WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Rabu, 31 Desember 2014

Suasana Malam Tahun Baru 2015 di Kota Ende Flores


"Jadilah Cahaya, Jadilah Sinar dalam gelap
Jadilah Inspirasi dan membuat perbedaan besar dalam hati
Selamat Tahun Baru2015

Suasana Malam di Kota Ende Flores


Gubernur NTT Tak Respon Provinsi Flores, Pidato Akhir Tahun

Ketika menyampaikan pidato akhir tahun, Rabu (31/12) 2014 di aula rumah jabatan Jl El Tari Kupang, Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya belum juga merespon berbagai euforia desakan pembentukan Provinsi Flores yang tengah digalang berbagai elemen masyarakat asal pulau bunga itu. Dalam sambutannya, Frans Lebu Raya cuma menyinggung soal NTT sebagai Provinsi Kepulauan.

 “Kita terus dorong Provinsi Kepulauan, karena NTT memiliki wilayah laut yang cukup luas, dan terdiri dari ratusan pulau kecil dan besar. Untuk itu, kita sedang berupaya mempercepat pembangunan tol laut, membangunan beberapa bendungan raksasa di NTT. Kita juga sedang merintis strategi segitiga ekonomi yakni antara NTT-Indonesia, Timor Leste dan Australia. Dengan demikian diharapkan perkembangan pereokonomian masyarakat NTT bisa berkembang dengan cepat,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang untuk mencari solusi dalam mengatasi krisis air bersih di Kota Kupang. Karena bagi pemerintah, air bersih dan listrik menjadi masalah utama di Kota Kupang. Menurut Gubernur Negara harus mampu tampil melindungi masyarakatnya dari berbagai persoalan sosialnya.

“Saya sudah bicarakan masalah listrik di NTT dengan Presiden Joko Widodo. Beliau sangat serius memperhatikan pembangunan di NTT. Karena salah satu instrumen penting untuk mendukung iklim investasi di NTT adalah ketersediaan listrik dalam kapasitas yang besar. Semen Kupang itu, membutuhkan enegi lstrik yang cukup besar. Banyangkan, sekedar mati sebentar saja dan kemudian dihidupkan kembali sudah harus menghabiskan biaya Rp 300 juta,” kata Gubenur sedikit memberi gambaran.

Gubernur juga bertekad tahun 2015 ini, proyek bendungan Kolhua sudah harus dibangun, karena menurut pemerintah, katanya, setelah dilakukan berbagai kajian satu-satunya bendungan Kolhua yang bisa menjawab kebutuhan air bersih di Kota Kupang. “Kita harapkan masalah sosialnya bisa segera terselesaikan dalam 2015 ini, sehingga bisa segera dibangun. Kalau tidak maka kita akan alihkan proyek itu ke Belu. Bendungan Tilong tidak bisa menjawab kebutuhan air bersih bagi Kota Kupang karena telalu jauh jangkauan ke Kupang. Juga menguras biaya yang cukup besar,” kata Gubernur.

Gubernur juga berjanji akan serius menyelesaikan masalah human trafficking di NTT yang sudah menjadi masalah Nasional, dimana NTT menempati urutan teratas masalah perdagangan manusia. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan aparat terkait untuk sama-sama menangani masalah ini. “Juga mengenai masalah dana bantuan pemerintah bagi siswa kurang mampu di sekolah-sekolah di NTT, termasuk dana-dana bos, kalau ketahuan disalahgunakan kita akan desak untuk segera pelakuknya diproses hukum.

Sumber KOTANANE.COM

Milanisti Ende Anggota Relawan Taman Bung Karno Ende




Selasa, 30 Desember 2014

DPRD Pertanyakan Pembangunan Dermaga Ippi Ende Rp 24 M

ENDE-- -Kalangan DPRD Kabupaten Ende mempertanyakan pelaksanaan pembangunan dermaga Ippi senilai Rp 24 miliar lebih. DPRD menilai kualitasnya kurang bagus dan  waktu pengerjaan tidak sesuai kalendernya.  

Anggota DPRD Ende, Mikael Badeoda, Haji Abidin dan Muhamad Ilham, yang meninjau langsung keberadaan dermaga Ippi pekan lalu, meminta pemerintah mengingatkan rekanan agar memperhatikan kualitas proyeknya.

Menurut Mikael kedatangan dirinya bersama  dua orang rekan untuk memastikan keberadaan dermaga Ippi,  baik dari sisi kualitas maupun waktu pelaksanannya.

"Memang sumber dana untuk pelaksanaan pembangunan dermaga Ippi  dari APBN,  namun bukan berarti DPRD Ende lepas tangan,  karena  dermaga itu  untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Ende. Sebagai tanggung jawab moril,  DPRD Kabupaten Ende  terpanggil  ikut mengawasi. Jangankan DPRD toh masyarakat juga berhak mengawasi,"kata Mikael belum lama ini.

Mikael mengatakan,  informasi yang dia terima menyebutkan bahwa material lokal untuk pembangunan dermaga Ippi berupa batu kerikil bukan batu kerikil yang berkualitas.

"Informasinya memang demikian,  namun untuk membuktikan benar dan tidaknya informasi yang kami terima,  kami harus turun langsung ke lokasi dermaga,"kata Mikael.

Mikael mengharapkan dermaga yang baru dibangun harus benar-benar berkualitas sehingga bisa bertahan lama yang pada akhirnya bermuara pada kepentingan masyarakat.

"Ingat dermaga atau pelabuhan merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Oleh karena itu dermaga yang baru dibangun harus benar-benar berkualitas,"kata Mikael.

Manajer Pembangungunan Dermaga Ippi, Jefri yang menerima kedatangan tiga orang anggota dewan mengatakan, pihaknya menjamin mutu dermaga Ippi karena  bangunan,  baik lokal maupun non lokal berasal dari bahan-bahan yang berkualitas.

"Kalau soal kerikil jangan diragukan,  karena bahannya berkualitas,"kata Jefri.

Tentang waktu pelaksanaan pekerjaan, Jefri mengatakan sesuai masa kontrak pekerjaan pembangunan dermaga yang menjadi tanggung jawab pihaknya selama 83 hari, itu  artinya akan berakhir pada 31 Desember 2014.

"Kami optimis sampai  batas waktu yang ada pekerjaan akan bisa rampung karena saat ini proses pekerjaan telah memasuki masa tahap finishing,"kata Jefri.

Sumber Pos Kupang

Senin, 29 Desember 2014

DENGAN 1000 PIN KITA SELAMATKAN TAMAN BUNG KARNO ENDE

Anda Cuma mengumbangkan Rp. 10.000,- akan menampatkan 1 buah Pin Kuning yang bertuliskan Selamatkan Taman Bung Karno Ende dan Sudah menjadi Anggota Tetap Relawan.

 Dari dana yang terkumpul akan digunakan keperluan Relawan seperti menyumbangkan dana untuk keperluan mulai dari :
- Biaya acara Kegiatan Relawan Taman Bung Karno Ende
- Biaya Pekerjaan Papan Infomasi dan Aturan Taman Bung Karno Ende
- Biaya Pembuatan Tempat Sampah Taman Bung Karno Ende
- Biaya Pembelian Pompa Air Yang Hilang
- Biaya Penyemprotan Air 1 Tangki Setiap Minggu di Taman Bung Karno Ende
- Biaya Pembelian Seragam Petugas Kebersihan dan kemananTaman Bung Karno Ende
- Biaya Pembelian 100 Sapu Lidi untuk acara relawan Taman Bung Karno yang akan dilaksanakan setiap Minggu (setelah acara deklarasi Relawan Pecinta Taman Bung Karno)
- Biaya Pembelian Pulsa Listrik untuk penerangan sehingga keamanan dan ketertiban Taman bisa terkontrol..

Informasi : Rekening Relawan Telah Di Buka Dengan No Rek. 0034099774 Atas nama Mukhlis Mukhtar dan PD Indriastuty Bank SInar Mas KCP Ende - Melati.... terimakasih
Semoga Bermanfaat

APBD Kabupaten Ende Ditetapkan Rp 861, 6 Miliar

 ENDE -- DPRD Kabupaten Ende dan pemerintah setempat bersepakat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 861.623.033,376.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 86,306.058.086 atau naik 8,47 persen dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 775.316.975.290.

Pelaksanaan penetapan APBD Kabupaten Ende telah dilakukan Sabtu (20/12/2014) di gedung DPRD Kabupaten Ende dengan dihadiri oleh Bupati Ende, Ir Marsel Petu dan Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad, Ketua DPRD Kabupaten Ende, Herman Yoseph Wadhi dan Wakil Ketua, Erikus Rede, Fransiskus Taso serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ende dan para pimpinan dinas, badan dan bagian lingkup Pemkab Ende.

Terkait dengan APBD Kabupaten Ende, gabungan komisi DPRD Kabupaten Ende menyatakan bahwa permasalahan utama belanja daerah terutama yang berkaitan dengan alokasi pagu anggaran yang tercermin dalam program dan kegiatan SKPD adalah terbatasanya sumber dana yang tersedia untuk membiayai berbagai kebutuhan sehingga masih banyak program dan kegiatan berdasarkan aspirasi masyarakat yang belum dapat diakomodir pada rancangan APBD Tahun Anggaran 2015.

Gabungan komisi sependapat dengan pemerintah dan badan anggaran agar benar-benar membatasi pengeluaran belanja pada hal-hal pokok yang menjadi prioritas utama melalui kajian dinas tehknis terkait.

Mencermati kondisi yang ada gabungan komisi juga menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan sinkronisasi program dan kegiatan agar sejalan dengan rencana kerja pemerintah daerah yang diikuti dengan rasionalisasi anggaran demi terwujudnnya efesiensi dan efektivitas pelaksanaan APBD tahun anggaran guna mengakomdir kegiatan-kegiatan prioritas yang sifatnya lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sumber Pos Kupang

Selasa, 23 Desember 2014

Jadwal Pelayanan Perayaan Natal di Jemaat GMIT Syaloom Kota Ende

 Gereja  GMIT Syaloom Kota Ende

Minggu, 21 Desember 2014 Kebaktian Minggu Adven IV jam 06.00 Wita, Kebaktian Minggu Adven IV/Sidi jam 08.00 Wita, Kebaktian Minggu Adven IV jam 17.00 Wita

Selasa, 23 Desember 2014 Kebaktian Kelengkapan Baptisan Jam 09.00.

Rabu, 24 Desember 2014 Kebaktian menyongsong Natal jam 20.00 Wita 1 kali  Kebaktian.

Kamis, 25 Desember 2014 Kebaktian Natal I Jam 07.00 Wita 1 kali  Kebaktian.

Jumat, 26 Desember 2014 Kebaktian Natal II/ Baptisan Jam 07.00 Wita 1 kali  Kebaktian*

Jadwal Perayaan Natal di Kota Ende

Gereja Katedral Ende

Malam Natal, Hari Rabu 24 Desember 2014, Misa Pertama dipimpin Rm. Frans Siku Jata, Pr. Jam 18.00 Wita.

Misa kedua dipimpin oleh Rm. Ellu Parera,Pr jam 20.00.

Misa pertama di Stasi Bhoanawa dipimpin oleh Rm. Fery Dhedhu,Pr jam 19.00 Wita.

Hari Raya Natal, Kamis 25 Desember 2014, misa pertama jam 06.00 Wita dipimpin oleh Rm. Ellu Parera,Pr,

Misa Kedua jam 08.00 Wita dipimpin oleh Rm. Frans Siku Jata,Pr.

Misa Pertama di Stasi Bhoanawa jam 07.00 Wita dipimpin oleh Rm. Fery Dhedhu,Pr.

Pesta St. Stefanus Martir I, Hari Jumat 26 Desember 2014, misa pertama jam 06.00 Wita, dipimpin oleh Rm. Frans Siku Jata,Pr,

Misa kedua jam 08.00 Wita dipimpin oleh Rm. Ellu Parera,Pr. Sementara Misa Di Stasi Bhoanawa misa pertama jam 07.00 Wita dipimpin oleh Rm. Fery Dhedhu,Pr

Jadwal Misa di Gereja Paroki St. Yosef Onekore
Misa malam natal hari Rabu, 24 Desember 2014 jam 20.00 dipimpin oleh Pastor Herman, SVD.

Hari Raya Natal, Kamis 25 Desember 2014, misa pertama dipimpin oleh pastor Yohanes M. Balan, SVD, Misa Kedua jam 08.00 Wita dipimpin oleh Pastor Herman Sina, SVD

Misa Hari Natal, 26 Desember 2014, misa pertama dipimpin oleh  Pastor Herman Sina, SVD, Misa Kedua jam 08.00 Wita dipimpin oleh Pastor Yohanes M. Balan,SVD.*

Sumber Pos Kupang

Jalan ke Pelabuhan Ippi Diusulkan Jadi Jalan Nasional

ENDE -- Jalur jalan menuju ke Pelabuhan Ippi dari Kota Ende diusulkan menjadi jalan nasional oleh Satker Pembangunan Jalan Nasional Wilayah IV NTT. Usul perubahan status mengingat jalan itu merupakan akses utama ke pelabuhan.

PPK Ende-Wolowaru, Saut Siahaan mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Jumat (19/12/2014). Saut menjelaskan usul perubahan status jalan itu sebenarnya sudah dilakukan tiga tahun sebelumnya namun belum dijawab pemerintah pusat. Oleh karena itu, tahun  ini pihaknya kembali mengusulkan hal yang sama. "Diharapkan kali ini  terjawab sehingga kondisi jalan itu akan semakin baik," kata Saut.

 Saut menyatakan, sampai saat ini  jalan menuju ke Pelabuhan Ippi masih menjadi tangungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende dengan sentuhan dana dari APBD. "Ada beberapa alasan status jalan kabupaten maupun provinsi bisa menjadi jalan nasional apabila jalan yang ada merupakan akses  menuju ke pelabuhan maupun pariwisata serta akses utama ekonomi," ujarnya.

Selain mengusulkan  jalan menuju ke Pelabuhan Ippi menjadi jalan nasional, kata Saut Siahaan,  pihaknya juga mengusulkan jalur jalan menuju ke kawasan Danau Kelimutu serta jalan di pantai utara (Pantura) Ende menjadi jalan nasional.

"Kalau jalan menuju ke kawasan Danau Kelimutu merupakan askes wisata sedangkan  jalan di pantai utara merupakan kawasan utama ekonomi,"kata Saut.

"Apa yang kami lakukan saat ini baru sebatas usulan setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ende diharapkan apa yang diusulkan tersebut dapat diterima oleh pemerintah pusat," tambahnya.

Secara terpisah,  Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ende, Frans Lewang mengakui  pihaknya memang telah berkoordinasi dengan Satker Pekerjaan Jalan Nasional Wilayah IV NTT guna mengusulkan perubahan status jalan menuju kawasan Ippi menjadi jalan nasional.

Pantauan Pos Kupang, saat ini kondisi jalan menuju ke kawasan Ippi sangat memrihatinkan banyak terdapat lubang dengan berbagai ukuran bahkan apabila hujan di beberapa titik jalan berubah jadi danau kecil karena genangan air.

Polres Ende Terjunkan 272 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

Ende, Kepolisian Resor (Polres) Ende menerjunkan 272 personel untuk menjaga keamanan menjelang dan selama Perayaan Natal 25 Desember 2014 dan Tahun Baru 1 Januari 2015.

“Personel itu berasal dari Polres maupun Polsek di seluruh wilayah Kabupaten Ende. Selain itu, pengamanan juga dibantu TNI, Brimob, SatPol PP, Dinas Perhubungan dan organisasi kemasayarakatan lainnya,” kata Kapolres Ende AKBP Johanes Bangun, usai Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Operasi Lilin 2014, Selasa (23/12).

Didampingi Wakapolres, Kompol Donny Bramanto dia mengharapkan, perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Ende bisa berjalan aman tertib dan lancar.

"Kita akan tempatkan personel baik Polri maupun TNI dan unsur terkait lainnya di titik-titik sentral seperti di Gereja, pelabuhan, bandara dan di objek vital lainnya. Kita ingin memberi rasa aman bagi umat Kristiani yang akan merayakan Natal dan masyarakat umumnya dalam menyambut Tahun Baru,” ujarnya.

Dia juga mengharapkan, kerja sama lintas sektoral dalam menjaga kondisi di daerah ini sehingga upacara keagamaan bisa berjalan lancar dan damai.Sementara itu, Wakapolres Ende Kompol Donny Bramanto menambahkan di beberapa titik sudah dibangun Pos Pengamanan diantaranya di Simpang Lima, Perempatan Jalan Eltari Atas dan sekitar Pelabuhan Ende. Ada sekitar 19 titik dalam kota akan dibangun posko-posko pengamanan termasuk di setiap gereja.

"Kita  bangun Posko di setiap gereja dan sebelumnya kita lakukan sterilisasi gereja khususnya yang ada di dalam Kota Ende," ujar Donny.

Sebelumnya Dandim 1602 Ende, Letkol (Kav) Tri Handoko  yang memimpin apel gelar pasukan saat membacakan sambutan Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, gelar pasukan yang dilaksanakan di seluruh Indonesia merupakan tahapan manajerial untuk mengecek kesiapan dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru.

"Perayaan kedua event tersebut yakni Natal dan Tahun Baru membawa dampak signifikan karena terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dan mobilisasi sehingga berimplikasi munculnya gangguan kamtibmas dan keamanan,” ujar Jenderal Sutarman.

Untuk itu dia berharap agar pengamanan lebih maksimal lagi dan proaktif, guna memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Operasi Lilin ini berlangsung dari tanggal 24 Desember 2014 hingga 2 Januari 2015.

Sumber  Flobamora.net

Selasa, 16 Desember 2014

Mulai Tahun 2015, Bupati Ende Terapkan Reward dan Punishment

Bupati Marselinus Y.W Petu mengatakan, mulai tahun 2015 mendatang, ia akan menerapkan reward and punishment system atau penghargaan dan hukuman kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Ende.

“Saya akan minta, pada setiap kesempatan apel bendera, dibacakan PNS yang benar-benar bekerja maupun tidak,” kata Marsel Petu dihadapan ratusan Pegawai Negeri Sipil lingkup Setda Ende , Senin ( 15/12).


Dia menegaskan hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. “Kita sudah memasuki hari-hari terakhir di tahun 2014 ini. Di sisa waktu ini, saya harap ada refleksi dari para PNS akan kinerjanya,” ujarnya.


Dia mengatakan, pada tahun 2015 kepada para pegawai akan di beri reward dan punishment terkait kinerja mereka masing-masing.


Hal ini, tuturnya, penting untuk meningkatkan kinerja PNS. Mudah-mudahan yang malas bisa lebih rajin lagi dan yang rajin bisa mempertahankannya dan bila perlu ditingkatkan lagi kinerjanya.
Kata dia, kepada pimpinan SKPD diminta segera melakukan kontrak kinerja baik untuk unsur pimpinan maupun stafnya.


“Prinsipnya setiap SKPD harus membuat kontrak kinerja dan menjalankan pakta integritasnya.Itu akan saya lakukan pada tahun 2015 mendatang. Kontrak kinerja tersebut melalui bidang tugas masing-masing, SKPD masing-masing, unit masing-masing sesuai agenda kerjanya,” katanya.


Kepada pimpinan SKPD, dia mengingatkan mulai berpikir menjawabi harapan yang disampaikan, karena semuanya sudah sesuai dengan Undang-Undang ASN 2014.


Sumber Flobamora Net

J Hotel Ende Flores

J Hotel Ende Flores, Harga Promosi Rp 295.000-/malam (Deluxe room)
RP 275.000-/malam (Standart room)

Senin, 15 Desember 2014

Hasil Undian 16 Besar Liga Champions

Undian babak 16 besar Liga Champions 2014/2015 sudah resmi digelar UEFA di markasnya, Nyon, Senin 15 Desember 2014. Duel-duel menarik pun tersaji di fase ini.

Pada undian kali ini, akan tersaji beberapa partai ulangan di musim lalu. Salah satunya ialah duel Manchester City kontra Barcelona.

Kedua tim juga bentrok pada babak 16 besar musim lalu. City harus tersingkir usai kalah dengan agregat 4-1. Undian kali ini tentunya memberikan kesempatan bagi pasukan Manuel Pellegrini untuk menuntaskan dendam.

Partai menarik lainnya juga tersaji ketika PSG harus kembali bentrok dengan Chelsea. Musim lalu, PSG dan Chelsea bentrok di babak perempat final, dan The Blues keluar sebagai pemenang dengan keunggulan agresivitas gol (agregat 3-3).

Satu lagi partai ulangan musim lalu yang terjadi di musim ini ialah, duel Schalke 04 yang harus kembali bersua mimpi buruknya, Real Madrid. Musim lalu, di fase yang sama, Schalke harus tersingkir dengan agregat memalukan 9-2.

Selain tiga partai tersebut, lima duel lainnya juga cukup menarik. Juventus akan berhadapan dengan finalis dua musim lalu, Borussia Dortmund. Ini mengingatkan kita pada final Liga Champions 1996-1997.

Laga leg pertama babak 16 besar akan dimainkan pada 17-18 Februari dan 24-25 Februari 2014. Sementara leg kedua akan dimainkan pada 10-11 Maret dan 17-18 Maret 2015. Tim yang lolos sebagai runner-up akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg pertama.

Berikut hasil undian babak 16 besar Liga Champions

PSG vs Chelsea

Man City vs Barcelona

Bayer Leverkusen vs Atletico Madrid

Juventus vs Borussia Dortmund

Schalke vs Real Madrid

Shakhtar Donetsk vs Bayern Muenchen

Arsenal vs AS Monaco

FC Basel vs FC Porto

Jumat, 12 Desember 2014

Peringatan Gempa Flores Baru Dilakukan Tahun 2015 di Kabupaten Ende

ENDE -- Peristiwa gempa yang dikuti dengan gelombang tsunami yang terjadi pada 12 Desember 1992 atau 22 tahun silam yang menimpa sebagian wilayah di Pulau Flores termasuk Kabupaten Ende tidak diperingati secara khusus oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende.

Hal ini dikemukan oleh Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Ir Muslim Rauf saat dikonfirmasi mengenai peringatan gempa Flores yang terjadi pada 12 Desember 1992 silam, Kamis (11/12/2014).

Muslim mengatakan bahwa meskipun telah terjadi sejak 22 tahun silam, Pemkab Ende tidak melakukan peringatan secara khusus pada setiap tanggal 12 Desember yang merupakan waktu terjadinya gempa.

Muslim yang barusan menjabat selaku kepala BPBD Kabupaten Ende mengatakan bahwa ide untuk memperingati terjadinya gempa Flores sudah sepatutnya dilaksanakan sebagai bentuk peringatan kepada warga agar selalu siaga akan terjadinya bencana alam baik gempa maupun tsunami.
"Saya rasa ide itu baik adanya. Nanti di tahun 2015 mendatang kami akan rancang formulasi yang cocok peringatan gempa Flores,"kata Muslim.*

Sumber Pos Kupang

Gaji Tenaga Honorer di Ende Naik Mulai Tahun 2015


ENDE -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende akan menaikan gaji tenaga honorer di lingkup Pemkab Ende untuk semua jenjang pendidikan dengan kenaikan yang bervariasi. Kenaikan gaji tenaga honorer itu berlaku mulai tahun anggaran (TA) 2015 mendatang.

Hal ini disampaikan Bupati Ende, Ir. Marsel Petu, dalam jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Ende terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kabupaten Ende, di Gedung DPRD Ende, Kamis (11/12/2014).

Bupati Marsel mengatakan, pemerintah sependapat dengan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar melakukan penyesuaian gaji tenaga honorer pada lingkup Pemkab Ende. Penyesuaian tersebut akan diberlakukan pada TA 2015 dengan rincian Sarjana Rp 1.250.000/bulan, D3 dan D2 Rp 1.000.000/bulan, SMA atau sederajat Rp 850.000/bulan dan SD dan SMP atau sederajat Rp 750.000/bulan.

Sebelumnya Fraksi PKB DPRD Ende dalam pemandangan umumnya terhadap nota keuangan atas rancangan APBD Kabupaten Ende TA 2015 mendesak pemerintah menaikkan honor tenaga kontrak, minimal sesuai dengan UMP atau disejajarkan dengan standar ijazah, di antaranya bagi yang tamatan SMA ditetapkan Rp 1.000.000/bulan, sedangkan yang berijazah Sarjana Rp 1.250.000/bulan.

Fraksi PKB  mendesak pemerintah segera menyesuaikan gaji tenaga honorer atau  sejenisnya pada lingkup Pemkab Ende sesuai dengan keputusan rapat badan anggaran bersama tim anggaran pemerintah daerah.

Fraksi PKB juga mendesak pemerintah menganggarkan  dana kesejahteraan bagi aparatur sipil daerah serta  pemerintah segera menerapkan sistem reward and punishment agar kinerja aparatur dapat ditingkatkan.

Menurut Fraksi PKB, manfaat dari  tunjangan kesejahteraan bagi PNS daerah agar pegawai merasa mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah, meningkatkan motivasi kerja pegawai, terutama untuk tunjangan kesejahteraan yang dikaitkan dengan kinerja, menghilangkan istilah "meja mata air" dan "meja air mata" atau "lahan basah dan lahan kering", meningkatkan pendapatan pegawai, sehingga standar biaya hidup minimal dapat dicapai.

Menurut Bupati Marsel, sistem penggajian kepegawaian terkait dengan kinerja aparatur pemerintah. Tingkat gaji yang tidak memenuhi standar hidup minimal pegawai merupakan masalah yang sulit yang harus dituntaskan penyelesaiannya yang telah diformulasikan kedalam kebijakan anggaran TA 2015.

Mengenai sistem reward and punishment akan menjadi perhatian pemerintah dalam menerapkan tunjangan kesejahteraan sesui tolok ukur kinerja aparatur.

Sumber Pos Kupang 

Sabtu, 06 Desember 2014

Suasana di AMAZY OUTLET Ende


Pelabuhan Bung Karno Ende

Ende - Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mengganti nama Pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno.

"Saya canangkan nama Pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno untuk mengenang beliau ketika diasingkan ke Ende," kata Bupati Ende Marselinus Petu, Senin, 12 Mei 2014.

Pergantian nama ini, menurut dia, untuk mengenang kehadiran Sukarno, presiden pertama Indonesia, saat dibuang ke Ende periode 1934-1938. Apalagi saat diasingkan di Ende, pelabuhan itulah tempat sandarnya kapal yang membawa Bung Karno bersama keluarganya.

Dia mengatakan pemerintah tidak akan menggunakan nama Soekarno karena nama Bung Karno lebih familiar di kalangan masyarat di sini," kata Marselinus Petu.

Pergantian nama Pelabuhan Ende menjadi Bung Karno ini akan mulai diberlakukan pada 1 Juni 2014 bertepatan dengan momem prosesi kebangsaan.

Pergantian nama ini pun mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Ibu Maria, misalnya, mengatakan pergantian nama itu menggambarkan keberadaan Bung Karno saat dibuang di Ende.

"Kami sangat gembira dengan penamaan Pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno agar mengingatkan warga di sini akan kehadiran sang proklamator di Ende," katanya.

Pemerintah Ende sebelumnya juga telah mengganti nama lapangan sepak bola Perse menjadi lapangan Pancasila. Di lapangan itulah Bung Karno mencetuskan Pancasila.

Rabu, 03 Desember 2014

Batu Berwarna di Pantai Penggajawa Kabupaten Ende

Terletak kira-kira 29 km arah barat Kota Ende, terdapat hamparan batu berwarna dengan dominan warna biru, hijau serta coklat di sepanjang pesisir pantai Penggajawa.

Lokasi  ini sangat  mudah dijangkau dengan menggunakan fasilitas transportasi umum maupun sepeda motor.
Batu Penggajawa bernilai ekonomis yang cukup tinggi dengan ukuran bervariasi, dan ini menjadi salah satu komoditi eksport dari Kabupaten Ende.

Dikumpulkan dan dijual oleh penduduk lokal sehingga sebagian besar penduduk di sini bermatapencaharian sebagai pengumpul batu. Di samping itu keadaan laut yang jernih dan membiru, merangsang keinginan untuk melakukan berbagai aktivitas bahari lainnya seperti mandi, berenang, mancing sambil menikmati bentangan alam pesisir selatan yang indah dan menantang.

 Kalau sempat Datang Ke Ende Jangan Lupa Kunjungi Ya…

DKPP NTT SOSIALISASIKAN PEMBENTUKAN FKP

Dengan merujuk pada surat Gubernur NTT Nomor EK.532/787/IX/2014 perihal Percepatan dan Pembentukan Forum Konservasi Perairan (FKP) Kabupaten/Kota, Dewan Konservasi Perairan Provinsi (DKPP) NTT mensosialisasikan pembentukan FKP Kabupaten Ende bertempat di Lantai II Kantor Bupati Ende, Senin (1/12) Ende. Kegiatan sosialisasi ini dibuka Asisten II Setda Kabupaten Ende Sipri Reda Lio dengan didampingi Kabag Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Ende Usman A.Hamid dan pemberi sosialisasi dari DKPP NTT Gaspar Enga.

Hadir sebagai peserta dalam kegiatan sosialisasi ini perwakilan dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Kabupaten Ende, tokoh-tokoh agama, perwakilan beberapa perguruan tinggi se-Kabupaten Ende serta perwakilan dari beberapa media massa.

Asisten II Kabupaten Ende Sipri Reda Lio, yang dalam sambutannya membacakan pidato tertulis Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad, menyampaikan bahwa konservasi perairan merupakan sebuah pradigma baru yang berkembang di Indonesia menyusul kurang diperdayakannya pelbagai macam kekayaan alam yang tersebar dalam perairan tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan agar kekayaan alam tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kesejahteraan masyarakat.

“Untuk menjamin terselenggaranya program konservasi perairan ini, komitmen dan kerjasama lintas sektor tentunya sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, momen sosialisasi pembentukan FKP Kabupaten Ende ini hendaknya dimanfaatkan sebijak mungkin agar apa yang diprogaramkan dan dijalankan pada masa-masa mendatang bisa mendatangkan kemajuan bagi masyarakat se-Kabupaten Ende,”katanya.

Sipri menyampaikan, rencana pembentukan FKP Kabupaten ini sangat penting karena bisa menunjang program percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Ende. Menurut Sipri, sasaran yang ingin diraih adalah sumber daya yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal dan kesejahteraan masyarakat bisa semakin ditingkatkan.

Pemberi sosialisasi dari DKPP Ende Gaspar Enga kepada Flores Pos usai sosialisasi menyampaikan bahwa pembentukan FKP Kabupaten Ende lebih mengarah pada pembentukan sebuah lembaga kolaboratif yang akan bekerja sama demi pengelolaan kawasan pesisir dan laut. Tanpa mengabaikan lembaga-lembaga sejenis yang telah dibentuk sebelumnya. Gaspar menegaskan bahwa FKP Kabupaten ini jauh lebih efektif sebab mampu merangkul lebih banyak pihak untuk ikut terlibat.

“Dengan mengikutsertakan lebih banyak pihak untuk terlibat dalam forum ini kami yakin bahwa beragam kepentingan akan lebih mudah dirangkum. Dengan demikian pembentukan forum ini tidak bersifat asal-asalan melainkan nilai positif yang diusung dan nantinya akan diterapkan,”kata Gaspar.

Gaspar selanjutnya menyampaikan bahwa sasaran utama pembentukan forum ini adalah upaya perlindungan terhadap nelayan tradisional. Cakupan nelayan tradisional ini kata Gaspar, adalah para nelayan yang masih menggunakan peralatan sederhana dan wilayah penangkapan ikan yang cenderung terbatas.

Perlindungan terhadap nelayan tradisional ini, menurutnya, didasarkan pada kenyataan bahwa ada pengusaha yang sudah memanfaatkan teknologi tinggi mencaplok wilayah penangkapan para nelayan tradisional. Padahal menurut Gaspar, nelayan-nelayan tradisional ini perlu mendapat perlindungan.

“Sederhananya, forum ini akan bekerja untuk menjamin ketersedian sumber daya alam perairan di wilayah-wilayah yang akan ditetapkan sebagai arah konservasi. Dengan demikian forum akan membuat pembatasan-pembatasan tertentu tentang nelayan atau kapal penangkapan ikan jenis apa yang boleh bergerak pada wilayah-wilayah itu, kata Gaspar.

Gaspar selanjutnya menginformasikan bahwa pembentukan FKP ini sudah dan akan diadakan diseluruh kabupaten/kota di NTT. Untuk tingkat Kabupaten Ende kata dia, pengesahan FKP ini tinggal menunggu surat keputusan bupati

Pelangi Menghiasi Langit Kota Ende


Hotel Dwi Putra Ende


Sabtu, 29 November 2014

Berbusana Pakaian Daerah Kabupaten Ende



Pameran Tenun Ikat Kabupaten Ende di Museum Tekstil Jakarta



Acara Pameran Tenun Ikat Ende di Museum Tekstil Jakarta



RAPBD Ende Tahun 2015 Defisit Rp 15 Miliar

Ende, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Kabupaten Ende Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 856 miliar. Jumlah anggaran tersebut defisit sebesar Rp 15 miliar.

“Oleh karenannya, pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende segera melakukan langkah inovatif dan proaktif untuk mencari dana, guna mengatasi kekurangan dana tersebut untuk kepentingan pembangunan di Kabupaten Ende,” kata Bupati Ende Marselinus Y.W Petu dalam sambutannya pada sidang paripurna dengan agenda penandatanganan KUA PPAS Tahun Anggaran 2015 di ruang sidang paripurna, Rabu (26/11) lalu.

Dia mengatakan, struktur APBD yang disepakati oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Ende dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebesar Rp 856 miliar. Anggaran sebesar itu mengalami defisit Rp 15 Miliar sehingga yang terekam dalam RAPBD sebesar Rp 841 miliar.

Dia menambahkan, karena RAPBD mengalami devisit sebesar Rp 15 miliar, maka pemerintah dan DPRD Ende diminta untuk tidak tinggal diam. Pemerintah dan DPRD Ende akan bekerja keras, inovatif, dan kreatif untuk mencari dana. “Jadi pemerintah dan DPRD kabupaten Ende tidak menjadi pusat pembiayaan, tapi harus menjadi pusat penghasilan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, anggaran sebanyak itu nantinya akan didistribusikan untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung. Kemudian, dana tersebut akan dialokasikan untuk belanja wajib dan terikat, program yang sudah terekam dalam pides dan pikel, alokasi bantuan hibah, dan dana tidak terduga.

Dia menyatakan, pemerintahan di masa kepemimpinannya harus dipahami sebagai masa transisi. Oleh karena itu, Bupati Marsel mengemukakan,  pemerintah membutuhkan penyesuaian dan akurasi perhitungan RAPBD sehingga, tidak banyak uang yang nganggur pada belanja langsung.

Sementara itu   anggota DPRD Ende Yustius Sani mengatkan. Jika terjadi defisit anggaran sebesar Ro.15 miliar, perlu  adanya penghematan di berbagai bidang, dimana penggunaan keuangan jangan hanya sebatas konsumtif namun juga produktif.

“Jika Pemerintah menggunakan strategi defisit anggaran maka Pemerintah juga harus berani menambah Rp.5 Miliar untuk belanja langsung yang dimanfaatkan masyarakat. Defesit itu harus berkaitan dengan kebutuhan masyarakat bukan kebutuhan belanja konsumtif,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini.

Sementara anggota dewan lainnya Muhammad Orba Kamu Ima mengatakan, dengan defisit anggaran sebanyak Rp 15 miliar harus dapat dipahami. Oleh karena terjadi defisit maka, kebijakan anggaran daerah harus disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Jadi harus dapat sesuaikan kebijakan anggaran dengan RAPBD yang ada sehingga semua program dan kegiatan dapat tercover,” ujarnya.

Dia menambahkan, komunikasi menjadi sangat penting antara Bapedda dan TPPKAD. Komunikasi tersebut menurut Muhammad, bertujuan untuk mensingkronkan anggaran dengan program dan kegiatan yang ada dengan tetap memperhatikan prioritas program dan kegiatan.*

Sumber. Flobamora.net

Jumat, 28 November 2014

Ruas Jalan Dari Kota Ende Menuju Detusoko Makin Mulus

Ende. Kondisi ruas jalan negara Ende- Detusoko saat ini semakin baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Kondisi jalan dari kilometer 13 hingga kilometer 16 semakin lebar dan mulus.

Pantauan Wartawan Pos Kupang ketika melewati ruas jalan negara dari Ende menuju Detusoko, Kamis (27/11/2014), kondisi lebar dan mulus itu membuat para pengendara kendaraan roda dua dan empat lebih leluasa saat melewati ruas jalan tersebut.

Menurut PPK 13 Ende-Wolowaru, Saut Siahaan, dalam dua tahun terakhir pemerintah memperbaiki ruas jalan negara dari Ende hingga Detusoko terutama di kilometer 13 hingga kilometer 16.
Dijelaskannya, perbaikan yang dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas jalan tapi juga pelebaran di kedua sisi jalan maupun di tikungan sehingga memudahkan para pengendara kendaraan ketika melewati ruas jalan tersebut.

"Ruas jalan yang ada diperlebar dari sebelumnya 4,5 meter menjadi 6 meter. Begitu juga di kedua sisi jalan diperlebar menjadi dua meter," kata Saut.

Sementara tikungan di sepanjang jalan juga diperlebar agar memudahkan para pengendara kendaraan ketika melewati tikungan tersebut.

"Kondisi jalan saat ini semakin memperpendek waktu tempuh. Misalnya dari Detusoko ke Ende yang sebelumnya bisa mencapai 45 menit kini hanya bisa ditempuh dalam waktu 25 hingga 30 menit," kata Saut.

Sumber  Pos Kupang

Kamis, 27 November 2014

Berita Gembira Bagi Guru Honor Dari Mendikbud


Mendikbud: Saya Malu Lihat Gaji Guru Tidak Layak

Jakarta - Mendikbud Anies Baswedan merasa miris dengan kondisi guru di Indonesia. Dia merasa malu melihat beban guru tidak sesuai dengan kompensasi yang diterimanya.

"Jangan karena guru honorer yang bukan pegawai tetap imbalannya tidak jelas. Saya malu melihatnya," tutur Anies kepada wartawan di Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (25/11/2014).
"Apakah kita sebagai bangsa pantas membuat guru kita dikasih tugas didik tapi kompensasinya nggak jelas?" tambahnya.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu bersikeras akan membenahi sistem untuk mensejahterakan guru. Di mata Anies, para pahlawan tanpa tanda jasa itu harus mendapat kompensasi berupa gaji yang tersandarisasi.

"Kami nggak pernah mau menyebutnya upah. Kalau dosen bisa dihitung dari per SKS dia mengajar, nah guru dari mata pelajaran. Intinya ada perhitungan yang terstandarkan," kata Anies.
Sebelumnya, usai upacara peringatan hari guru pagi tadi Anies mengatakan pihaknya sudah berbicara dengan Kementerian PAN RB Yuddy Chrisnandi. Meski baru sekali bertemu, namun Anies yakin akan ada solusinya dalam waktu yang tidak lama lagi.

"Ada solusinya dalam waktu dekat. Kemarin saya sudah bicara dengan Menpan bahwa kita harus tetapkan batas. Sehingga, gaji guru jangan sampai Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, basa-basi itu bukan gaji itu. Jadi harus kita ubah," ujarnya.

PROGRAM PEMERINTAH KABUPATEN ENDE BUTUH DUKUNGAN RAKYAT

Kesuksesan pembangunan, baik nasional maupun pembangunan Kabupaten Ende bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh rakyat. Pemerintah membutuhkan koreksi dan pengawasan dari masyarakat. Pengawasan bisa dilakukan oleh mereka yang tergantung dalam organisasi kemasyarakatan atau organisasi sosial politik.

“Dalam proses pembangunan, ada dua komponen yang saling mendukung, yakni pemerintah dan rakyat. Di satu sisi pemerintah sebagai pembuat kebijakan, di sisi lain rakyat sebagai pengawas terhadap kebijakan yang ditetapkan. Sebagus apapun visi dan misi yang ditawarkan, tidak akan berhasil jika pemerintah dan rakyat tidak memenuhi komitmen yang sama terhadap rencana dan berbagai program yang ditetapkan,”kata Bupati Marsel Petu ketika membuka forum diskusi tingkat Kabupaten Ende, Selasa (25/11) di Aula Kantor Kesbangpolinmas Ende.

Marsel Petu mengatakan, untuk dapat memberikan pengawasan yang baik dan benar terhadap pelaksana berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, masyarakat perlu diberikan pendidikan politik. Forum diskusi politik dengan dihadiri berbagai tokoh di Kabupaten Ende menjadi wadah untuk membangun etika dan moral masyarakat dalam menyukseskan pembangunan dari desa dan kelurahan di Kabupaten Ende lima tahun kedepan.

PETERNAK SAPI KABUPATEN ENDE IKUT BIMTEK PENGOLAHAN PAKAN

Sebanyak 40 peternak sapi di Kabupaten Ende mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) industri pengolahan pakan ternak berbasis jagung. Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTT bekerja sama dengan Disperindag Kabupaten Ende serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait lainnya. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari sejak, Rabu (26/11) hingga Jumat (28/11) di Lokabinkra Ende.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende, Kosmas Nyo saat membuka kegiatan mengatakan, kegiatan pelatihan atau bimbingan seperti ini harus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurut Kosmas, kegiatan seperti ini mesti dilaksanakan di desa-desa agar lebih tepat sasaran. Selain itu kegiatan pelatihan ini juga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Diharapkan, peserta kegiatan pelatihan dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan harus dipraktekkan setelah kegiatan berakhir.

Kepala Bidang Insustri Agro dan Kimia pada Disperindag Provinsi NTT, Wihelmus Bate mengatakan, selain memberikan pelatihan pengolahan pakan juga diberi bantuan peralatan pengolahan pakan kepada peserta. Upaya tersebut dilakukan guna mendukung pengembangan usaha peserta baik individu maupun kelompok dalam meningkatkan ekonomi. Dia menambahkan, fokus pelatihan tersebut yakni pelatihan untuk pengolahan pakan ternak sapi.

Panitia pelaksana Maria Florida dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti 40 peserta yang adalah peternak sapi di Kabupaten Ende. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut bertujuan memberikan keterampilan kepada peternak sapi. Selain itu kegiatan ini juga mau mendorong masyarakat untuk berwirausaha dan meningkatkan ekonominya. Kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dan instruktur, Erna Hartati, guru besar dan professor dari Undana Kupang.

Rabu, 26 November 2014

Bupati Ende Berharap Kinerja Guru Ditingkatkan

Ende, Bupati Ende Maselinus Y.W Petu mengharapkan, kinerja para guru yang mengabdi di daerah ini perlu ditingkatkan di waktu mendatang. Ini sangat penting demi mendukung peningkatan kualitas kelulusan siswa.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Marselinus dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional, Selasa (25/11).

Selain menyampaikan ucapan selamat, dia juga mengapresiasi tugas para guru di daerah itu, karena keberadaan mereka adalah untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Momentum peringatan Hari Guru ini dijadikan sebagai refleksi bersama semua pemangku kepentingan di dunia pendiidikan, agar ke depan anak-anak kita semakin cerdas,” katanya.

Lebih jauh mantan Ketua DPRD Ende ini mengatakan, peran dan tanggung jawab guru adalah menghasilkan anak-anak yang cerdas. Anak-anak perlu cerdas kognitif, afektif, dan psikomotorik. Di samping itu, tidak kalah pentingnya adalah kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual. Ini semua butuh keseimbangan.

Sebagai bupati, kata dia, ke depan memperhatikan nasib para guru yang bekerja di daerah ini. Di samping itu, memikirkan bagaimana melakukan distribusi guru ke sekolah-sekolah baik yang ada di perkotaan maupun yang ada di wilayah terpencil atau pedalaman.

“Sekarang ini, belum saya lakukan mutasi guru demi pemerataan. Karena sekarang masih dalam tahun pelajaran berjalan, sehingga akan mengganggu kegitan belajar mengajar. Akan saya lakukan distribusi guru pada awal tahun ajaran,” sebutnya.

Berkaitan dengan peringatan Hari Guru Nasional, salah seorang guru SD di dalam Kota Ende menyatakan, meski selama ini pemerintah sudah memberikan banyak perhatian untuk guru, namun ada yang masih perlu dibenahi.

“Nasib kami para guru honorer, sering tidak diperhatikan. Padahal, kami bekerja sama dengan guru PNS. Mudah-mudahan ke depan pemerintah bisa berjuang agar kami diangkat menjadi PNS," kata salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya itu.

Sumber Flobamora.net

Senin, 24 November 2014

Frans Leburaya Menyampaikan Enam Tekad Program Pembangunan Provinsi NTT

Pada acara tatap muka dengan masyarakat NTT Jabodetabek di anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 24 Nopember 2014, yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan NTT Jakarta, Gubernur NTT Frans Leburaya menyampaikan "enam (6) Tekad pembangunan" yang menjadi program pembangunan provinsi NTT saat ini:
- Propinsi Jagung
- Propinsi Koperasi
- Propinsi ternak
- Propinsi Cendana
- Destinasi Pariwisata dunia
- Ekonomi perikanan kelautan


Untuk peternakan, pemda NTT telah menjalin kerjasama dengan Pemda DKI Jakarta yang kelanjutannya akan dibahas pada rencana kunjungan Presiden Joko Widodo tanggal 20 Desember 2014 dalam rangka peresmian sebuah bendungan/waduk di Kupang dan peletakan batu pertama Rumah Sakit Siloam. Dalam rencana kunjungan itu pula, selain didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnomo, Presiden RI Haji Joko Widodo akan didampingi Gubernur Jawa Tengah yang akan menjalin kerjasama dengan pemda NTT dalam bidang perikanan dan kelautan.

Sementara itu, dalam rangka promosi pariwisata, ada beberapa agenda yang sudah dibuat untuk tahun ini dan tahun 2015 di antaranya;
- Lounching Foto bawah laut dengan dengan tema : ALOR UNDERWATER ( Awal Januari 2015) Dimana panorama bawah laut di Pulau Alor saat ini berhasil menggeser posisi Karibia sebagai panorama terindah di dunia.
- Seminar dan diskusi terbuka tentang Pro-Kontra penangkapan ikan Paus di Flores Timur.
Selain beberapa masalah diatas, masalah human trafficking (perdagangan manusia) juga menjadi "hot issue" yang dibahas melalui pertanyaan yang diajukan. Untuk masalah human trafficking ini, gubernur NTT mengakui bahwa masalah ini memang sedang menjadi pekerjaan rumah bagi beliau dan jajarannya. Pa Frans menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan menindak keras jika ada indikasi keterlibatan orang-orang dijajarannya.

Pada acara yang ditutup dengan santap malam bersama itu, sebagian dari peserta yang hadir menyayangkan waktu yang terlalu singkat, sehingga banyak persoalan yang tidak sempat didiskusikan pada kesempatan itu.

Strategi Bupati Ende Gaet Wisatawan ke Ende

Bupati Ende Marselinus Petu, punya strategi khusus untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Ende. Menurut bupati yang baru terpilih pada Desember 2013 ini, Ende tidak bisa hanya mengandalkan Danau Kelimutu semata, tetapi kekhasan budaya kabupaten Ende juga perlu diperkenalakan agar para wisatawan bisa lebih lama tinggal di Ende.

Menurutnya, selama masa kepemimpinannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende akan giat menggelar acara-acara budaya.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan Kelimutu, mulai tahun ini kami akan laksanakan event sepekan Danau Kelimutu,” ujarnya pada sambutan pameran tunun ikat Ende di Museum Tekstil, Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Event ini, katanya akan berlangsung selama sepekan yaitu setiap 7 Agustus hingga 14 Agustus. Acara akan dimulai dengan mengumpulkan semua tetua adat (mosalaki) di seluruh Kabupaten Ende yang berlangsung di Museum Tenun Ikat Ende.  Acara akan ditutup dengan penghormatan leluhur di puncak Kelimutu.

“Ini bagian dari promosi dan pengembangan wisata Kabupaten Ende, karena menurut saya, pengembangan wisata tanpa event itu mustahil. Kalau kita hanya mengandalkan Kelimutu saja, tidak bisa,” tandasnya.

Kabupaten Ende selama ini memang dikenal ke seluruh pelosok dunia karena memiliki danau tiga warna Kelimutu. Warna ketiga danau tersebut berubah-ubah.

“Tidak ada danau seperti Kelimutu di tempat lain. Karena itu, orang kalau mau melihat danau tiga warga harus datang ke Ende,” ujar Marselinus.

Sumber: Floresa. co

Minggu, 23 November 2014

Kain Tenun Ende Lio Terus Mendunia

  Fashion Show kain tenun Ende Lio

Keramaian di Museum Tekstil, jalan KS.Tubun nomor 2-4 Jakarta tadi malam tidak seperti biasanya.

Saat redaksi nttkita.com dan para Tamu tiba di Pintu masuk, alunan musik tarian khas Ende Lio Nggo lamba menjadi penyambut pada acara bertajuk Pameran Tenun Ikat Ende, Warisan Budaya Indonesia untuk Dunia.

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu dan Wakil Bupati Ende, Drs Djafar H. Achmad MM dihadiri ratusan Warga Jabodetabek asal Ende – Flores. turut hadir juga beberapa Pejabat serta Anggota DPRD Ende, dan Anggota DPR RI asal Ende, Syahrulan Pua Sawa dan Honing Sanny.

Dalam sambutan Pembukanya, Bupati Marsel Petu menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada Pihak Museum Tekstil yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada Pemerintah kabupaten Ende untuk mempromosikan Tenun Ikat Ende kepada Dunia. Tak lupa pula ucapan Terima Kasih disampaikan Kepada dua Organisasi masyarakat Ende yang ada di Jabodetabek yakni, Dukke dan Wua Mesu yang turut membantu terselenggaranya acara tersebut.

Dalam lanjutan sambutannya Bupati Marsel Petu Menyampaikan, “Kami Menyambut baik penyelenggaraan Pameran tenun ikat Ende di Museum Tekstil jakarta sebagaia upaya ‘jemput bola’ agar tenunan Ende dikenal lebih luas lagi, dan lebih banyak pihak mendukung pengembangannya, sehingga potensi tenun ikat Ende mampu berperan dalam visi Pemerintah kabupaten Ende, yaitu, Mewujudkan karakteristik kabupaten Ende dengan membangun dari Desa dan Kelurahan menuju masyarakat yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan”

Selain Pameran Tenun Ikat, pada pembukaan acara tersebut juga disajikan Peragaan Busana. Selain pakaian adat, juga ada beberapa rancangan desain modern yang terbuat dari kain tenun ikat Ende, termasuk workshop singkat tentang cara bertenun. Tak lupa pula menu makanan yang disediakan seperti Wa’ai Punga (Ubi Cincang yang dikukus), ika nasu ae wandu (ikan kuah asam), dan aneka ragam kuliner khas Ende yangcukup mengobati rasa rindu warga Jabodetabek asal Ende.

Pameran Tenun Ikat Ende ini diselenggarakan sejak tanggal 22 hingga 24 November 2014. Luangkan waktu akhir Pekan Anda untuk dapat menyaksikan Pameran ini.

Produksi Film Ine Pare di Ende

ENDE -- Teater plus-Kupang memproduksi film dokumentar tentang Ine Pare yang berdurasi 45 menit. Pelaksaan shoting film tersebut dilakukan semenjak Jumat (14/11/2014) hingga Rabu (19/11/2014) dengan mengambil sejumlah lokasi di dalam wilayah Kabupaten Ende.

Piter Kembo selaku sutradara film Ine Pare kepada Pos Kupang saat ditemui di Kantor Bupati Ende, Rabu (19/11/2014) mengatakan alasan pihaknya memproduksi film pendek Ine Pare dilatarbelakangi oleh keinginan pihaknya untuk kembali menghidupkan budaya-budaya lokal kedalam bentuk cerita film.
"Saat ini kaum muda lebih senang menikmati film-film impor dibandingkan dengan film budaya dalam negeri padahal film produksi luar negeri belum tentu cocok dengan karakteristik kebudayaan masyarakat lokal,"kata Piter.

Oleh karena itu ujar Piter maka pihaknya sebagai warga NTT terdorong memproduksi film pendek tentang Ine Pare.

Diharapkan dengan keberadaan film pendek tentang Ine Pare kaum muda terutama yang kini masih bersekolah lebih menaruh kecintaan mereka akan budaya lokal.

Film pendek Ine Pare ujar Piter merupakan hasil kerjasama dengan Pemerintah Propinsi NTT yang sedianya akan diputar di sekolah-sekolah yang ada di seluruh NTT.

Piter mengatakan film pendek Ine Pare didukung oleh sejumlah pemain baik yang berasal dari wilayah Kabupaten Ende maupun dari luar daerah.

"Meskipun dari luar daerah mereka sebenarnya adalah warga Ende yang bermukim di Kota Kupang. Kami libatkan mereka untuk mendukung film tersebut karena mereka dianggap tahu tentang budaya Kabupaten Ende,"kata Piter.

Lokasi pengambilan shoting film Ine Pare ujar Piter dilakukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Ende baik di Moni, Gunung Keli Ndota, Detukeli, Kawasan Kelimutu hingga di Pasar Wolowona, Kota Ende.

Kisah Ine Pare yang diangkat dalam film pendek berdurasi 45 menit itu ujar Piter mengisahkan tentang tokoh Ine Pare yang dipercaya sebagai dewi padi . "Ine Pare adalah dongeng tentang adanya dewi padi yang dipersembahkan agar bisa menyuburkan tanaman,"kata Piter.

Asisten II Setda Ende, Drs Siprianus Reda Lio saat menerima rombongan teater plus mengatakan atas nama pemerintah pihaknya memberikan apresiasi kepada sutradara serta seluruh kru teater plus yang telah memproduksi film Ine Pare.

"Tentunya kami berharap dengan adanya kisah Ine Pare yang diangkat dalam bentuk film menambah kecintaan masyarakat akan budaya Kabupaten Ende. Demikianpun anak-anak muda tidak melupakan adanya legenda ataupun dongeng asli dari Kabupaten Ende,"kata Siprianus.

Menurut Siprianus dongeng ataupun cerita legenda tentunya mengandung pesan-pesan moral yang baik bagi generasi muda sehingga wajar kalau sebagai pemerintah pihaknya memberikan dukungan adanya film tentang Ine Pare.