Saturday, September 6, 2014
Wednesday, August 27, 2014
Nama Anggota DPRD Kabupaten Ende Periode 2014 - 2019
Siti Hajarur Hastuti,
Abidin Haji Sulaiman
Muhammad Ilham,ST,
Alexander Sidi,S.Sos,
Herman Yose F Wadhi, ST,
Mikhael Tani Badeoda,
Sabri Indradewa,SE,
Ruben Lay Riwu,
Haji Pua Ndale,
Oktafianus Moa Mesi,ST
,Yulius Cesar Nonga,SE,
Hamsi Said, S.Pd,
Antonius Yohanes Bata,SE,
Ir. Ambrosius Reda Rewa,
Maximus Deki,
Tibertius Didimus Toki,
Yohanes Don Bosco Rega,
Yustinus Sani,SE,
Yohanes Pela,SE,
Yulius Rada,
Arminus Wuni Wasa,
Kristoforus Bata Budo,
Erikos Emanuel Rede,
Abdul Kadir HMB,S.Sos,
Fransiskus Taso,S.Sos,
Drs. Albertus Vinsensius Sala,
Emanuiel Eusabius Sala,
Philipus Kami,
Aleksius Metodius Dari Pati.
Abidin Haji Sulaiman
Muhammad Ilham,ST,
Alexander Sidi,S.Sos,
Herman Yose F Wadhi, ST,
Mikhael Tani Badeoda,
Sabri Indradewa,SE,
Ruben Lay Riwu,
Haji Pua Ndale,
Oktafianus Moa Mesi,ST
,Yulius Cesar Nonga,SE,
Hamsi Said, S.Pd,
Antonius Yohanes Bata,SE,
Ir. Ambrosius Reda Rewa,
Maximus Deki,
Tibertius Didimus Toki,
Yohanes Don Bosco Rega,
Yustinus Sani,SE,
Yohanes Pela,SE,
Yulius Rada,
Arminus Wuni Wasa,
Kristoforus Bata Budo,
Erikos Emanuel Rede,
Abdul Kadir HMB,S.Sos,
Fransiskus Taso,S.Sos,
Drs. Albertus Vinsensius Sala,
Emanuiel Eusabius Sala,
Philipus Kami,
Aleksius Metodius Dari Pati.
Tiga Situs Bung Karno di Ende Direvitalisasi
Foto. Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende
Kepala Seksi Pemeliharaan dan Pemugaran pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M. Natsir, sesuai bertemu Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu, Selasa (26/8) mengatakan, tiga situs yang dipugar tahun ini adalah Masjid Ar-Rabithah, tempat Bung Karno selalu melaksanakan shalat Jumat, Katedral Ende, tempat Bung Karno mengembangkan pengetahuan dan relasi.
“Katedral memilik nilai historis. Lantaran di Katedral itu Bung Karno menjalin kerja sama serta menjalin persahabatan dengan pastur,” katanya.
Menurutnya, akan dipugar pula gedung pertunjukan Immaculata sebagai tempat pementasan tonil drama karya Bung Karno dan masyarakat lokal. Selama pengasingan Bung Karno menghasilkan dan mementaskan 13 karya drama.
Dia menuturkan, masih ada lagi situs yang juga akan dipugar , seperti rumah pastoran Katedral Ende, yang menjadi tempat Bung Karno meminjam buku pengetahuan dan berorientasi dengan para pastor.
“Untuk pemugaran ketiga situs tersebut akan menghabiskan dana Rp 7,9 miliar. Saat ini sedang proses tender.Diharapkan tahun depan sudah bisa selesai,” katanya.
Sementara Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu mengatakan, pemugaran situs Bung Karno tersebut tentunya memberikan gema dan resonasi nasional. Di satu sisi, apa yang dilakukan dalam memugar sepuluh situs Bung Karno itu adalah langkah mulia dan penting.
Di sisi lain, kata dia, apa yang tersirat dalam kerja besaf ini adalah menghidupkan semangat bangsa. Ini punya arti strategis, agar nasionalisme bisa tumbuh terus, teristimewa pada generasi muda.
“Kami juga setuju dengan niat pemerintah pusat menjadikan sirus –situs Bung Karno sebagai Cagar Budaya, yang saat ini prosesnya dilakukan sesuai dengan anturan Undang-undang yang berlaku,” tambahnya.
Sebelumnya, pada puncak peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2013 lalu, telah diresmikian dua situs oleh Wapres Boediono yakni rumah tempat tinggal Bung Karno selama masa pengasingan dan Taman Rendo yang merupakan tempat Bung Karno melakukan perenungan yang menghasilkan butir-butir mutiara kebangsaan yang menjadi pokok pikiran Pancasila.
Yang juga masuk dalam rencana pemugaran adalah pelabuhan lokasi pendaratan kapal pengangkut Bung Karno. Di pelabuhan itu Bung Karno bersama keluarganya mendarat dengan Kapal Barang KPM Jan van Riebeeck.
Juga akan dipugar pos militer tempat Belanda mengawal dan mengawasi Bung Karno selama pengasingan serta makam Ibu Amsi, ibu mertua Bung Karno yang meninggal saat mengikuti menantunya diasingkan di Ende.
Tuesday, August 26, 2014
Anggota Komunitas Ojek Lintas Agama Kabupaten Ende Meriahkan Pesta Rakyat Simpedes
Ende (Inmas) – Anggota Komunitas Ojek Lintas Agama Kabupaten Ende,
ikut meriahkan pesta rakyat simpedes yang diselenggarakan oleh BRI Kantor Cabang Ende, di Jalan Soekarno Ende, beberapa waktu lalu.
Rangkaian acara Pesta Rakyat Simpedes ini dibuka dengan acara pawai keliling kota Ende yang diiringi marching band dari SMPK Maria Goreti Ende.
Sebelum dimulainya acara pawai, kepada anggota komunitas ojek lintas agama dibagikan baju kaos serta rompi secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende ke salah satu Anggota Komunitas Ojek disusul Kapolres Ende.
Komunitas Ojek lintas agama sengaja dibentuk oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende sebagai agen kerukunan di Kabupaten Ende
Rangkaian acara Pesta Rakyat Simpedes ini dibuka dengan acara pawai keliling kota Ende yang diiringi marching band dari SMPK Maria Goreti Ende.
Sebelum dimulainya acara pawai, kepada anggota komunitas ojek lintas agama dibagikan baju kaos serta rompi secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende ke salah satu Anggota Komunitas Ojek disusul Kapolres Ende.
Komunitas Ojek lintas agama sengaja dibentuk oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende sebagai agen kerukunan di Kabupaten Ende
Kakanwil Kemenag NTT Kunjungi SMAK St. Thomas Morus Ende
Ende (Inmas) – Kakanwil Kemenag Propinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus meninjau langsung ke SMAK
St. Thomas Morus Ende, Jumat, 22 Agustus 2014. Hal ini dilakukan pada
Jumat Sore sebelum menutup kegiatan Rapat Evaluasi Pelaksanaan
Sertifikasi Guru Agama Katolik yang diselenggarakan Bidang Pendidikan
Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi NTT di Hotel Flores Mandiri Ende.
Selain meninjau SMAK St. Thomas Morus, Kakanwil melakukan pertemuan dengan para guru serta karyawan SMAK St. Thomas Morus Ende di Ruangan Kantor yang sampai saat ini masih menggunakan salah satu ruangan Gedung Monitoring Pendidikan Kemenag Kabupaten Ende di Jalan Katedral Ende. Beliau mendengarkan secara langsung laporan Kepala SMAK St. Thomas Morus tentang perkembangan Sekolah Katolik yang bernaung di bawah Yasukel Ende.
Usai pertemuan, Kakanwil bersama rombongan menuju SDK Ende 8 tempat yang sudah dua tahun digunakan sebagai tempat melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Hingga saat ini SMAK St. Thomas Morus Ende belum memiliki Sarana Pendidikan berupa Gedung Sekolah sehingga masih menggunakan Gedung SDK Ende 8 yang sama-sama bernaung di Yasukel Ende.
Kakanwil juga diajak untuk meninjau dari dekat lokasi tanah yang akan didirikan Gedung SMAK St. Thomas Morus Ende yang letaknya di Pesisir pantai Nanganesa arah Timur Kota Ende. Kondisi Tanah saat ini masih kosong karena belum ada dana untuk pembangunan Gedung Sekolah. Peletakan Batu pertama sudah dilakukan setahun yang lalu oleh yang mulia Uskup Agung Ende.
Pada kunjungan itu, Kakanwil didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTU, Ketua Dharma Wanita Persatuan Agama Propinsi NTT, Kasubag Inmas, dan Kasi Urakat KaKemenag Ende.
Selain meninjau SMAK St. Thomas Morus, Kakanwil melakukan pertemuan dengan para guru serta karyawan SMAK St. Thomas Morus Ende di Ruangan Kantor yang sampai saat ini masih menggunakan salah satu ruangan Gedung Monitoring Pendidikan Kemenag Kabupaten Ende di Jalan Katedral Ende. Beliau mendengarkan secara langsung laporan Kepala SMAK St. Thomas Morus tentang perkembangan Sekolah Katolik yang bernaung di bawah Yasukel Ende.
Usai pertemuan, Kakanwil bersama rombongan menuju SDK Ende 8 tempat yang sudah dua tahun digunakan sebagai tempat melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Hingga saat ini SMAK St. Thomas Morus Ende belum memiliki Sarana Pendidikan berupa Gedung Sekolah sehingga masih menggunakan Gedung SDK Ende 8 yang sama-sama bernaung di Yasukel Ende.
Kakanwil juga diajak untuk meninjau dari dekat lokasi tanah yang akan didirikan Gedung SMAK St. Thomas Morus Ende yang letaknya di Pesisir pantai Nanganesa arah Timur Kota Ende. Kondisi Tanah saat ini masih kosong karena belum ada dana untuk pembangunan Gedung Sekolah. Peletakan Batu pertama sudah dilakukan setahun yang lalu oleh yang mulia Uskup Agung Ende.
Pada kunjungan itu, Kakanwil didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTU, Ketua Dharma Wanita Persatuan Agama Propinsi NTT, Kasubag Inmas, dan Kasi Urakat KaKemenag Ende.
Subscribe to:
Posts (Atom)


