WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Thursday, November 27, 2014

PETERNAK SAPI KABUPATEN ENDE IKUT BIMTEK PENGOLAHAN PAKAN

Sebanyak 40 peternak sapi di Kabupaten Ende mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) industri pengolahan pakan ternak berbasis jagung. Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTT bekerja sama dengan Disperindag Kabupaten Ende serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait lainnya. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari sejak, Rabu (26/11) hingga Jumat (28/11) di Lokabinkra Ende.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende, Kosmas Nyo saat membuka kegiatan mengatakan, kegiatan pelatihan atau bimbingan seperti ini harus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurut Kosmas, kegiatan seperti ini mesti dilaksanakan di desa-desa agar lebih tepat sasaran. Selain itu kegiatan pelatihan ini juga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Diharapkan, peserta kegiatan pelatihan dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan harus dipraktekkan setelah kegiatan berakhir.

Kepala Bidang Insustri Agro dan Kimia pada Disperindag Provinsi NTT, Wihelmus Bate mengatakan, selain memberikan pelatihan pengolahan pakan juga diberi bantuan peralatan pengolahan pakan kepada peserta. Upaya tersebut dilakukan guna mendukung pengembangan usaha peserta baik individu maupun kelompok dalam meningkatkan ekonomi. Dia menambahkan, fokus pelatihan tersebut yakni pelatihan untuk pengolahan pakan ternak sapi.

Panitia pelaksana Maria Florida dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti 40 peserta yang adalah peternak sapi di Kabupaten Ende. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut bertujuan memberikan keterampilan kepada peternak sapi. Selain itu kegiatan ini juga mau mendorong masyarakat untuk berwirausaha dan meningkatkan ekonominya. Kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dan instruktur, Erna Hartati, guru besar dan professor dari Undana Kupang.

Wednesday, November 26, 2014

Bupati Ende Berharap Kinerja Guru Ditingkatkan

Ende, Bupati Ende Maselinus Y.W Petu mengharapkan, kinerja para guru yang mengabdi di daerah ini perlu ditingkatkan di waktu mendatang. Ini sangat penting demi mendukung peningkatan kualitas kelulusan siswa.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Marselinus dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional, Selasa (25/11).

Selain menyampaikan ucapan selamat, dia juga mengapresiasi tugas para guru di daerah itu, karena keberadaan mereka adalah untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Momentum peringatan Hari Guru ini dijadikan sebagai refleksi bersama semua pemangku kepentingan di dunia pendiidikan, agar ke depan anak-anak kita semakin cerdas,” katanya.

Lebih jauh mantan Ketua DPRD Ende ini mengatakan, peran dan tanggung jawab guru adalah menghasilkan anak-anak yang cerdas. Anak-anak perlu cerdas kognitif, afektif, dan psikomotorik. Di samping itu, tidak kalah pentingnya adalah kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual. Ini semua butuh keseimbangan.

Sebagai bupati, kata dia, ke depan memperhatikan nasib para guru yang bekerja di daerah ini. Di samping itu, memikirkan bagaimana melakukan distribusi guru ke sekolah-sekolah baik yang ada di perkotaan maupun yang ada di wilayah terpencil atau pedalaman.

“Sekarang ini, belum saya lakukan mutasi guru demi pemerataan. Karena sekarang masih dalam tahun pelajaran berjalan, sehingga akan mengganggu kegitan belajar mengajar. Akan saya lakukan distribusi guru pada awal tahun ajaran,” sebutnya.

Berkaitan dengan peringatan Hari Guru Nasional, salah seorang guru SD di dalam Kota Ende menyatakan, meski selama ini pemerintah sudah memberikan banyak perhatian untuk guru, namun ada yang masih perlu dibenahi.

“Nasib kami para guru honorer, sering tidak diperhatikan. Padahal, kami bekerja sama dengan guru PNS. Mudah-mudahan ke depan pemerintah bisa berjuang agar kami diangkat menjadi PNS," kata salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya itu.

Sumber Flobamora.net

Monday, November 24, 2014

Frans Leburaya Menyampaikan Enam Tekad Program Pembangunan Provinsi NTT

Pada acara tatap muka dengan masyarakat NTT Jabodetabek di anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 24 Nopember 2014, yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan NTT Jakarta, Gubernur NTT Frans Leburaya menyampaikan "enam (6) Tekad pembangunan" yang menjadi program pembangunan provinsi NTT saat ini:
- Propinsi Jagung
- Propinsi Koperasi
- Propinsi ternak
- Propinsi Cendana
- Destinasi Pariwisata dunia
- Ekonomi perikanan kelautan


Untuk peternakan, pemda NTT telah menjalin kerjasama dengan Pemda DKI Jakarta yang kelanjutannya akan dibahas pada rencana kunjungan Presiden Joko Widodo tanggal 20 Desember 2014 dalam rangka peresmian sebuah bendungan/waduk di Kupang dan peletakan batu pertama Rumah Sakit Siloam. Dalam rencana kunjungan itu pula, selain didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnomo, Presiden RI Haji Joko Widodo akan didampingi Gubernur Jawa Tengah yang akan menjalin kerjasama dengan pemda NTT dalam bidang perikanan dan kelautan.

Sementara itu, dalam rangka promosi pariwisata, ada beberapa agenda yang sudah dibuat untuk tahun ini dan tahun 2015 di antaranya;
- Lounching Foto bawah laut dengan dengan tema : ALOR UNDERWATER ( Awal Januari 2015) Dimana panorama bawah laut di Pulau Alor saat ini berhasil menggeser posisi Karibia sebagai panorama terindah di dunia.
- Seminar dan diskusi terbuka tentang Pro-Kontra penangkapan ikan Paus di Flores Timur.
Selain beberapa masalah diatas, masalah human trafficking (perdagangan manusia) juga menjadi "hot issue" yang dibahas melalui pertanyaan yang diajukan. Untuk masalah human trafficking ini, gubernur NTT mengakui bahwa masalah ini memang sedang menjadi pekerjaan rumah bagi beliau dan jajarannya. Pa Frans menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan menindak keras jika ada indikasi keterlibatan orang-orang dijajarannya.

Pada acara yang ditutup dengan santap malam bersama itu, sebagian dari peserta yang hadir menyayangkan waktu yang terlalu singkat, sehingga banyak persoalan yang tidak sempat didiskusikan pada kesempatan itu.

Strategi Bupati Ende Gaet Wisatawan ke Ende

Bupati Ende Marselinus Petu, punya strategi khusus untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Ende. Menurut bupati yang baru terpilih pada Desember 2013 ini, Ende tidak bisa hanya mengandalkan Danau Kelimutu semata, tetapi kekhasan budaya kabupaten Ende juga perlu diperkenalakan agar para wisatawan bisa lebih lama tinggal di Ende.

Menurutnya, selama masa kepemimpinannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende akan giat menggelar acara-acara budaya.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan Kelimutu, mulai tahun ini kami akan laksanakan event sepekan Danau Kelimutu,” ujarnya pada sambutan pameran tunun ikat Ende di Museum Tekstil, Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Event ini, katanya akan berlangsung selama sepekan yaitu setiap 7 Agustus hingga 14 Agustus. Acara akan dimulai dengan mengumpulkan semua tetua adat (mosalaki) di seluruh Kabupaten Ende yang berlangsung di Museum Tenun Ikat Ende.  Acara akan ditutup dengan penghormatan leluhur di puncak Kelimutu.

“Ini bagian dari promosi dan pengembangan wisata Kabupaten Ende, karena menurut saya, pengembangan wisata tanpa event itu mustahil. Kalau kita hanya mengandalkan Kelimutu saja, tidak bisa,” tandasnya.

Kabupaten Ende selama ini memang dikenal ke seluruh pelosok dunia karena memiliki danau tiga warna Kelimutu. Warna ketiga danau tersebut berubah-ubah.

“Tidak ada danau seperti Kelimutu di tempat lain. Karena itu, orang kalau mau melihat danau tiga warga harus datang ke Ende,” ujar Marselinus.

Sumber: Floresa. co

Sunday, November 23, 2014

Kain Tenun Ende Lio Terus Mendunia

  Fashion Show kain tenun Ende Lio

Keramaian di Museum Tekstil, jalan KS.Tubun nomor 2-4 Jakarta tadi malam tidak seperti biasanya.

Saat redaksi nttkita.com dan para Tamu tiba di Pintu masuk, alunan musik tarian khas Ende Lio Nggo lamba menjadi penyambut pada acara bertajuk Pameran Tenun Ikat Ende, Warisan Budaya Indonesia untuk Dunia.

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu dan Wakil Bupati Ende, Drs Djafar H. Achmad MM dihadiri ratusan Warga Jabodetabek asal Ende – Flores. turut hadir juga beberapa Pejabat serta Anggota DPRD Ende, dan Anggota DPR RI asal Ende, Syahrulan Pua Sawa dan Honing Sanny.

Dalam sambutan Pembukanya, Bupati Marsel Petu menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada Pihak Museum Tekstil yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada Pemerintah kabupaten Ende untuk mempromosikan Tenun Ikat Ende kepada Dunia. Tak lupa pula ucapan Terima Kasih disampaikan Kepada dua Organisasi masyarakat Ende yang ada di Jabodetabek yakni, Dukke dan Wua Mesu yang turut membantu terselenggaranya acara tersebut.

Dalam lanjutan sambutannya Bupati Marsel Petu Menyampaikan, “Kami Menyambut baik penyelenggaraan Pameran tenun ikat Ende di Museum Tekstil jakarta sebagaia upaya ‘jemput bola’ agar tenunan Ende dikenal lebih luas lagi, dan lebih banyak pihak mendukung pengembangannya, sehingga potensi tenun ikat Ende mampu berperan dalam visi Pemerintah kabupaten Ende, yaitu, Mewujudkan karakteristik kabupaten Ende dengan membangun dari Desa dan Kelurahan menuju masyarakat yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan”

Selain Pameran Tenun Ikat, pada pembukaan acara tersebut juga disajikan Peragaan Busana. Selain pakaian adat, juga ada beberapa rancangan desain modern yang terbuat dari kain tenun ikat Ende, termasuk workshop singkat tentang cara bertenun. Tak lupa pula menu makanan yang disediakan seperti Wa’ai Punga (Ubi Cincang yang dikukus), ika nasu ae wandu (ikan kuah asam), dan aneka ragam kuliner khas Ende yangcukup mengobati rasa rindu warga Jabodetabek asal Ende.

Pameran Tenun Ikat Ende ini diselenggarakan sejak tanggal 22 hingga 24 November 2014. Luangkan waktu akhir Pekan Anda untuk dapat menyaksikan Pameran ini.

Produksi Film Ine Pare di Ende

ENDE -- Teater plus-Kupang memproduksi film dokumentar tentang Ine Pare yang berdurasi 45 menit. Pelaksaan shoting film tersebut dilakukan semenjak Jumat (14/11/2014) hingga Rabu (19/11/2014) dengan mengambil sejumlah lokasi di dalam wilayah Kabupaten Ende.

Piter Kembo selaku sutradara film Ine Pare kepada Pos Kupang saat ditemui di Kantor Bupati Ende, Rabu (19/11/2014) mengatakan alasan pihaknya memproduksi film pendek Ine Pare dilatarbelakangi oleh keinginan pihaknya untuk kembali menghidupkan budaya-budaya lokal kedalam bentuk cerita film.
"Saat ini kaum muda lebih senang menikmati film-film impor dibandingkan dengan film budaya dalam negeri padahal film produksi luar negeri belum tentu cocok dengan karakteristik kebudayaan masyarakat lokal,"kata Piter.

Oleh karena itu ujar Piter maka pihaknya sebagai warga NTT terdorong memproduksi film pendek tentang Ine Pare.

Diharapkan dengan keberadaan film pendek tentang Ine Pare kaum muda terutama yang kini masih bersekolah lebih menaruh kecintaan mereka akan budaya lokal.

Film pendek Ine Pare ujar Piter merupakan hasil kerjasama dengan Pemerintah Propinsi NTT yang sedianya akan diputar di sekolah-sekolah yang ada di seluruh NTT.

Piter mengatakan film pendek Ine Pare didukung oleh sejumlah pemain baik yang berasal dari wilayah Kabupaten Ende maupun dari luar daerah.

"Meskipun dari luar daerah mereka sebenarnya adalah warga Ende yang bermukim di Kota Kupang. Kami libatkan mereka untuk mendukung film tersebut karena mereka dianggap tahu tentang budaya Kabupaten Ende,"kata Piter.

Lokasi pengambilan shoting film Ine Pare ujar Piter dilakukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Ende baik di Moni, Gunung Keli Ndota, Detukeli, Kawasan Kelimutu hingga di Pasar Wolowona, Kota Ende.

Kisah Ine Pare yang diangkat dalam film pendek berdurasi 45 menit itu ujar Piter mengisahkan tentang tokoh Ine Pare yang dipercaya sebagai dewi padi . "Ine Pare adalah dongeng tentang adanya dewi padi yang dipersembahkan agar bisa menyuburkan tanaman,"kata Piter.

Asisten II Setda Ende, Drs Siprianus Reda Lio saat menerima rombongan teater plus mengatakan atas nama pemerintah pihaknya memberikan apresiasi kepada sutradara serta seluruh kru teater plus yang telah memproduksi film Ine Pare.

"Tentunya kami berharap dengan adanya kisah Ine Pare yang diangkat dalam bentuk film menambah kecintaan masyarakat akan budaya Kabupaten Ende. Demikianpun anak-anak muda tidak melupakan adanya legenda ataupun dongeng asli dari Kabupaten Ende,"kata Siprianus.

Menurut Siprianus dongeng ataupun cerita legenda tentunya mengandung pesan-pesan moral yang baik bagi generasi muda sehingga wajar kalau sebagai pemerintah pihaknya memberikan dukungan adanya film tentang Ine Pare.