakukan pengenalan berbagai objek wisata yang ada di Flores khususnya di Ende, untuk dijual kepada para wisman yang ada di Australia maupun negara lainnya,” tutur Pamela.

Dia menambahkan, objek wisata di Ende seperti Kelimutu, sudah banyak yang mengetahui.Namun, secara detil dan spesifik kalangan wisman belum mendapatkan inmformasi lengkapnya.

“Kita perlu menyajikan data dan gambar yang lebih khusus agar mereka bisa memahami seperti apa keunikan-keunikan kelimutu dan objek wisata lainnya.” paparnya.

Untuk menunjang aktifitas yang bersifat promotif terhadap objek wisata di Ende, Garuda juga bekerja sama dengan Swiss Contact dan TMO/DMO yang ada di daerah ini. Lembaga tersebut ikut dalam memfasilitasi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing

Jumat, 14 Maret 2014

SEJARAH SINGKAT PENGASINGAN BUNG KARNO DI ENDE

Tanggal 28 Desember 1933 Pemerintah Kolonial Hindia Belanda mengeluarkan surat keputusan yang membuat Soekarno, yang saat itu berusia 33 tahun harus menjalani hukuman pengasingan sebagai tahanan politik di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Dikawal serdadu Belanda, Bung Karno bersama keluarganya bertolak dari Surabaya dengan menumpang kapal barang KM van Riebeeck menuju Flores. Setelah berlayar selama 8 hari, mereka tiba di Ende, kota kecil di pesisir selatan Pulau Flores pada tanggal 14 Januari 1934 dan langsung dibawa ke rumah tahanan di kampung Ambugaga, kelurahan Kota Ratu, Ende. Di rumah pengasingan inilah, Sang Proklamator beserta istrinya Inggit Ganarsih, mertuanya Ibu Amsih dan kedua anak angkatnya Ratna Juami dan Kartika menghabiskan

waktu mereka selama 4 tahun (1934-1938).
Setelah menjalani masa pembuangan di Pulau Flores selama empat tahun, sembilan bulan dan empat hari, pada tanggal 18 Oktober 1938 Bung Karno meninggalkan Ende dengan naik kapal yang akan membawanya ke Bengkulu. Bung Karno telah pergi sambil membawa kenangan yang tak terlupakan tentang Pulau Flores, khususnya Ende. 

Materi diambil dari buku "Bung Karno dan Pancasila, Ilham dari Flores untuk Nusantara"
diterbitkan oleh Tim Nusa Indah serta berbagai sumber.

Ende Central Ikatan Batin Bangsa

Wakil Presiden Boediono mengatakan, kota Ende merupakan sentral ikatan batin bangsa yang tidak lepas dari negara kesatuan Repubik Indonesia. Sebab, tepat 28 Desember 77 tahun lalu, pemerintah kolonial Belanda menandatangani surat keputusan pembuangan tokoh pahlawan nasional dan tokoh pendiri bangsa ini, Bung Karno ke Ende. Ende ketika itu sangat terpencil dari pusat pemerintahan di Batavia.

Boediono mengatakan hal itu saat mencanangkan pemugaran situs Bung Karno di Ende, Selasa (28/12) petang. Wapres Boediono didamping isterinya Herawati Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Bersatu II seperti Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Mohamad, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Kehutanan Zulkifi Hasan, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Dijelaskan, dalam konsultasi dengan sejumlah tokoh masyarakat di Ende ketika berkunjung sebelum menjabat Wakil Presiden dicapai kesepakatan untuk merenovasi situs sejarah yang terdapat di daerah ini. Rumah kediaman Bung Karno pada masa pembuangan tahun 1934 – 1938, tempat Bung Karno merenung dan gedung Imaculata, tempat Bung Karno menggelar pertunjukan tonil atau sandiwara hasil karyanya.
Menteri Kebudayaan dan Parwisata Jero Wacik dalam pengantarnya mengatakan, kunjungan Wapres dan rombongan ke situs Bung Karno di Ende, merupakan penghargaan besar bagi Bung Karno yang telah berjuang dan menjadi pahlawan kita. Bila ada pemimpin yang mau mengunjungi situs bersejarah merupakan pertanda baik, bahwa bangsa kita adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Lebih mulia lagi, bila pemimpin berminat memugar situs, monumen atau museum tentang pahlawan.

Dalam salah satu sidang kabinet, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengingatkan untuk terus meningkatkan karakter bangsa. Situs kepahlawanan sangat bisa dipakai untuk membangun karakter bangsa.

10 Situs Bung Karno di Ende Akan di Renovasi

               http://www.bungkarnodiende.com/Images/id/10situs.png









Strategi Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Kabupaten Ende

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BAHARI DI KABUPATEN ENDE
Oleh
Josef Alfonsius Gadi Djou
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Flores

A. Pendahuluan
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar yang wilayahnya terbentang dari Sabang hingga Merauke atau dari Talaud hingga Rote. Indonesia diakui sebagai salah satu negeri yang elok dengan berbagai keindahan alamnya, tidak hanya di darat, juga di laut. Di Indonesia bertebar beraneka ragam ekosistem laut dan pesisir. Ada banyak pantai berpasir indah di negeri ini yang menakjubkan bagi yang melihatnya. Ada juga banyak gua, laguna, estuari, hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang yang menghiasi negeri ini. Semuanya indah dan perawan (pristine, unspoiled). Indonesia juga memiliki enam dari sepuluh ekosistem terumbu karang terindah dan terbaik di dunia. Ada Raja Ampat, Wakatobi, Taka Bone Rate, Bunaken, Karimun Jawa, dan Pulau Weh yang terderet dalam sepuluh ekosistem terumbu karang yang dikeluarkan oleh World Tourism Organization.

Indonesia sebagai negara kepulauan berpotensi besar untuk mengembangkan potensi wisata bahari. Keragaman hayati dan kebhinekaan sosial budaya memiliki keunikan dan daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Pengembangan potensi wisata bahari memiliki arti strategis dalam pengembangan budaya bahari, usaha multisektor, ekonomi daerah, dan penguatan peran serta masyarakat.
Hampir tidak ada yang memungkiri bahwa Indonesia merupakan surga bagi pengembangan potensi wisata bahari. Terumbu karang Indonesia menyumbang sebanyak 21% kekayaan terumbu karang dunia dan 75% jenis karang di dunia dapat ditemui di sini. Lebih dari 3.000 jenis ikan hidup di perairan Indonesia membentuk taman surgawi yang begitu indah. Taman–taman laut tersebut telah menjadi kawasan hutan bakau terbesar di dunia. Jika dikelola dengan baik, kawasan taman laut di Indonesia dapat menghasilkan sekitar US$ 2,3 miliar atau Rp21 triliun lebih per tahun. Pertanyaan yang muncul adalah apakah bangsa Indonesia telah menyadari begitu besar potensi wisata bahari yang dimiliki?

Potensi–potensi wisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, antara lain adalah P. Komodo di Kabupaten Manggarai Barat dan Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende. Selama ini yang dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman) hanya dua objek wisata di Pulau Flores, padahal di kabupaten lain, selain kedua kabupaten itu, masih banyak objek wisata lain. Dari arah barat Pulau Flores, objek wisata itu adalah sebagai berikut: Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Danau Ranamese dan Pemandangan Indah di Gunung Anak Ranaka Kabupaten Manggarai Timur, Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau di Riung Kabupaten Ngada, Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Taman Wisata Alam Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka, Devosi Prosesi Jumad Agung atau Semana Santa di Kabupaten Flores Timur, dan Atraksi Langka Perburuan Ikan Paus Nelayan Lamalera di Kabupaten Lembata. Peta Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat dilihat pada Lampiran 1.

Kabupaten Ende yang berada di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai potensi wisata bahari yang dapat lebih dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing. Kabupaten Ende dengan luas 2.046,60 km2 dan memiliki garis pantai sepanjang 111 mil atau 205,572 km terbelah dari pesisir utara panjang 60 mil atau 111,120 km dan pesisir selatan sepanjang 51 mil atau 94,452 km ditengah dari Pulau Flores. Peta kabupaten Ende dapat dilihat pada lampiran 2.
Data kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ende dari tahun 2006 sampai dengan 2010 adalah sebagai berikut.
Tabel 1
Pengunjung Taman Nasional Kelimutu
Tahun 2006 sampai dengan 2010

Data di atas memperlihatkan bahwa yang menjadi prioritas kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ende adalah Taman Nasional Kelimutu. Pengunjung wisata bahari belum ada.

B. Tujuan Penulisan
Penelitian ini bertujuan untuk mencari strategi pengembangan potensi wisata bahari di Kabupaten Ende; potensi wisata bahari diharapkan dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Ende; pengembangan potensi wisata bahari secara terencana dan bervisi untuk jangka waktu panjang bertujuan bagi kemajuan pariwisata Kabupaten Ende.

C. Tinjauan Pustaka
Menurut Sayid Abdul Karim dalam SumbawaNews.com (15 Januari 2009), dengan memahami berbagai potensi dan hambatan kultural yang ada pada masyarakat setempat, potensi wisata di daerah kurang berkembang dan belum dapat dimaksimalkan. Pengembangan pariwisata bukan hanya merupakan tugas pemerintah. Akan tetapi, juga pelaku bisnis pariwisata diharapkan dapat berperan aktif dalam mengembangkan destinasi dan melaksanakan strategi pemasaran yang tepat, efisien, dan efektif, terutama bagi objek daya tarik wisata (ODTW) yang potensial untuk dipasarkan. Dengan strategi tersebut, daerah kurang berkembang akan menjadi daerah destinasi pariwisata yang mempesona.

Visi dan misi wisata bahari menurut Hermantoro, (2009:3) adalah “Indonesia dalam waktu 10 tahun menjadi tujuan wisata bahari terkemuka di Kawasan Asia Pasifik”. Misi wisata bahari, dijabarkan oleh Hermantoro (2009:3) berikut ini:

1) memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan di alam kebaharian Indonesia;
2) menciptakan iklim kondusif bagi investasi industri wisata bahari; 
3) menciptakan keterpaduan pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan;
4) mengembangkan produk wisata bahari dengan pola kemitraan diantara pelaku wisata bahari.

Strategi penjabarannya adalah:
1) pengembangan terpadu kawasan wisata bahari;
2) penataan sistem informasi, promosi, dan pemasaran;
3) pengembangan usaha pariwisata;
4) penataan sistem pelayanan dan perizinan;
5) penataan sistem kepelabuhan;
6) konservasi lingkungan; dan
7) pengembangan usaha berbasis masyarakat.

Adri Mubarok dalam SuaraMahasiwaMediaOnline (29 Januari 2011), dengan melihat minimnya jenis wisata bahari di Indonesia, jenis wisata ini harus segera dikembangkan. Dunia telah mengakui adanya potensi wisata bahari ini, tinggal kesadaran bangsa Indonesia untuk membangun dan mengembangkannya. Diharapkan nantinya Indonesia akan dikenal sebagai bangsa yang unggul dari sektor pariwisata.

M. Faried Moertolo, Direktur Promosi Dalam Negeri Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (Kompas, 06 Juni 2011) mengatakan bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat, terutama dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata. Akomodasi dan transportasi harus dipikirkan supaya wisatawan merasa nyaman.


D. Definisi Operasional
Beberapa definisi operasional yang dipakai dalam tulisan ini adalah sebagai berikut.

1. Strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.

2. Pengembangan adalah proses, cara membangun secara bertahap dan teratur yang menjurus ke sasaran yang dikehendaki.

3. Potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.

4. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

E. Strategi–Strategi Pengembangan
Myra dan Ina, (2000:1–2) mengatakan bahwa alasan suatu daerah mengembangkan sektor pariwisatanya adalah sebagai berikut. Pengembangan pariwisata merupakan suatu tindakan yang menentukan dalam semua program pengembangan wilayah dan masyarakat. Pada dasarnya terdapat beberapa cara untuk menarik investor dan pebisnis ke dalam suatu daerah, yaitu pengembangan pertanian, sektor primer lain, industri, dan pariwisata. Diantara semua itu, pengembangan pariwisata merupakan yang paling cepat dengan metode yang paling mudah.

Namun, potensi yang ada tersebut dewasa ini belum menjadi keunggulan yang kompetitif bagi bangsa Indonesia. Keunggulan objek wisata itu belum dapat memberikan kontribusi besar pada perekonomian nasional. Oleh karena itu, agar wisata bahari benar–benar menjadi salah satu penopang perekonomian negara secara berkelanjutan, harus dibangun dengan strategi yang terencana dan bervisi jangka panjang.
Menurut Tribe (1997: 114) ada empat langkah strategi pariwisata yang efektif, yaitu: a) mengutamakan pelanggan; b) menjadi pemimpin dalam kualitas; c) mengembangkan inovasi yang radikal; dan d) memperkuat posisi strategis.

Dahuri dalam http:// rokhmindahuri.wordpress.com (02 Februari 2009) mengatakan ada lima strategi pengembangan wisata bahari di Indonesia, yaitu
Pertama, dalam pengelolaan pariwisata bahari tersebut pemerintah harus mengubah pendekatan dari sistem birokrasi yang berbelit menjadi sistem pendekatan entrepreurial. Pemerintah dituntut untuk tanggap dan selalu bekerja keras dalam melihat peluang dan memanfaatkan peluang sebesar–besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan harus menyiapkan sebuah regulasi/kebijakan yang mendukung pengembangan pariwisata bahari. Kebijakan tersebut antara lain, adalah menciptakan kawasan ekonomi khusus di kawasan yang sedang mengembangkan pariwisata bahari, misalnya memberikan kebijakan bebas visa pada wisatawan asing yang akan berkunjung.

Kedua, melakukan pemetaan terhadap potensi wisata bahari yang dimiliki, berupa nilai, karakteristiknya, infrastruktur pendukungnya, dan kemampuannya dalam menopang perekonomian. Dengan demikian, dapat ditentukan wisata bahari mana yang harus segera dibangun dan mana yang hanya perlu direvitalisasi. Selain itu, juga perlu dipetakan lingkungan yang terkait dengan pariwisata bahari, baik lingkungan internal maupun eksternal. Lingkungan internal yang perlu dipetakan adalah bagaimana kekuatan dan kelemahan pariwisata bahari tersebut. Lingkungan eksternal yang perlu dipetakan adalah sosial–budaya, politik/kebijakan, ekonomi–pasar, dan kemampuan teknologi. Selain itu, juga perlu diketahui sejauh mana negara–negara lain melangkah dalam pengembangan pariwisata bahari, Indonesia bisa belajar dari keberhasilan dan kegagalan mereka dalam mengembangkan pariwisata bahari.

Ketiga, menyusun rencana investasi dan pembangunan atas berbagai informasi yang telah didapatkan dari pemetaan di atas. Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan ini adalah Indonesia tidak hanya akan membangun sebuah pariwisata bahari. Namun, juga perlu diperhatikan faktor pendukungnya, seperti akses transportasi, telekomunikasi, dan lain–lain. Dengan demikian, rencana pengembangan pariwisata bahari dapat terukur dan tepat sasaran.

Keempat, menciptakan kualitas SDM yang tangguh di bidang pariwisata bahari, baik keahlihannya, kemampuan dalam inovasi, adaptabilitas dalam menghadapi berbagai perubahan lingkungan eksternal, budaya kerja dan tingkat pendidikan, serta tingkat pemahaman terhadap permasalahan strategis dan konsep yang akan dilaksanakannya. Pada masa mendatang keunggulan SDM dalam berinovasi akan sangat penting setara dengan pentingnya SDA dan permodalan. Hal ini terkait dengan perkembangan teknologi yang pesat, khususnya teknologi informasi.

Kelima, melakukan strategi pemasaran yang baik, seperti yang dilakukan Thailand. Thailand memasarkan objek wisatanya di televisi–televisi internasional dan berbagai media massa seperti internet, majalah dan pameran–pameran pariwisata di tingkat internasional. Bahkan, mereka menghabiskan dana sekitar US$ 1 miliar untuk mempromosikan wisata di beberapa jaringan televisi internasional. Bahkan, beberapa negara melakukan segmentasi pasar wisatawan. Hal ini seperti dilakukan oleh Hongkong dan Thailand untuk memudahkan rencana pengembangan pariwisatanya dengan tidak menyamaratakan pasar wisatawan.

F. Potensi Wisata Bahari
Potensi wisata bahari di Indonesia sangat beragam, bahkan nilai keindahannya tiada bandingannya di dunia. Misalnya, Kepulauan Padaido di Papua memiliki taman laut yang indah. Keindahannya bahkan menempati peringkat tertinggi di dunia dengan skor 35. Posisi ini telah mengalahkan taman laut Great Barrier Reef dengan skor 28 di Queensland, Australia. Selain jenis wisata alam (eco tourism) seperti Taman Laut Kepulauan Padaido, masih ada banyak jenis wisata bahari lainnya yang tersebar di Nusantara di antaranya adalah wisata bisnis (business tourism), wisata pantai (seaside tourism), wisata budaya (cultural tourism), wisata pemancingan (fishing tourism), wisata pesiar (cruise tourism), wisata olahraga (sport tourism), dan lain–lain.

Wisata bahari mencakup kegiatan–kegiatan yang terdiri dari sailing (berlayar), cruising (kapal pesiar), yachting (perahu), diving (penyelaman), snorkeling (penyelaman laut dalam), wind surfing (selancar angin), surfing (selancar), jet ski sport (olahraga jet ski), power boating (perahu bermotor), canoeing (bersampan), sea kayaking (kayak dilaut), boat racing (lomba perahu), whale watching (menonton ikan paus), dan sport fishing (lomba pancing ikan).

Yang perlu dipersiapkan untuk kegiatan wisata bahari adalah
a) penyiapan sarana prasarana;
b) pelaku pengelola dan pelaksana;
c) aksesibilitas ke produk dan destinasi wisata bahari; dan
d) pedagang perantara atau tour operator.

Wisata Bahari itu memerlukan pelayanan publik berupa:
a) SDM penjaga pantai yang andal;
b) SAR yang siap sedia;
c) peralatan keselamatan / kendaraan di darat sampai helikopter;
d) peraturan–peraturan/urusan keselamatan, keamanan yang berstandar internasional; dan
e) sejumlah hal teknis lainnya.
Pemerintah sebagai pendukung dan fasilitator tetap berada di garis depan dengan memfasilitasi pengembangan sarana dan prasarana, kegiatan pendidikan, dan pemasaran wisata bahari.

G. Lokasi–Lokasi Wisata Bahari di Kabupaten Ende
Ada 15 lokasi wisata budaya dan 69 lokasi wisata alam yang tersebar pada 21 kecamatan di Kabupaten Ende dan yang menjadi lokasi wisata bahari terdapat di 24 lokasi yang tersebar di 11 kecamatan.
Jumlah itu siap dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan seperti terlihat pada Tabel 2.
Dari Tabel 2 dan Lampiran 3 dan Lampiran 4 dapat dilihat bahwa semua objek wisata bahari belum dikembangkan. Yang disuguhkan sebagai objek wisata masih berupa panorama saja.
H. Strategi Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Kabupaten Ende

Pertama, untuk dapat mengelola potensi–potensi wisata bahari yang ada, Pemerintah Kabupaten Ende harus mengeluarkan kebijakan yang memberikan kesempatan dan kemudahan kepada pelaku pariwisata untuk dapat masuk ke dalam kawasan wisata bahari agar memulai usahanya. Kebijakan yang dilakukan adalah dengan mempermudah pengurusan izin usaha dan izin mengelola kawasan wisata bahari. Kebijakan yang terkait dengan strategi ini adalah kebijakan penataan ruang dengan mengikuti peraturan yang berlaku dan perlindungan terhadap lingkungan.
Tabel 2

Objek Wisata Bahari di Kabupaten Ende

Kedua, pemerintah membuat perencanaan untuk mengembangkan kawasan–kawasan wisata bahari sehingga dapat diketahui kawasan mana yang lebih dapat cepat dijual dan kawasan mana yang perlu lebih banyak memerlukan penataan infrastruktur. Strategi kedua ini ditempuh agar tidak terjadi konflik kepentingan antarsektor.

Ketiga, dengan perencanaan yang dibuat dalam strategi kedua, akan dapat diketahui bukan saja apa yang harus dikembangkan di kawasan wisata bahari, tetapi juga akan diketahui hal apa saja yang diperlukan untuk sarana–sarana pendukung kawasan wisata bahari di Kabupaten Ende. Yang penting diperhatikan di Kabupaten Ende adalah pengembangan sarana pelabuhan laut dan penambahan kemampuan Bandar Udara H.H. Aroeboesman Ende untuk bisa didarati pesawat berbadan lebar. Selain itu, juga dukungan infrastruktur jalan yang menghubungkan potensi–potensi wisata bahari di Kabupaten Ende.

Keempat, pemerintah bersama masyarakat kawasan wisata bahari mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengelolanya. Pengembangan sumber daya manusia bisa dilakukan melalui pelatihan–pelatihan pengelolaan wisata bahari. Melalui strategi ini diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengembangan wisata bahari.

Kelima, pemerintah mempromosikan kawasan–kawasan wisata bahari di Kabupaten Ende secara kontinu dan berkesinambungan melalui berbagai cara dan media.

Kelima strategi ini diharapkan dapat mengembangkan potensi pariwisata bahari di Kabupaten Ende. Namun, strategi–strategi ini tidak akan berarti jika pemerintah, investor/swasta, perbankan, masyarakat, dan pihak lain yang memungkinkan tidak berkoordinasi dalam mengembangkan potensi wisata bahari untuk kemakmuran rakyat Kabupaten Ende.

I. Penutup
Objek wisata bahari di Kabupaten Ende belum dikembangkan. Hal ini disebabkan perhatian pemerintah terhadapnya melalui APBD kurang. Pemerintah lebih mengembangkan Taman Nasional Kelimutu. Diharapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait mengembangkan objek wisata bahari dengan mengutamakan partisipasi masyarakat setempat.
Agar pengembangan potensi wisata ini maksimal, infrastruktur dan manajemennya diatur sebelum dipromosikan. Hal ini mencegah terjadinya dampak negatif dari pengembangan sektor pariwisata.

Kota Ende Flores

Evakuasi Bangkai KM Nusa Damai, Kado Manis di Akhir Tugas Bupati Wangge

Tinggal sebulan lagi, Bupati Ende Don Bosco M. Wangge dan Wakilnya Achmad Mochdar, mengakhiri masa tugasnya sebagai pemimpin di Kabupaten Kelimutu itu.Berbagai catatan baik manis maupun pahit terpatri dalamn sejarah daerah ini.

Namun, ada satu yang mungkin akan membuat rakyat Kabupaten Ende terus mengenang, diakhir masa jabatannya, kedua pemimpin ini memberikan kado manis atau istimewa. Bangkai KM Nusa Damai yang terendam hampir sepuluh tahun di kolam labuh Pelabuhan Ipi berhasil disingkirkan.

Masyarakat Kabupaten Ende tentu ingat, berbagai upaya baik dengan cara modern maupun dengan kekuatan mistis sudah dilakukan demi menyingkirkan bangkai kapal itu yang nyaris membuat roda perekonomian daerah itu mati suri.

Adalah PT.Nautic Maritim Salvage Indonesia, yang menjadi pahlawan bagi masyarakat Kabupaten Ende. Kerja keras perusahaan itu selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil. Evakuasi bangkai KM Nusa Damai sudah selesai sejak tanggl 6 Maret 2014 lalu.

Aktifitas evakuasi yang sangat rumit dan kadang harus bertarung dengan nyawa itu membutuhkan ekstra berpikir dalam membuat  perencanaan dan scenario kerja, ekstra kerja keras, ekstra ketelitian dan kecermatan, ekstra hati-hati dan penuh perhitungan rasional agar semua penyelam selalu dalam kondisi prima dan dalam keadaan selamat.

“Tim saya sudah berhasil mengevakuasi bangkai KM Nusa Damai pada posisi dan kedalaman yang sangat aman. Ke area yang sangat aman, sehingga lalu lalang kapal tidak lagi terganggu dan tidak mengganggu aktifitas bongkar muat di pelabuhan Ipi," ujar Syaiful Direktur PT.Nautic Maritim Salvage Indonesia, pada acara perpisahan Rabu (11/3) lalu.

Menurut Syaiful, timnya bekerja dengan tulus hati. Tidak punya afiliasi dan kepentingan politik pada siapa pun di Ende. Semoga hasil kerja Tim kami bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah Kabupaten Ende.

Memang, pekerjaan untuk mengevakuasi bangkai kapal Nusa Damai selama ini, kata Syaiful lebih lanjut, terutama dalam proses pengapungan di Ende terasa sangat sulit. Ada tiga faktor penyebabnya seperti, posisi kapal yang dekat dengan dermaga.

"Kapal yang panjangnya 118 m dan lebar 16 m pada posisi tertidur miring di kedalaman buritan 16 m dan haluan 42 m. Jika ditarik suatu garis akan membentuk sudut yang menyulitkan tim untuk memasang peralatan apung. Dan yang terakhir kondisi kapal yang sebelumnya sudah dikerjakan oleh beberapa perusahaan mengakibatkan terjadinya lobang pada lambung kapal selebar 6 m dan panjang 39 m.

Ini, kata Syaiful akan mengurangi kekuatan kapal ketika memasang Air Bag berdiameter 2 m, panjang 20 m dengan total kekuatan 60 ton. Dengan adanya lubang besar tersebut, demikian Syaiful, timnya mengalami kesulitan, namun semuanya bisa terlaksana dengan baik berkat kerja sama, kerja
keras dan juga doa masyarakat Ende dan dukungan Bupati Ende yang selalu memberi kemudahan dan fasilitas kepada tim. “ Karenanya keberhasilan ini kami persembahkan sebagai kado akhir masa jabatan untuk Bapak Bupati Ende, “ ucapnya.

Kepada Bupati dan masyarakat Kabupaten Ende, Syaiful menitip keberhasilan mengevakuasi bangkai kapal Nusa Damai sebagai keberhasilan bersama, sehingga harus dimanfaatkan dengan optimal bagi kemajuan Kabupaten Ende.

“ Satu atau dua tahun nanti, saat kami datang ke Ende, kami akan bahagia sekali melihat Ende semakin berubah dan semakin maju.” tuturnya dengan linangan air mata bahagia.

Seorang pemilik toko di bilangan Jalan Kemakmuran Ende, Victor, menyatakan rasa syukurnya dan memberi apresiasi khusus kepada tim evakuasi Nusa Damai yang sudah bekerja dan berhasil mengevakuasi bangkai kapal itu.

“ Dengan kosongnya kolam labuh dermaga Ipi dari bangkai KM Nusa Damai, para pengusaha sudah dapat bergerak bebas. Barang-barang dagangan tidak lagi lewat Maumere yang cukup memakan biaya. Ini akan cepat memajukan roda perekonomian Ende ke depannya,” ujarnya penuh gembira.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kab.Ende, Nyo Kosmas usai acara syukuran mengatakan, dia sangat hargai ketulusan bekerja dari tim evakuasi Nusa Damai. Banyak hal yang patut dicontohi dari mereka.

“ Saya benar-benar salut dan angkat jempol atas semua usaha dan kerja keras mereka. Sangat terlihat sekali kalau mereka bekerja dengan hati dan professional,mencintai pekerjaan. Pimpinan Tim, Pak Syaiful selalu tegas memilah mana urusan teknis pekerjaan dan mana urusan politik yang tidak pantas mereka geluti atau ikuti,” Kata Kosmas.

Kamis, 13 Maret 2014

Air Mata Wangge, Air Mata untuk Rakyat Kabupaten Ende

SUASANA di ruang kerja Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/3) tampak beda. Hari itu, masyarakat daerah ini memasuki sebuah momentum penting dalam denyut perekenomian yang sempat nyaris lumpuh pasca tenggelamnya KM Nusa Damai hampir sepuluh tahun lalu.

Tak dinyana, proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai yang tenggelam sepuluh tahun lalu di kolam labuh Pelabuhan Ipi Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya dinyatakan selesai.

Setelah melewati sebuah proses panjang sekitar dua tahun, Minggu (9/3) bangkai kapal itu berhasil dipindahkan oleh crew PT Neutic Maritime Selvege. Puncak dari sebuah kerja besar itu ditandai dengan acara pelepasan oleh Pemerintah kabupaten Ende.

Tampak ketua Tim evakuasi, Syaiful bersama Bupati Ende Don Bosco M. Wangge berpelukan dan sempat meneteskan air mata. Air mata bahagia. Air mata keduanya untuk rakyat Kabupaten Ende yang sudah sepuluh tahun mendambakan bangkai kapal itu dipindahkan dari kolam labuh Pelabuhan Ipi, agar arus transportasi laut kembali mewarnai denyut kehiduoan masyarakat Kabupaten Kelimutu itu.

Dalam seremoni pelepasan tersebut, Tim Evakuasi KM Nusa Damai dari PT Neutic Maritime Selvege memberikan kenang-kenangan berupa satu botol sirup Marjan berwarna orange kepada Bupati Ende Don Bosco M Wangge. Kenang-kenangan tersebut diberikan secara langsung oleh koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful.

Kepada Bupati Wangge koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful mengatakan, bukan tanpa alasan mereka memberikan sebotol Sirup Marjan sebagai kenang-kenangan kepada Bupati Ende. Menurutnya , botol sirup ini merupakan salah satu benda yang masih tersisa di dalam bangkai kapal Nusa Damai dan selama 10 tahun KM Nusa Damai tenggelam tetap utuh. Dia berinisiatif memberikannya kepada Bupati Ende sebagai kenang-kenangan.

Dia menuturkan, tiga hari sebelum dilakukan evakuasi, dirinya melakukan penyelaman untuk memastikan kesiapan evakuasi. Ketika itu dia seakan dibimbing menuju ke suatu sudut kapal.Tanpa dikomando dia terus menuju ke tempat tersebut. Ternyata didapati satu botol sirup yang masih utuh, meski sudah terkubur sepuluh tahun lamanya padahal barang-barang lainnya sudah hancur.

“Akhirnya saya berpikir untuk memberi hadiah diakhir kerja kami kepada Bapak Bupati sebagai tanda kenang-kenangan. Temuan satu botol sirup tersebut tidak diberitahu kepada siapa-siapa hingga penyerahan pada hari ini," ucapnya.

Mendapat kenang-kenangan itu Bupati Wangge menyambut gembira dan bersyukur karena irinya menganggap sesuatu yang sangat ajaib dan luar biasa. Karena itu ia menyampaiakan terima kasih atas pemberian kenang-kenangan itu.

Sebagai balasan atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat berlogo daerah setempat dan piagam penghargaan kepada seluruh anggota Tim evakuasi. Kepada Koordinator Tim Evakuasi Syaiful, Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa jas dengan motif tenun ikat Ende Lio.

Perpisahan antara Tim Evakuasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Ende terasa sangat haru karena upaya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil dengan dipindahkannya bangkai KM Nusa Damai ke arah Tenggara 600 meter dari dermaga Ipi di kedalaman 90 meter. Dan... besok, Pelabuhan Ipi pun akan berbenah serta bergairah kembali, bak seorang gadis yang terbangun dari tidur panjangnya.
SUASANA di ruang kerja Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/3) tampak beda. Hari itu, masyarakat daerah ini memasuki sebuah momentum penting dalam denyut perekenomian yang sempat nyaris lumpuh pasca tenggelamnya KM Nusa Damai hampir sepuluh tahun lalu.

Tak dinyana, proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai yang tenggelam sepuluh tahun lalu di kolam labuh Pelabuhan Ipi Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya dinyatakan selesai.

Setelah melewati sebuah proses panjang sekitar dua tahun, Minggu (9/3) bangkai kapal itu berhasil dipindahkan oleh crew PT Neutic Maritime Selvege. Puncak dari sebuah kerja besar itu ditandai dengan acara pelepasan oleh Pemerintah kabupaten Ende.

Tampak ketua Tim evakuasi, Syaiful bersama Bupati Ende Don Bosco M. Wangge berpelukan dan sempat meneteskan air mata. Air mata bahagia. Air mata keduanya untuk rakyat Kabupaten Ende yang sudah sepuluh tahun mendambakan bangkai kapal itu dipindahkan dari kolam labuh Pelabuhan Ipi, agar arus transportasi laut kembali mewarnai denyut kehiduoan masyarakat Kabupaten Kelimutu itu.

Dalam seremoni pelepasan tersebut, Tim Evakuasi KM Nusa Damai dari PT Neutic Maritime Selvege memberikan kenang-kenangan berupa satu botol sirup Marjan berwarna orange kepada Bupati Ende Don Bosco M Wangge. Kenang-kenangan tersebut diberikan secara langsung oleh koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful.

Kepada Bupati Wangge koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful mengatakan, bukan tanpa alasan mereka memberikan sebotol Sirup Marjan sebagai kenang-kenangan kepada Bupati Ende. Menurutnya , botol sirup ini merupakan salah satu benda yang masih tersisa di dalam bangkai kapal Nusa Damai dan selama 10 tahun KM Nusa Damai tenggelam tetap utuh. Dia berinisiatif memberikannya kepada Bupati Ende sebagai kenang-kenangan.

Dia menuturkan, tiga hari sebelum dilakukan evakuasi, dirinya melakukan penyelaman untuk memastikan kesiapan evakuasi. Ketika itu dia seakan dibimbing menuju ke suatu sudut kapal.Tanpa dikomando dia terus menuju ke tempat tersebut. Ternyata didapati satu botol sirup yang masih utuh, meski sudah terkubur sepuluh tahun lamanya padahal barang-barang lainnya sudah hancur.

“Akhirnya saya berpikir untuk memberi hadiah diakhir kerja kami kepada Bapak Bupati sebagai tanda kenang-kenangan. Temuan satu botol sirup tersebut tidak diberitahu kepada siapa-siapa hingga penyerahan pada hari ini," ucapnya.

Mendapat kenang-kenangan itu Bupati Wangge menyambut gembira dan bersyukur karena irinya menganggap sesuatu yang sangat ajaib dan luar biasa. Karena itu ia menyampaiakan terima kasih atas pemberian kenang-kenangan itu.

Sebagai balasan atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat berlogo daerah setempat dan piagam penghargaan kepada seluruh anggota Tim evakuasi. Kepada Koordinator Tim Evakuasi Syaiful, Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa jas dengan motif tenun ikat Ende Lio.

Perpisahan antara Tim Evakuasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Ende terasa sangat haru karena upaya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil dengan dipindahkannya bangkai KM Nusa Damai ke arah Tenggara 600 meter dari dermaga Ipi di kedalaman 90 meter. Dan... besok, Pelabuhan Ipi pun akan berbenah serta bergairah kembali, bak seorang gadis yang terbangun dari tidur panjangnya.

Rabu, 12 Maret 2014

Tim Evakuasi Bangkai Nusa Damai Pamitan dengan Pemerintah Kabupaten Ende


Bertempat di Ruang kerja Bupati Ende,Rabu (12/3), Tim Evakuasi KM Nusa Damai pamitan kepada pemerintah dan masyarakat setempat, setelah menyelesaikan kerja mereka menyingkirkan bangkai KM Nusa Damai.

15 crew dari PT Neutic Maritime Salvege yang dipimpin Syaiful diterima langsung oleh Bupati Ende Don Bosco M Wange, Plt Sekda Sebastianus Doa Sukadamai, Asisten II Sekda Ende, Don Randa Ma dan undangan lainnya.

Koordinator Tim Evakuasi Syaiful kepada pemerintah daerah melaporkan, telah menyelesaiakan seluruh rangkaian kegiatan evakuasi. Dia memastikan posisi dan kondisi kapal kini telah bergeser ke arah tenggara dan dinyatakan aman untuk pelayaran.”Posisi kapal aman, kedalaman aman sehingga tidak menggangu lalu lintas pelayaran,” kata Syaiful.

Dia mengatakan, pelaksanaan evakuasi bangkai KM Nusa Damai dirasa paling sulit jika sibandingankan dengan pelaksanaan evakuasi kapal lainnya yang mereka tangani selama ini.Kesulitan itu antara lain, posisi tenggelamnya kapal KM Nusa Damai sangat dekat dengan dermaga, sehingga pihaknya sangat hati-hati jangan sampai akan membawa bencana baru yakni ambruknya dermaga.Apalagi dengan kondisi kapal yang panjangnya mencapai 118 meter dan lebar 6 meter dengan buritan 16 meter dan haluan 42 meter.

"Kesulitan lainnya adalah kondisi kapal yang ditangani hasil dari pekerjaan sebelumnya dimana terdapat lubang yang cukup lebar di lambung kapal dengan lebar 6 meter dan panjnagnya 33 meter.karena itulah menjadi kendala dalam mengevakuasi kapal ini," jelasnya.

Dia berharap, dengan digesernya bangkai kapal tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Ende terutama roda perekonomian bisa lebih baik lagi.

Bupati Ende Don Bosco M Wangge, pada kesematan itu atas nama pemerintah dan masyaraksat Kabupaten Ende menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Neutic Maritime Selvage terutama para crew yang telah melakukan evakuasi.

Wangge menegaskan, pemerintah sesuai dengan MOU tidak mengeluarkan uang se-sen pun untuk kegiatan ini. Pemerintah menerima bersih, sementara bangkai kapal menjadi milik PT Neutic M Selvage.

Dia berharap, ke depan pemerintah yang baru bisa segera menghidupkan kembali laju pelayaran dengan mendatangkan kapal Roro ke kabupaten Ende karena kolam labuh sudah bersih dari bangkai kapal yang terkubur selama 10 tahun tersebut.

"Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende bangga terhadap kinerja dari Tim Evakuasi yang bekerja dengan biaya sendiri demi membantu masyarajat daerah ini pada kesempatan ini," katanya.

Sebagai wujud tanda terima kasih, pemerintah memberikan peghargaan dan kenang-kenangan berupa plakat logo kabupaten Ende kepada PT Neutic Maritime Selvage dan kepada seluruh tim evakuasi. Juga kenang-kenang berupa jas motif daerah kepada Ketua Tim Ecakuasi KM Nusa Damai.

Dari tim evakuasi juga diberi kenangan berupa satu botol Sirup Marjan yang merupakan sisa dari barang KM Nusa Damai yang tenggelam 10 tahun, yang ternyata masih utuh.kenang-kenangan tersebut diterima langsung Bupati Wangge.

Selasa, 11 Maret 2014

GARUDA INDONESIA KOMIT MAJUKAN PARIWISATA ENDE

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melaksanakan komitmennya untuk menjadikan Flores khususnya Ende sebagai destinasi wisata. Komitmen itu terwujud dan sebagai langkah awal, pihaknya mensponsori kedatangan para wisman dari berbagai belahan dunia untuk menyaksikan sendiri keindahan alam Kabupaten Ende, terutama telaga warga Kelimutu sebagai destinasi andalan. Aktifitas PT.Garuda Indonesia ini diberi nama Fam Trip.

Seperti yang dijelaskan Plt.Sekab Ende, Sebastianus Doa Sukadamai,Senin pagi/10/03/14 di ruang kerjanya. ”Saya pada hari sabtu (8 Maret 2014) siang telah menerima kedatangan rombongan turis mancanegara dari berbagai belahan dunia. Mereka dikoordinir oleh PT.Garuda Indonesia yang begitu intens mengeksplore wilayah dan destinasi wisata Flores khususnya Kabupaten Ende” Tutur Sebast.

Dia menambahkan, kedatangan para wisman tersebut untuk menikmati keindahan Kabupaten Ende khususnya destinasi wisata yang ada. Mereka, lanjutnya lagi, selain difasilitasi oleh Garuda Indonesia juga partner local seperti Swiss Contact, DMO dan TMO Kabupaten Ende turut mengambil bagian.

Sebast juga menyampaikan harapannya kepada para wisman yang datang dan masuk dalam Fam Trip agar usai menikmati keindahan Ende dapat memberi komentar dan saran konstruktif kepada Pemkab Ende melalui PT.Garuda Indonesia untuk perbaikan kedepannya.

Informasi yang diterima dari pihak Garuda Indonesia, kata Sebast, dalam bulan ini juga akan datang wisman dari berbagai belahan dunia. Namun kali ini semuanya dari media, termasuk dari Yahoo Indonesia dan Internasional.” Saya sudah mendapat pemberitahuan dari pihak Garuda Indonesia bahwa pada tangal 15 nanti, Garuda akan membawa rombongan wisman.Semuanya dari awak media, termasuk dari Yahoo” Ujarnya.