WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Jumat, 07 Agustus 2015

KM AWU di Pelabuhan Bung Karno Ende


Ende Layak Jadi Ibu Kota Provinsi Flores

POS KUPANG.COM, ENDE -- Kota Ende yang merupakan ibukota Kabupaten Ende saat ini dinilai layak menjadi ibukota Provinsi Flores dikarenakan keberadaan Kota Ende yang berada di titik tengah Pulau Flores sehingga cukup strategis untuk dijangkau oleh masyarakat di Pulau Flores juga keberadaan Kota Ende yang memiliki nilai historis cukup panjang.

Anggota DPD RI, Safrudin Atasoge mengatakan hal itu pada saat melakukan tatap muka dengan jajaran Pemda Kabupaten Ende, Selasa siang (28/7/2015) di Aula Kantor Bupati Ende.
Safrudin mengatakan ada berbagai alasan mendasar yang membuat Kota Ende layak dijadikan sebagai Ibukota Provinsi Flores karena selain letaknya yang strategis dibandingkan dengan daerah lain.

Kota Ende juga memiliki rekam jejak sejarah yang cukup panjang bukan saja di Pulau Flores namun bangsa Indonesia secara keseluruhan.

"Di Kota Ende bapak Bangsa, Ir.Soekarno pernah hidup dan di kota tersebut ilham akan dasar negara, Pancasila ditemukan.

Jadi wajarlah kalau Kota Ende layak ditetapkan sebagai Ibukota Provinsi Flores," kata Safrudin.
Secara pribadi ujar Safrudin dirinya menilai Kota Ende layak ditetapkan menjadi Ibukota Provinsi Flores namun demikian soal terwujudnya Provinsi Flores tentu diperlukan perjuangan semua elemen baik itu masyarakat, pemerintah, DPRD juga komponen lainnya sehingga dengan demikian keberadaan Provinsi Flores tidak terus menjadi wacana dari waktu ke waktu.

Safrudin mengatakan untuk menjadi sebuah ibukota Provinsi, maka Ende juga harus dimekarkan menjadi dua daerah yang mana satunya adalah Kota madya dan satunya Kabupaten. Ada Kota Madya Ende dan ada Kabupaten Ende.

Syafrudin Atasoge : Pembentukan Kota Madya Ende Harus Segera Dilaksanakan


Zonalinenews-Ende, Wacana pembentukan kota madya Ende yang ingin dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Ende dan masyarakat, bila masyarakat dan pemerintah berkeinginan agar Ende di jadikan sebagai calon ibu kota Provinsi Kepulauan Flores.

Kota madya merupakan embrio dari calon ibu kota Provinsi kepulauan Flores. Penegasan itu di sampaikan oleh Anggota DPP RI asal NTT Syafrudin Atasoge S.Pd Jumat 31 Juli 2015 ketika melakukan tatap muka dan dengar pendapat bersama masyarakat di kecamatan Ende selatan dan Ende utara.

Menurut Syafrudin, ada faktor historis yang tak bisa di pisahkan dalam perjuangan karena Ende memiliki sejarah yang panjang dalam melahirkan ideolegi negara. Ende merupakan ilham dari yang kuasa untuk nusantara.

“Pembentukan kota madya juga merupakan respon atas apa yang di sampaikan oleh ibu Menteri Puan Maharani yang ingin menjadikan Ende sebagai kota Bung Karno maka pemerintah tinggal mensinergikan nama usulan menjadi kota madya bung karno,”ujar syafrudin atasoge yang di sambut tepuk tangan peserta hadirin.

Di samping itu faktor pendukung lainnya adalah letak Ende sangat strategis, berada di tengah dan mampu di jangkau oleh semua daerah di pulau Flores. Wacana pembentukan kota madya jangan di politisir dengan di kotomi politik daerah sehingga menjadi murni aspirasi masyarakat dan kepentingan daerah, jika ada di kotomisasi maka hal itu akan jauh dari harapan.

Mantan Pengurus Besar Himpunanan Mahasiswa Islam (PB HMI) berjanji akan mengawal rencana pengusulan kota madya ende karena merupakan tugas dan kewenangan di komite I yang membidangi pembentukan dan penggabungan daerah ototnomi di DPD RI.

Sementara itu Camat Ende Selatan Mohamad Sahab HS, SH pada kesempatan tersebut mengatakan, ada kerinduan dari masyarakat akan hadirnya kota madya karena Ende pernah menjadi kota administrasi sehingga perjuangan untuk kota madya merupakan sebuah keharusan.

Ruas Jalan Ngalupolo-Reka Sudah di Buka Kembali

Ende, Jalur jalan lintas selatan Kabupaten Ende antara Desa Ngalupolo dengan Dea Reka yang sempat diblokir sekitar dua minggu oleh warga Desa Ngalupolo, akhirnya dibuka pada Kamis (30/7).

“Pembukaan jalur jalan tersebut dilakukan secara bersama oleh mosalaki dari kedua desa , kepala desa, Pemerintah Kecamatan, Polsek dan Koramil Ndona,” kata Camat Ndona Yoris Demu, Jumat (31/7).

Dia mengatakan, setelah jalur jalan ini dibuka akan dilanjutkan dengan upacara adat atau pemulihan secara adat yang akan digelar di Desa Ngalupolo. Pembukaan pemblokiran itu dilaksanakan sehari sebelumnya, Kamis (30/7) tepatnya pada pukul 16.00 wita.

Menurutnya, pembukaan kembali ruas jalan tersebut setelah melalui kesepakatan internal antara mosalaki, kepala desa dan tokoh masyarakat kedua desa yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan, Polsek dan Koramil Ndona.

"Kemarin (Hari Kamis,red) diadakan pertemuan antara mosalaki, kepala desa kedua desa dan tokoh masyarakat bersama pemerintah kecamatan, Polsek dan Koramil.Saat itu kami telah melahirkan keputusan untuk membuka jalan. Kemudian, Sabtu 1 Agustus 2015 diadakan upacara adat bersama sebagai bentuk pemulihan", katanya.

Flobamora.net

Kapal Rafelia 2 di Pelabuhan Bung Karno Ende


Listrik Masuk Desa

Proses pemancangan tiang dan jaringan lisrik ke-6 desa kecamatan Ndona timur..