WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Sabtu, 28 Februari 2015

Pemkab Nagekeo Gunakan Pesawat Tanpa Awak Petakan Potensi Ekonomi

MBAY -- Pemerintah Kabupaten Nagekeo beberapa waktu terakhir gencar menjual potensi daerah untuk menarik investasi dari luar.

Salah satu faktor agar upaya itu bisa tercapai, melalui dukungan data potensi ekonomi. Demi mendapatkan data potensi yang akurat, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Kantor Penanaman Modal Daerah (PMD) bekerja sama dengan PT Synco Global menggandeng Tera Airo Indonesia melakukan survey dan pemetaan potensi ekonomi di daerah menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Agus Fernandes melalui Kepala Bidang Tata Ruang, Efraim CH. Muga menjelaskan, Tera Airo Indonesia yang merupakan kumpulan para lulusan ITB itu sudah mulai bekerja sepekan terakhir.

Efraim mengatakan, PT Synco Global merupakan salah satu investor yang tertarik untuk berinvestasi di Nagekeo. Namun sebelum berinvestasi, perusahaan itu ingin mendapat data awal dan gambaran secara menyeluruh tentang potensi ekonomi yang ada di Nagekeo.

Untuk mendapat gambaran itu, kata Efraim, PT Synco Global menggandeng Tera Airo Indonesia untuk melakukan pemetaan dari udara.

Efraim mengungkapkan, dengan menggunakan pesawat tanpa awak, Pemkab Nagekeo dan Synco Global bisa mendapat data yang lebih detail dari data yang selama ini didapatkan melalui Citra Satelit.

"Pesawat ini mampu terbang dengan ketinggian hingga 500 meter dan mampu mengambil gambar dari ketinggian 200 meter dengan lama terbang 45 menit dan kemampuan mendokumentasikan obyek 300 ha per sekali terbang," jelas Efraim.

Efraim menambahkan, selain pemetaan potensi, Pemkab Nagekeo juga meminta Tera Airo Indonesia juga melakukan foto udara Kabupaten Nagekeo untuk kepentingan pembuatan tata ruang.

Saat ini, lanjut Efraim, Tera Airo Indonesia sedang merampungkan kegiatannya untuk selanjutnya dipresentasikan kepada Bupati Nagekeo pekan depan.*

Sumber Pos Kupang

Jumat, 27 Februari 2015

Telah Hadir di Kota Ende Klink C & C Ende

Telah Hadir di Kota Ende : "Klink C & C" yang beralamat di Jl. Gatot Subroto No. 41 Ende, Tlp. 0381-22191.
Klinik C & C memiliki fasilitas :
* Tempat Praktek Bersama, antara lain Dokter Spesialis Kandungan (dr. Lidya F. Nembo, Sp.OG) dan Dokter Umum (dr. Robyanto Wahjudi)
* Apotek, yang menyediakan obat-obat sesuai kebutuhan masyarakat.
 Klink C & C Ende

Senin, 23 Februari 2015

Ende Miliki Dermaga Multifungsi di Kawasan Ippi

ENDE -- Kabupaten Ende kini memiliki dermaga multifungsi yang dibangun di komplek Pelabuhan Ippi, Kecamatan Ende Selatan. Dermaga ini bisa disandari kapal barang, kapal penumpang maupun kapal kargo.

Staf pada Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ende, Ayub mengatakan hal itu di Ende, Sabtu (21/2/2015). Ia dikonfirmasi mengenai keberadaan dermaga yang baru dibangun di kawasan Pelabuhan Ippi, Kecamatan Ende Selatan.

Ayub menjelaskan, saat ini di kawasan Pelabuhan Ippi selain ada dermaga lama juga sedang dibangun dermaga baru yang letaknya bersebelahan dengan Dermaga Ippi. Dermaga baru tersebut telah dibangun dari tahun 2013 serta berlanjut hingga tahun 2015.

Dermaga baru itu, jelas Ayub, selain multifungsi juga bisa disandari kapal setiap waktu tanpa mengenal musim barat maupun tenggara karena konstruksi bangunan dan letaknya telah dirancang untuk bisa disandari setiap kapal maupun setiap musim.

"Dermaga yang baru dibangun berbentuk huruf I sehingga bisa disandari kapal setiap saat. Hal ini berbeda dengan dermaga lama yang berbentuk T sehingga hanya bisa disandari kapal pada musim barat saja, sementara ketika memasuki musim tenggara tidak bisa disandari maka ketika ada kapal yang datang terpaksa dialihkan ke Pelabuhan Ende," kata Ayub.

Dermaga baru, jelas Ayub, jauh lebih panjang dibandingkan dermaga lama, yakni 291 meter sedangkan dermaga lama 200 meter. Dengan berbagai kelebihan yang ada, Ayub mengharapkan agar keberadaan dermaga baru bisa memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Ende.

"Saat ini dermaga baru belum beroperasi karena masih dalam proses pengerjaan. Apabila sudah rampung akan memberikan nilai tambah yang cukup besar bagi masyarakat Kabupaten Ende," kata Ayub.

Sumber Pos Kupang

BLHD SOSIALISASIKAN KOTA ENDE MENUJU KOTA SEHAT

 Taman Bung Karno Ende

Dalam rangka menjadikan Kota Ende sebagai Kota Sehat, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Ende mengadakan sosialisasi dan evaluasi Kota Sehat di Lantai II Kantor Bupati Ende, Senin (16/2). Dalam kegiatan ini wajah Kota Ende dilihat dengan perspektif pembangunan berbasis lingkungan.

Kegiatan sosialisasi dan evaluasi Kota Sahat ditandai dengan penyerahan secara simbolis tiga container oleh Bupati Marsel Y.W Petu didampingi wakil Bupati Ende Achmad Djafar dan kepala BLHD Ende Subhan Wanda kepada Kepala Kantor Pertamanan dan Kebersihan Kota Ende. Kemudian Wakil Bupati Ende Achmad Djafar menyerahkan secara simbolis empat sepeda motor sampah kepada empat kecamatan di dalam Kota Ende, yakni Kecamatan Ende Timur, Kecamatan Ende Tengah, Kecamatan Ende Selatan dan Kecamatan Ende Utara, yang diterima oleh camat dari masing-msing wilayah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Ende Achmad Djafar, kepala BLHD Ende Subhan Wanda, Ketua Dewan Evaluasi Kota Ende dan Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Ende, para Camat dan Lurah se-wilayah Kabupaten Ende.

Bupati Ende Marselinus Y.W Petu ketika membuka kegiatan sosialisasi dan evaluasi Kota Sehat mengatakan, Kota Sehat atau Adipura merupakan program pemerintah untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan, baik secara ekologis, sosial dan ekonomi melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berkelanjutan demi terwujudnya lingkungan hidup yang baik dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.

‘Kebersihan merupakan kesadaran, perilaku, dan bukan target yang harus dicapai untuk mendapat hadiah, sehingga ketika berbicara soal sehat, maka itu adalah sebuah tuntutan. Dengan demkian, tujuan dan sasaran kita adalah Kota Ende harus bersih. Maka Mindset kita harus diubah, bagaimana mencerdaskan masyarakat kita agar mereka tahu bagaimana hidup sehat dan bersih,” Kata Bupati Marsel.

Untuk memperoleh Adipura, katanya, dibutuhkan kerja sama dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Permen LH Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura.

Bupati Marsel Petu menyampaikan bahwa dalam melaksanakan Program Adipura, Pemerintah Kabupaten Ende melalui BLHD bekerja sama dengan Dewan Evaluasi Kota (DEK) yang bertugas melakukan pemetaan kondisi permasalahan lingkungan hidup sebagai bahan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ende. ”Jika ini berjalan dengan baik, dengan memberi pemahaman yang baik kepada masyarakat dan peran aktif semua pihak, maka kebersihan akan menjadikan kita sehat. Kebersihan Kota Ende menjadi target kita,” katanya.

Bupati Marsel Petu juga berharap agar sarana presarana yang telah dipayakan oleh Pemerintah Kabupaten Ende berupa tong sampah, motor sampah, container sampah dan truk pengangkut sampah harus dimanfaatkan dengan baik demi menciptakan kondisi kota yang bersih dan sehat. Kepala BLHD Ende Subhan Wanda yang berperan sebagai moderator dalan kegiatan tersebut mengatakan, wajah Kota Ende dilihat dari perspektif pembangunan lingkungan hidup masih baik

USULAN PROGRAM DALAM MUSRENBANGCAM HARUS BERKUALITAS

Setiap usulan berbagai perencanaan program yang diajukan dalam forum Musrenbangcam maupun forum sebelumnya musrenbangdus/des, harus benar-benar memperhatikan aspek kualitasnya. Sebab dengan usulan program yang berkualitas dapat mempersempit  atau mengurangi nilai kuantitas program prioritas. Dengan demikian program yang diusulkan itu akan mendekati ketersediaan dan kemampuan keuangan daerah/APBD yang masih terbatas jumlahnya.

”Saya perlu mengingatkan peserta musrenbangcam ini agar dalam mengusulkan program juga mempertimbangkan aspek ketersediaan dan kemampuan APBD-II. Agar apa yang diusulkan dapat terakomodir. Ini diutamakan pada program atau kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan riil masyarakat yang ada” Pinta Yoseph A. Dosi Woda, Kabid Akuntansi selaku pejabat yang mewakili Kepala Dinas PPAKD Kab.Ende pada acara Musrenbangcam Kotabaru, Rabu siang, 18/02/15 di aula Kantor Desa Tou Timur.

Selain itu, demikian Yopy, setiap usulan program yang ada harus bisa dipertanggungjawabkan bukan saja dari aspek perencanaan tetapi juga dari sisi keuangannya. Karenanya, ia mengharapkan agar setiap usulan program yang diajukan bisa ditetapkan menjadi program prioritas yang dapat didanai dari APBD-II.

Sebagai gambaran Dia menjelaskan bahwa kondisi APBD-II Ende tahun 2015 saat ini senilai 861 milyard lebih. Dana ini terpakai untuk belanja pegawai sebesar 500 milyard lebih, sedangkan sisanya 300 milyard lebih untuk kebutuhan masyarakat/belanja public. Dengan melihat realita ini, lanjut Yopy, sudah bisa diestimasi berapa banyak usulan rencana yang dapat didanai oleh APBD-II.

“Tentu kita sudah bisa membayangkan dengan sisa dana tersebut, sudah jelas tidak dapat membiayai semua usulan program yang diajukan.Karena itu saya sekali lagi harapkan agar semua usulan program benar-benar berkualitas” paparnya menjelaskan.

Hal yang sama juga dipertegas oleh Adrianus Yosafat Muda, yang mewakili Kepala Bappeda Kab.Ende seraya menambahkan bahwa nilai seuatu program terletak pada kualitas program berkenan sejak perencanaan sampai pada tingkat penganggaran dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, ekonomis dan biaya, sudah pasti terdanai.

Sementara salah seorang warga masyarakat yang menjadi peserta forum Musrenbancam Kotabaru, Ambrosius Laka mengharapkan agar forum musrenbangcam ini hendaknya benar-benar mematangkan semua perencanaan ditingkat kecamatan untuk kemudian dinaikan ke Kabupaten. “Saya berharap agar semua usulan program sudah matang disini. Jadi apa yang diminta oleh pihak Bappeda dan DPPKAD tentang usulan program yng berkualitas harus menjadi rujukan para pihak yang berkepentingan di Kecamatan yng menangani ini” Ujarnya.

Proses Pembangunan Gedung Immacullata Ende


Gedung Immacullata merupakan sebuah bangunan gedung tua yang sering di gunakan oleh Bung Karno untuk mementaskan drama/ tonil hasil tulisannya selama masa pembuangan di Ende. Lokasi bangunan gedung ini terletak di jalan Kathedral yang berjarak kurang lebih 1 km dari pusat kota Ende.

Pemerintah Alokasikan Dana Rp 20 Miliar

  Ende, Kompas - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI  mengalokasikan dana sebesar Rp 20 miliar untuk pelestarian situs bersejarah aktivitas Bung Karno selama menjalani pembuangan politik di Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (1934-1938).

Dana Rp 20 miliar secara khusus dialokasikan untuk penataan gedung Imakulata Ende, yang dulu merupakan tempat pementasan tonil karya Bung Karno. Ada 12 judul tonil bertemakan nasionalisme karya Bung Karno yang dipentaskan di gedung itu.

Jumat, 20 Februari 2015

Bupati Ende: Jangan Ada Lubang di Kota Ende

ENDE -- Bupati Ende, Ir Marsel Petu memerintahkan kepada Dinas PU Kabupaten Ende agar menutup semua lubang yang ada jalan dalam wilayah Kota Ende sehingga dengan demikian semua ruas jalan yang ada didalam Kota Ende tidak lagi berlubang.

Hal tersebut dikatakan Bupati Marsel dalam keterangan persnya kepada Pos Kupang di rumah jabatan Bupati Ende, Sabtu (14/2/2015). "Dinas PU saya perintahkan agar tutup semua lubang-lubang yang ada di jalanan dalam wilayah Kota Ende. Jangan sampai lagi ditemukan jalan yang berlubang,"kata Bupati Marsel.
Dengan menutup jalan yang berlubang ujar Bupati Marsel maka kondisi jalan yang ada didalam Kota Ende semakin baik sehingga mempermudah akses transportasi bagi warga yang bermukim didalam wilayah perkotaan.

"Kalau menunggu perbaikan jalan tentu membutuhkan biaya yang besar maka untuk sementara sambil menunggu perbaikan maka diharapkan kepada Dinas PU untuk segera menutup lubang-lubang yang ada di jalan,"kata Bupati Marsel.

Bupati Marsel mengatakan tindakan menutup lubang sifatnya sementara maka diharapkan kepada warga Kota Ende untuk memahaminya karena tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk memudahkan para pengguna jalan dalam Kota Ende dalam menggunakan jalan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Ende, Ir Frans Lewang mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan dalam wilayah Kota Ende yang kondisinya berlubang seperti di Jalan El Tari Atas dan El Tari Bawah. Selain itu di Jalan W. J Johanes maupun di Kompleks Perumnas dan BTN Mautapaga serta Jalan Sam Ratulangi.

Ruas jalan yang berlubang tersebut ujar Frans akan segera ditutup baik secara swakelola ataupun menggandeng rekanan pemerintah sehingga dengan demikian tidak ada lagi ruas jalan dalam wilayah Kota Ende yang berlubang.

Sesuai pantuan Pos Kupang beberapa ruas jalan dalam wilayah Kota Ende yang saat ini masih berlubang seperti di Jalan El Tari atas dan El Tari Bawah, Ruas Jalan Sam Ratulangi maupun ruas jalan W. J Johannes.

Sumber Pos Kupang

Film Ine Pare Ende Jadi Muatan Lokal di NTT

Teater Plus Kota Kupang mengadakan pemutaran Film Ine Pare yang mengangkat cerita rakyat dari Ende di gedung bioskop SMAN 3 Kupang, Sabtu (14/2/2015).

Melalui pemutaran film ini, seluruh masyarakat NTT diajak untuk mengenal dan melestarikan cerita budaya lokal agar tetap lestari. Film ini pun akan dijadikan muatan lokal pada seluruh sekolah di NTT.

"Kita di NTT ini memiliki begitu banyak cerita rakyat yang menarik dan mengandung nilai-nilai moral. Karena itu, cerita rakyat kita tidak boleh sampai hilang. Sebagai usaha memperkenalkan dan melestarikan cerita rakyat kita, kami memfilmkan cerita rakyat dari tanah Ende Lio untuk lebih dikenal bukan hanya oleh masyarakat NTT, tetapi juga secara nasional," kata sutradara film ini, Piter Kembo.

Ia mengatakan, film ini menceritakan bahwa ribuan tahun lalu, setelah dilanda tsunami hebat, masyarakat Ende Lio dilanda rawan pangan.

"Di saat masyarakat Ende Lio kesulitan memperoleh kebutuhan pangan, tiba-tiba suatu keajaiban terjadi. Darah Ine Pare menumbuhkan bibit tanaman baru yaitu padi yang sebelumnya belum pernah ada. Keberadaan padi ini sangat membantu masyarakat Ende Lio dalam memenuhi kebutuhan pangannya," ungkap Piter.

Asisten I Setda NTT, Sisilia Sona, dalam sambutannya, menyambut baik peluncuran film ini.
"Film ini nantinya akan di putar di seluruh sekolah di NTT dan akan menjadi muatan lokal. Saya sangat mendukung Teater Plus yang telah memproduksi film dengan mengangkat cerita rangka dari NTT. Hal ini sangat penting dalam usaha memperkenalkan dan melestraikan budaya kita kepada generasi muda," kata Sisilia Sona

Bupati Elias: Yang Menghambat Pengembangan Garam Saya Lawan

MBAY -- Bupati Nagekeo, Elias Djo, memastikan bulan Juni tahun ini PT Cheetam Salt Indonesia mulai beroperasi. Persoalan lahan yang selama ini menjadi kendala pengembangan garam oleh perusahaan asal Australia itu akhirnya bisa terselesaikan.

Hal itu dikatakan Elias dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Aesesa, di Aula Pondok SVD, Mbay, Selasa (17/2/2015).

Elias yang saat itu didampingi Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Nuwa Veto, Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Fabianus Ajo Bupu,Wakil Ketua DPRD, Florianus Papu dan Camat Aesesa, Elias Tae, mengatakan, garam menjadi salah satu dari tiga produk unggulan Kabupaten Nagekeo selain padi dan jagung.

Elias memastikan tiga program unggulan itu menjadi fokus pembangunan di Nagekeo dan mulai dikembangkan tahun ini. Elias mengimbau semua pihak di daerah itu terutama masyarakat mendukung dan mau bekerja sama untuk menyukseskan tiga program tersebut.

Elias menjelaskan, persoalan pembagian lahan sisa HGU PT Nusa Anoah seluas 231 hektar di Waekokak yang akan dibagikan kembali kepada masyarakat sudah menemui titik terang.

''Saya bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Sekda Nagekeo, sudah melakukan pendekatan budaya dengan masyarakat yang selama ini masih berbeda pendapat dengan pemerintah terkait pembagian lahan di lokasi pengembangan garam tersebut dan sudah mencapai kata sepakat. Karena itu tidak ada tawar menawar lagi. Bulan Juni harus mulai," demikian Elias.

Elias menegaskan, pengembangan garam di daerah itu harus terealisasi dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat maupun daerah dan siapa yang berusaha menghambat akan diambil tindakan tegas.
"Beberapa hari ini saya mendapat laporan ada sekelompok masyarakat mau tolak kerja sama yang dibangun Pemkab Nagekeo dengan PT Cheetam. Saya berharap tidak sampai terjadi. Kalau ada sekelompok orang yang dengan sengaja menghambat apa yang akan dikerjakan pihak PT Cheetam dalam pengembangan garam di daerah ini, saya akan lawan,'' tegas Elias.

Elias mengungkapkan, Nagekeo sudah banyak tertinggal dari daerah lain. Karena itu, katanya, butuh kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan itu.
''Motto kita Too Jogho Waga Sama (Kerja sama) harus tetap dijaga dan menjadi landasan pijak pelaksanaan pembangunan di daerah ini. Garam Nagekeo, salah satu terbaik di Indonesia. Kalau ini dikembangkan secara profesional akan mendatangkan keuntungan bagi daerah dan masyarakat di daerah ini," kata Elias.

Sumber Pos Kupang

Rabu, 18 Februari 2015

Annabella's Karaoke & Cafe Ende

TEMPAT NONGKRONG BARU PARA KAWULA MUDA KOTA ENDE DAN SEKITARNYA!!! WELCOME TO ANNABELLA'S KARAOKE & INTERNET CAFE ( ex d'twinz cafe) di JL. GATOT SUBROTO ENDE (depan STARMART SWALAYAN)

Annabella's Karaoke & Internet Cafe Ende
PROMO HARGA BOOKING HALL DIJAMIN BERSAHABAT!!! FASILITAS : SONY SMART TV 60INS , SOFA & KURSI YANG NYAMAN SERTA FOOD & DRINK YANG MENGGoDA SELERA...
WELCOME

Senin, 16 Februari 2015

Dinas Pariwisata Tidak Adil, Pengelola Cafe Pantai Ria Ende Mengeluh

Salah seorang pengelola jasa kontrakkan Cafe Wisata di Lokasi Pantai Ria Ende Pak Sem, saat ditemui zonalinenews Minggu 15 Februari 2015 mengatakan empat los cafe di satu rumah panggung diantaranya , Beranda Cafe, Ipan Cafe, D’ligh Cafe, dan QNT Cafe menilai Dinas Pariwisata Ende tidak adil dalam pemberlakuan aturan. Pasalnya empat Cafe tidak di ijinkan untuk membangun lopo secara swadaya , sedangkan dua Cafe lainya seperti Violet Cafe dan Paradise Cafe di ijinkan untuk membangun Lopo secara swadaya.

Dikatakannya, para pengunjung yang tergabung di dalam empat Cafe ini, di kenakan karcis masuk dan karcis parkiran, sedangkan Dua cafe lainya tidak dikenakan biaya karcis apapun.

Sem menambahkan, padahal secara keberadaanya cafe yang tergabung dalam empat cafe dan dua cafe lainya berada dalam satu lokasi yang dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata namun dirinya merasa adanya pemberlakuan aturan yang tidak adil yang dibuat oeh dinas pariwisata.
Sementara , Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Sebastian Nuru, Senin 16 Februari 2015 dikonfermasi terkait persoalan ini mengatakan , Dinas Pariwisata sudah merencanakan untuk membangunkan Lopo di lokasi wisata pantai Ria , dan pembangunan Lopo itu sudah ada dalam rancangan perencanaan program tahun 2015. Namun untuk sementara dari dinas akan melakukan diskusi dan evaluasi bersama pengelola jasa cafe wisata pantai Ria. “Berkaitan dengan masalah yang dihadapi para pengelola cafe di lokasi tersebut,”ungkapnya.

Ia menjelaskan , dalam waktu dekat ini, petugas dinas pariwisata akan  datang ke lokasi wisata Pantai ria untuk memperbaiki dan menutup kembai pagar – pagar yang rusak sehingga bagi pengunjung atau konsumen yang ingin berdatangan ke tempat tersebut masuk melalui pintu masuk dan secara merata dikenakan karcis parkiran dan karcis masuk.

Sumber..Media Group : Zonalinenews

Pertama di NTT, Aspal Buton di Uji Coba di Kota Ende

Direktur Utama PT. Nala Anggada Perkasa, Muhammad Khadafi bersama Koordinator Distributor Asbuton untuk Provinsi NTT, Linus Lawang Nolowala mempersentasikan sekaligus mendemonstrasikan manfaat dan keunggulan produk Cold Poving Hot Mix Asbuton (CPHMA : Asbuton (Aspal Buton) campuran Panas Hampar dingin di Rujab Bupati Ende, Sabtu (14/2) siang. Presentasi dan demonstrasi keunggulan Asbuton ini berlangsung dihadapan Bupati Ende Marselinus Y.W. Petu dan Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad. Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Ende Herman Yosef Wadhi dan Kadis PU Kabupaten Ende Fransiskus Lewang dan para Kepala Bidang dan Kepala Seksi pada Kantor Dinas PU Kabupaten Ende, para wartawan dan simpatisan lainnya.

Direktur Utama PT. Nala Anggada Perkasa, Muhamad Khadafi mendeskripsikan CPHMA sebagai campuran antara Agregat dengan bahan pengikat bitumen dan Asbuton Lawele dan additive khusus yang dicampur di Unit Pencampur Aspal (UPA) dalam keadaan panas pada temperatur tertentu, untuk selanjutnya dihampar dan dipadatkan dalam keadaan hangat atau dingin pada temperatur tertentu (Aplikasi Tunda). CPHMA-lazim disebut Asbuton-ini, tutur Khadafi memiliki tiga keunggulan utama yang disingkat 3 M yakni mutu, muda dan murah.

“Produk ini dikatakan bermutu sebab dapat diaplikasikan untuk berbagai macam lalu lintas baik berat, sedang maupun ringan; sudah teruji, stabilitas dan bonding sangat tinggi dibanding jenis aspal lainnya. Mudah, karena gampang diperoleh dan aplikasinya langsung buka kemasan, dihampar dan dipadatkan, serta tidak perlu dipanaskan lagi. Tergolong murah karena biaya bahan dan teknis pelaksanaan sangat praktis sehingga dapat menekan biaya, “jelas Khadafi.

Selanjutnya Khadafi juga menjelaskan beberapa keunggulan lainnya dari Asbuton yang dapat diterapkan pada segala kondisi, hangat maupun dingin (Aplikasi Tunda); Pemaparan dan Pemadatan dapat dilakukan secara mekanis maupun manual; cocok untuk pekerjaan overlay, leveling, patching, lapis tipis, laburan dan pengisi retakan.

“Selain itu, keunggulan lainnya dari Asbuton sekaligus membedakan dari aspal minyak dan produk sejenis lainnya adalah berat serta volumenya terukur sebab tersedia dalam bentukan kemasan karung plastik berukuran 25 kg. Asbuton juga sanggup bertahan pada pemanasan hingga suhu 50-an derajat Celcius, jauh melampaui aspal jenis lain yang akan meleleh ketika suhu atau pemanasan memancarkan angka 40 derajat Celcius.

Pada bagian lain presentasinya, Khadafi memberi penekanan bahwa produk yang ditawarkannya ini merupakan produk asli Indonesia, bukan barang impor. Khadafi berharap agar pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende semakin mencintai produk dalam negeri, termasuk Asbuton ini.

 Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu dalam komentarnya terkait Asbuton antara lain menyampaikan apresiasi positif atas produk yang baru pertama kali dipresentasi dan didemonstrasikan di wilayah NTT ini. Baginya ini merupakan aplikasi nyata dari tekad Presiden Jokowi untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

“Sebagai pemerintah daerah, saya bersama seluruh jaringan kerja terkait, menyambut baik setiap temuan baru, terutama penemuan yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun terkait kerjasama, kontrak dan lain-lain, kami sebagai pemerintah daerah belum bisa memberikan jawaban final. Segala keputusan tentang produk ini bergantung pada Keputusan Presiden, dalam hal ini melalui Kementrian PU RI,”kata Bupati.

Disaksikan wartawan, Bupati Marsel antusias mengikuti presentasi dan demonstrasi yang dibawakan Khadafi. Berbagai macam pertanyaan kritis yang dilontarkan Bupati yang kemudian dijelaskan oleh Khadafi dan Linus Lawang Nolowala. Selain itu, Bupati juga turut mengambil bagian dalam demontrasi penghamparan dan pemadatan Asbuton di halaman samping kiri Rujab.

Koordinator Distributor Asbuton untuk Provinsi NTT, Linus Lawang Nolowala kepada wartawan menuturkan, Asbuton sendiri sudah lama ada. Sedangkan pengembangan menjadi produk Asbuton seperti yang dikenal saat ini, mulai diperkenalkan dan dikembangkan secara berkelanjutan sejak Maret 2013 lalu oleh Abubakar Jirun.

Menurut Linus produk ini sudah diperkenalkan bahkan mulai digunakan pada beberapa tempat di Indonesia salah satunya Jawa Timur. Linus mendapat mandat penuh dari Abubakar Zirun untuk bertindak atas nama Abubakar, terutama berkenan dengan pengembangan produk ini di wilayah Flores. Linus yang mewakili Direktur Utama pada PT. Nala Anggada perkasa, Muhamad Khadafi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Marsel Pretu, Wakil Bupati Djafar Achmad, Ketua DPRD Ende, Herman Yosef Wadhi, Kadis PU Fransiskus Lewang bersama para Kepala Seksi dan Kepala Bidang, serta seluruh staf Kantor PU Kabupaten Ende, yang sesuai cakupan masing-masing telah memberi kesempatan bagi timnya untuk mempresentasi dan mendemonstrasikan keunggulan Asbuton. Linus berharap, kerjasama lebih lanjut segera terwujud.

Jumat, 13 Februari 2015

ENDE TUAN RUMAH PELAKSANAAN SIGNIS NASIONAL INDONESIA

Keuskupan Agung Ende menjadi tuan rumah rapat dan kegiatan  Asosiasi Para Komunikator Katolik sedunia  yang bergerak dalam bidang radio, televisi, multimedia dan media sosial (signis) nasional Indonesia yang ke-41.

Rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh 33 anggota aktif signis se-Indonsia berpusat di Kota Ende dan akan berlangsung dari  Senin (9/2/2015 hingga Jumat (13/2/2015). Panitia telah melakukan persiapan dengan baik dan kegiatan ini mengangkat tema dari isu aktual saat ini yakni “Media Pastoral Bagi Para Kaum Migran Perantau”.

Ketua Komisi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Ende, Rm. Yetra B.A Kotten Pr mengatakan bahwa signis yang merupakan asosiasi para komunikator katolik sedunia berasal dari kata bahasa latin “Signum”yang artinya tanda. Dengan demikian maka signis berarti dari tanda, dalam tanda dan oleh tanda. Asosiasi ini dinamakan  demikian karena para komunikator katolik yang bergerak dalam bidang tersebut merupakan para pencinta tanda keselamatan bagi manusia.

Romo Yetra Kotten Pr mengatakan  bahwa asosiasi para komunikator katolik (signis) Indonesia berdiri dengan sebuah kesepakatan dan anggaran dasar sesuai dengan semangat dan norma-norma dari dokumen gereja tentang komunikasi sosial. Dijelaskanya bahwa signis indonesia bersifat kekeluargan, plural, profesional, mandiri, nirlaba dan bertujuan mendukung mengembangkan kehidupan bersama yang otentik tanpa diskriminasi ras, gender, agama, status sosial dan afiliasi politik.  

Dalam prees relas dikatakan sejak hadir  di Indonesia, Signis Indonesia hingga saat ini memiliki 33 anggota yang terdiri atas 23 komisi sosial (komsos), enam radio, tiga sanggar training center dan satu anggota perorangan. Signis Indonesia terbagi atas lima regio yaitu regio Sumatera, regio Jawa, regio Nusa Tenggara, regio Kalimantan dan regio Sulawesi- Maluku.    Badan pengurus Signis Indonesia periode 2012-2015, Ketua Romo Frans de Sales, SCJ, Wakil Ketua Ivo Yerun Moruk, sekretaris Bernadeta Widiandayani, Bendahara, Romo Noegroho Agoeng dan anggota Rm Baltazar Manehat.

“Dengan wadah ini para anggotanya saling belajar dan mengembangkan karya pewartaan iman melalui media. Dengan selalu memperhatikan tanda-tanda jaman dan mencermati informasi kebudayaan, para anggota signis indonesia selalu didorong untuk terlibat dalam berbagai tentang karya pewartaan yang telah akan dibuat. Dengan demikian melalui rapat dan kegiatan ini para anggota dapat saling belajar dan memperkaya pewartaan iman”,katanya.

Sesuai dengan jadwal kegiatan menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini  diawali dengan penjemputan peserta dengan tarian penjemputan menuju tempat kegiatan aula Mgr Abdon Longginus, Mautapaga, Senin (9/2’2015 ). Setelah penjemputan dilanjutkan dengan misa pembukaan di Gereja Paroki Mautapaga dan resepsi bersama. Selasa (10/2/2015) diawali dengan misa regio Jawa, perkenalan anggota, Akreditas dan pembacan AD/ART review point keputusan RA tahun 2014, laporan badan pengurus, produksi bersama tahun 2014 dan rencana produksi bersama tahun 2015, rencana karya Komsos Indonesia 2015-2016 oleh Ketua Komsos KWI, rapat regio dan pleno rapat dari masing dan kegiatan lainya.Pada Rabu (11/2/2015) diadakan seminar bersama yang dibuka oleh Bupati Ende, Ir Marselinus Y.W Petu. Seminar terebut akan dipandu oleh Romo Yetra Kotten Pr dengan narasumber Romo Edu Raja Para, Pr dan Romo Edi Manori, Pr. Pada Kamis (12/2/2015 ) peserta akan mengunjungi Danau Tri Warna Kelimutu, Ziarah ke pusat ziarah gereja tua peninggalan Portugis dan wisata rohani Nilo keuskupan Maumere.

5 DESA DI KECAMATAN DETUSOKO KABUPATEN ENDE TOLAK RASKIN



Ende, Beras untuk masyarakat miskin/Raskin yang selama ini menjadi program  primadona pemerintah untuk mengentaskan kekurangan pangan dikalangan masyarakat bila dikaji secara mendalam punya nilai kurang dan lebihnya. Bagi warga masyarakat di 5 Desa dalam wilayah Kecamatan Detusoko, kehadiran Raskin justru menjadi beban psikologis dan rasa malu. Seolah warga sudah tidak bisa buat apa-apa lagi dalam hal mencari nafkah.” Raskin buat jadi malas. Tidak mau usaha. Ini komitmen masyarakat di 5 Desa dalam wilayah Kecamatan Detusoko” Ujar Ignas Kapo, Senin pagi (09/02/15) usai apel pembukaan ekspedisi NKRI Kepulauan Nusa Tenggara Korwil VI Ende di Markas Brimob Ende.

Dia menambahkan bagi masyarakat di 5 Desa dalam Kecamatannya memiliki filosofi kalau mau makan harus usaha sendiri.Bukan tadah tangan. “Ini baru manusia bermartabat” Ucapnya tegas. Kata Camat Ignas, Masyarakat 5 Desa tersebut masing-masing Desa Woloogai, Kelurahan Detusoko, Desa Detusoko Barat, Desa Sipijena dan Desa Wolofeo. Ke-5 Desa/kelurahan ini menolak Raskin sudah sejak lama.

Berkaitan dengan ini, demikian Ignas Kapo,pihaknya terus berusaha memberi motivasi kepada para petani diwilayahnya untuk lebih giat bekerja keras dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah pertanian basah. Sebab, sebagian tanah pertanian di Detusoko masih bisa diusahakan dan diberdayakan menjadi lahan sawah.

Salah seorang petani di Desa Wolofeo, Markus Satu yang kebetulan bersamaan dengan camatnya mengatakan, sejak awal program Raskin, ia dan kelompoknya sudah tidak simpati. Sebab alokasinya merata bagi semua masyarakat desa. Padahal ada desa yang sangat potensial untuk menghasilkan beras.” Kami tidak mau terjebak dengan Raskin. Lahan kami cukup potensial untuk menghasilkan beras. Hanya orang pemalas saja yang suka tadah tangan menunggu pengasihan orang lain” paparnya dengan nada ketus.

RUMAH TUNGGU NGAISIA ENDE JADI ICON DI NTT

Rumah Tunggu Ngaisia Ende merupakan satu-satunya icon untuk NTT bahkan nasional karena rumah tunggu yang berada di kabupaten seperti ini belum ada, untuk menerima rujukan dari setiap wilayah Puskesmas dan rumah sakit lainnya.

Hal ini dikatakan Koordinator tim pengelola rumah tunggu Ngaisia, Ende, Martha D Wangge pada saat pemberian bantuan dari BRI kepada rumah tunggu Ngaisia, Ende, Selasa (10/2/2015) di Kompleks RSUD Ende.

Dikatakan semenjak launching rumah tunggu Ngaisia pengunjung yang datang ke rumah tunggu mencapai 56 orang. Kedatangan mereka dengan maksud dan tujuan bervariatif ada yang ingin tau keadaan, ada yang datang mengambil inspirasi dari rumah tunggu Ngaisia Ende serta sebagai tempat belajar bagi beberapa pengunjung lainnya.       
                                                                                                                                               
Menurut Marta bahwa pengunjung yang datang selain dari Ende, Propinsi NTT dan sekitarnya dari Jakarta dan ada juga pengunjung yang datang dari luar negeri  (Australia) . Terkait dengan kunjungan di rumah tunggu Ngaisia, Marta menjelaskan bahwa orang yang datang berkunjung masing-masing memberikan motivasi dengan usul dan saran yang kontruksitif bagi perkembangan rumah tunggu antara lain sangat membantu bagi pasien yang jauh, perasaan nyaman, keadaan bersih dan rapi, pelayan yang ramah terhadap ibu dan anak, merasa familiar, tetap mempertahankan prestasi yang ada.

“Bangga dengan rumah tunggu ibu dan anak dengan kondisi nyaman, aman ,ruangan yang bersih dan rapi, juga ada beberapa usul dan saran yakni, ada yang mengusulkan tempat penggambilan air wuduh sebaiknya di tempat yang lebih tertutup sehingga lebih etis, excellent (terus melakukan inovasi dimulai dengan potensi yang ada),appresiasi ibu-ibu relawan yang luar biasa.”kata Marta
Ia menambahkan bahwa semua para voulunter (relawan-red) yang peduli terhadap masalah ibu dan anak serta mendukung rumah tangga Ngasia, diangkat dengan Keputusan Bupati Ende nomor 322/KEP/HK/2014 tentang pembentukan tim pengelolah rumah tunggu persalinan Ngaisia Kabupaten Ende 2014-2016.

Diharapkan dukungan dari pihak camat dan lurah  4 kecamatan untuk sustainable (berkelanjutan) aktifitas RTK Ngsia demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat ibu dan anak di Kabupaten Ende.

EKSPEDISI NKRI KELIMA DI ENDE LIBATKAN SIPIL, MILITER DAN POLRI

Ekspedisi NKRI yang dilaksanakan saat ini berkaitan erat dengan visi dan misi serta agenda strategis pemerintahan Jokowi-JK. Ekspedisi kali ini merupakan ekspedisi kelima dan memiliki keistimewaan tersendiri bila dibandingkan dengan ekspedisi sebelumnya. Keistimewaan dari ekspedisi NKRI kali ini karena keanggotaannya melibatkan gabungan sipil dan Militer/Polri.

Bupati Ende, Marselinus Y. W. Petu mengatakan ini saat menyampaikan sambutan  pada upacara Pembukaan Espedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 Subkorwil 6 Ende di Mako Brimob Ende Senin 9/2.

Menurut Bupati Marsel, dari referensi yang ada belum ada kegiatan ekspedisi yang melibatkan gabungan antara sipil dan militer/Polri yang dilaksanakan secara bersama- sama dan tersebar dalam wilayah yang luas dengan berbagai kegiatan meliputi penjelajahan, penelitian lintas keilmuan dan pengabdian masyarakat. Hal ini kata Bupati yang membuat ekspedisi NKRI kali ini memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ekspedisi NKRI pada umumnya.

”Dari  referensi yang ada kegiatan ekspedisi kali ini melibatkan gabungan antara sipil dan Militer/Polri dan dilaksanakan secara bersama-sama dan tersebar dalam wilayah yang luas dengan berbagai kegiatan seperti penjelajahan, penelitian lintas keilmuan dan pengabdian masyarakat. Dan tentunya ini yang membuat kegiatan ekspedisi kali ini lebih istimewa dari ekspedisi NKRI sebelumnya”ujar Bupati.

Kegiatan ekspedisi NKRI ini kata Bupati, selain erat kaitan dengan visi/misi serta agenda strategis pemerintahan Jokowi-JK juga merupakan penjabaran dari 3 (tiga) misi pemerintah dan 4 agenda prioritas NAWACITA. Tiga misi pemerintahan dalam NKRI ini salah satunya yaitu  mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah.

Dia menambahkan, dalam kegiatan ini juga mahasiswa dan generasi muda dilibatkan. Hal ini tentunya berdasarkan pemikiran bahwa mahasiswa dan generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa serta agen perubahan bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Bupati berharap kepada peserta ekspedisi NKRI untuk dapat mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera serta mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional.

Hadir pada Upacara Pembukaan Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 Subkorwil-6 Ende, Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad, Kapolres Ende, Johanes Bangun, Wakil Danton Ekspedisi NKRI Sub Koridor Wilayah 6 Ende Mayor Cba Danny H, Danki Brimob Ende Frans X. Siga, Kasdim 1602 Ende Peter Geno Untayana,Sth.

SMAK NDAO ENDE JADI SEKOLAH CONTOH PESERTA UN "ONLINE"

Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2014/2015 sesuai dengan Kalender Pendidikan Nasional akan dimulai bulan April 2015 hingga Mei 2015. Ujian Nasional untuk jenjang SMA/SM/MA diperkirakan mulai minggu ketiga April 2015. Sementara untuk jenjang SMP diperkirakan minggu ke-4 April 2015. Sementara untuk jenjang sekolah dasar ujian akan dilaksanakan minggu kedua bulan Mei 2015.

“Pada Ujian Nasional tahun 2015, akan ada uji coba pelaksanaan UN dengan sistem online. Untuk Kabupaten Ende, kita patut berbangga, karena Ndao akan menjadi satu-satunya sekolah di Flores dan kedua di NTT, yang menjadi sekolah peserta ujian nasional dengan sistem online. S
ekolah lainnya adalah SMAN 2 Kupang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Piet Guido No di hadapan Ketua Yayasan Persekolahan Swasta di ruang kerja bupati, Rabu (4/2).

 Piet Guido No mengatakan Bupati Ende melalui Dinas Pendidikan berupaya agar pendidikan di Kabupaten Ende menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah lain. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Ende adalah dengan mendorong peran serta yayasan persekolahan swasta untuk membenahi yayasannya dan sekolahnya masing-masing.

Tentang ujian online untuk SMAK Frateran Ndao tahun pelajaran 2014/2015 dibenarkan oleh utusan dari Yayasan Mardi Wiyata Ndao, Fater Sarto, BHK. Pada kesempatan itu Frater Sarto mengungkapkan sejumlah guru negeri yang ditempatkan di Ndao mampu bekerja dengan baik sesuai dengan ketentuan yang dibuat yayasan Mardi Wiyata serta ketentuan yang diberlakukan di SMPK maupun SMAK Frateran Ndao. Pertemuan bupati, Dinas PPO dan Ketua Yayasan Persekolahan Swasta di Kabupaten Ende di ruang kerjanya, Rabu (4/2) membicarakan banyak hal tentang pendidikan. Pertemuan ini selain membicarakan tentang upaya meningkatkan mutu pendidikan, bupati juga ingin mendengarkan masukan dari para Ketua Yayasan tentang proses mutasi guru negeri yang ditempatkan di sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Ende.

Pada pertemuan tersebut, bupati kembali menekankan tentang tidak adanya dikotomi sekolah swasta dan sekolah negeri. Semua lembaga pendidikan memiliki peran dan fungsi yang sama dalam mencerdaskan anak bagsa. Untuk itu, bupati mengimbau dan mengharapkan semua yayasan persekolahan swasta terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Ende.

Ende Laboratorium Kerukunan Nasional


 Kota Ende Flores

Ende (Inmas)-  Hal tersebut di atas di sampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kaupaten Ende,Yosef Nganggo,S.Ag, dalam pemaparan materi  dengan topik “Kebijakan Kantor Kemenag Ende tentang Pemeliharaan Kerukunan Hidup Umat Beragama”  bertempat di gedung gereja  GPDI Mawar Saron,

Kegiatan yang diikuti oleh 20 orang Pimpinan dan Tokoh umat beragama Gereja-Gereja Kristen Dedominasi dalam wilayah kabupaten Ende ini bertujuan untuk menciptakan kerukunan intreren umat Kristen Protestan demi terwujudnya toleransi hidup umat beragama agar mimpi kantor kementerian agama kabupaten Ende  dalam pencanangan “ Ende kota Toleransi” yang diluncurkan pada awal tahun 2015 ini dapat tergapai.

“Mari terus memupuk dan merajut kerukunan di bumi Ende, di mana Sang Proklamator Bung Karno merenungkan Lima Butrir Mutiara Bangsa,” ajak orang nomor satu Kemenag Ende ini, mengakhiri pemaparanya.

Selasa, 10 Februari 2015

Pembentukan Korem di Ende Tergantung Ketersediaan Lahan

ENDE -- Pembangunan Komando Resort Militer (Korem) Flores yang berkedudukan di Ende, Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal TNI, Torry Djohar Banguntoro mengatakan bahwa hal itu sangat tergantung dari kesiapan lahan baik yang diberikan oleh masyarakat maupun yang disediakan pemerintah setempat karena TNI tidak memiliki anggaran untuk pembebasan lahan.

Hal ini dikatakan, Mayjen Torry saat menjawab Pos Kupang di Markas Kompi Senapan C, Ende, Minggu (7/2/2015).

Mayjen Torry yang ditemui seusai memberikan pengarahan kepada anggota TNI Kompi Senapan C mengatakan bahwa pada dasaranya pelaksanaan pembangunan Korem di Flores memang sudah lama diwacanakan namun itu bukan berarti suatu keharusan karena sangat tergantung dari kebutuhan juga ketersediaan lahan untuk pembangunan markas.

"Artinya kalau memang ada permintaan dari pemerintah setempat yang ditandai dengan kesiapan lahan maka bisa saja terwujud namun itu bukan berarti suatu keharusan karena membangun sesuatu harus dipertimbangkan secara matang-matang karena apalah artinya membangun kalau tidak diimbangi dengan pemeliharaan. Kan lebih mudah membangun dibandingkan merawat,"kata Mayjen Torry.

Menurut Mayjen Torry, bukan suatu keharusan bahwa suatu propivisi bisa memiliki satu atau dua Korem karena hal itu sangat tergantung dari kebutuhan serta kondisi yang dihadapi.

Mayjen Torry yang didampingi Komandan Distrik Militer (Kodim) 1602, Ende, Letkol Kav Tri Handoko mengatakan sebagai pimpinan dirinya bangga melihat kebersamaan yang dibangun oleh TNI di Kabupaten Ende dengan berbagai eleman baik itu Polri maupun dengan pemerintah setempat.

"Saya lihat ada kebersamaan yang kuat antara Kapolres, Dandim dan Bupati. Hal itu handaknya sampai pada level bawah sampai ke anggota tidak pada level pimpinan saja,"kata Mayjen Torry.

Mayjen Torry mengharapkan agar sinergitas yang dibangun oleh pimpinan dan anggota TNI yang ada di Kabupaten Ende terus dipertahankan, hal itu sangatlah bernilai positif, karena untuk membangun suatu daerah tidak mengandalkan satu komponen saja namun semua komponen harus ikut terlibat.

"TNI menanggul bersama rakyat tentu harus terus diwujudkan dalam setiap kesempatan karena TNI datang dari rakyat juga untuk rakyat,"kata Mayjen Torry. 

Kamis, 05 Februari 2015

Wisata Malam Pantai Ria Kota Ende

Pantai Ria Kota Ende

Selain memiliki danau tiga warna Kelimutu, Kabupaten Ende juga punya tempat wisata lain yang tentunya tak kalah indah pemandangannya, yaitu pantai Ria Ende. sangat cocok bagi anda untuk berekreasi kesana bersama pasangan, keluarga tercinta sembari menikmati makanan khas daerah di pusat kuliner pantai Ria Ende. Dengan pemandangannya yang elok kita bisa betah melihat pemandangan disana,

Rabu, 04 Februari 2015

Nagekeo Akan Bangun Pelabuhan Peti Kemas

Kupang, Pemerintah Kabupaten Nagekeo saat ini tengah mempersiapkan diri guna membangun sebuah pelabuhan peti kemas di daerah Marpokot kota Mbay. Hal ini diungkapkan Bupati Nagekeo, Drs.Elias Djo kepada suaraindependent.com saat berada di kupang menghadiri rapat koordinasi bupati se NTT dengan Gubernur Frans Leburaya di Aula El Tari, Senin (02/02/2015).

Elias menjelaskan, untuk mendukung pembangunan pelabuhan peti kemas di Marpokot, Pemerintah Kabupaten Nagekeo mempersiapkan lahan seluas 11 Ha, namun ketika disinggung besarnya anggaran yang dibutuhkan, Elias mengatakan masih sementara dibahas.

“Kami siapkan lahan 11 Ha di Marpokot untuk bangun pelabuhan peti kemas, namun soal dana kami belum ada gambaran, realisasinya juga mungkin sekitar tahun 2016.” Ungkap Elias

Elias menambahkan, pelabuhan peti kemas di kota mbay ini juga untuk mendukung 3 program unggulan kabupaten nagekeo diantaranya jagung, ternak dan garam.

Sumber Suaraindependent.com

Senin, 02 Februari 2015

Presiden Jokowi Dipastikan Hadir di Ende

Kupang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan menghadiri puncak peringatan Hari Lahirnya Pancasila dan Prosesi Kebangsaan yang  digelar di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2015 mendatang.

“Kemarin Pak Gubernur sudah sampaikan kepada kami, agar semua rangkaian acara yang berhubungan dengan kunjungan Bapak Presiden dipersiapkan dengan baik,” kata Wakil Bupati Ende, H.Djafar Achmad kepada Flobamora.net di Kupang, Selasa (3/2).

Dia mengatakan, dalam Rakor dengan para bupati dan walikota se-NTT kemarin, Pak Gubernur sempat memberikan beberapa petunjuk terkait rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Ende.

Menurutnya, rencana kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke Ende disampaikan akhir tahun lalu saat berkunjung ke Kupang kepada Bupati Ende. Waktu itu Presiden Jokowi berkeinginan mengunjungi situs Bung Karno, tempat pengasingan Sang Proklamator pada tahun 1934-1938.

“Pemerintah Kabupaten Ende saat ini mulai melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan Bapak Presiden. Pembenahan di beberapa situs akan dilakukan dan penataan Kota Ende,”  paparnya.

Dia menuturkan, selain menghadiri puncak peringatan HUT Pancasila dan prosesi kebangsaan, Presiden Jokowi diharapkan bisa mengunjungi Danau Kelimutu, yang merupakan salah satu keajaiban dunia.

Saat ini , kata dia, di Ende  sudah buatkan tour khusus napak tilas pengasingan Bung Karno. Ada beberapa tempat yang menjadi tempat bersejarah peninggalan Sang Proklamator. Cara terbaik untuk mendalami dan memaknai nasionalisme adalah dengan ikut wisata napak tilas pengasingan Bung Karno.

"Tepat tanggal 31 Mei, mulai tahun lalu, kita ada wisata prosesi kebangsaan. Ini adalah napak tilas pengasingan Bung Karno di Ende," tuturnya.

Tema wisata sejarah ini adalah 'Situs Bung Karno Rumah Kita, dari Ende untuk Indonesia'. Tour yang digelar setiap tahun ini merunut destinasi-destinasi yang didatangi Presiden Pertama RI tersebut.

"Mulai dari Pelabuhan Ende, kemudian rumah bekas pendudukan Belanda, baru ke rumah milik Bung Karno. Tak hanya itu, aktivitas Bung Karno sehari-harinya sering pentas drama maka kita juga mendatangi Gedung Imakulata," tambahnya.

Perjalanan berlanjut ke makam Ibu Amsi, yakni mertua Bung Karno alias ibunda Inggit Garnasih. Sehari kemudian yakni 1 Juni, perjalanan berakhir dengan upacara bendera memperingati Hari Pancasila.

Sumber Flobamora.net

Angka Kemiskinan di NTT Turun Jadi 19,60 Persen

Kupang, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, angka kemiskinan di daerah ini pada November 2014 turun menjadi 19,06 persen, dari jumlah penduduk sebanyak 5,4 juta jiwa.

“Secara nasional, angka kemiskinan berkisar antara 9 – 10 persen. Nanti pada Maret mendatang akan ada data baru yang dikeluarkan BPS,” kata Lebu Raya di Kupang, Senin (2/2) saat memberikan arahan pada Rakor antara Pemprov NTT dengan para bupati dan walikota di daerah tersebut.

Menurutnya, angka kemiskinan di NTT terus menurun, jika dibandingkan dengan delapan provinsi lainnya di Indonesia yang angka kemiskinan masih meningkat.

Kepada para bupati dan walikota dia meminta untuk terus memperhatikan pelayanan dasar kepada masyarakat dengan standar pelayanan maksimal.

“Upaya lain yang harus dilakukan, adalah meningkatkan program berbasis desa dengan mereplikasi program pemerintah pusat dan provinsi serta mengedepankan program prorakyat,” katanya.

Dia meminta pemerintah kabupaten dan kota jangan menganggap program provinsi yang digulirkan ke daerah tidak perlu dilaksanakan.

”Itu adalah pandangan yang keliru. Padahal, apa yang dilakukan pemerintah provinsi juga untuk mensejahterakan rakyat. Untuk itu, tim penanggulangan kemiskinan di daerah perlu lebih berperan aktif,” tuturnya.

Dia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk tetap bersinergi melaksanakan Program Anggur Merah. Sebab, program tersebut tidak ada urusan dengan politik. Semuanya demi kepentingan rakyat.

Kata dia, hingga tahun 2014 ini ada 1480 desa dan kelurahan yang sudah dapat dana Anggur Merah, yang akan ditambah lagi 589 desa dan kelurahan di tahun 2015.

”Sejak bergulirnya ProgramAnggur Merah, ada 11.661 kelompok ekonomi produktif, 907 koperasi di desa dengan jumlah dana yang sudah digelontorkan sekitar Rp 500 miliar. Selain itu sudah pula dibangun 7.400 rumah, karena setiap desa penerima dana itu akan dibangun lima rumah. Ini juga menghidupkan kembali semangat gotong-royong di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Sumber Flobamora.net