WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Monday, July 7, 2014

Tangis Ribuan Warga Sambut Jenazah Gadi Djou di Bandara Ende

ENDE -- Ribuan warga menyambut kedatangan jazad mantan Bupati Ende, periode 1973-1983, Herman Joseph Gadi Djou, Drs Ekon di bandara Haji Hasan Aroboesman Ende saat tiba di bandara tersebut dari Jogyakarta, Senin (7/7/2014).

Para pelayat yang terdiri dari pihak keluarga dan keluarga besar Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) tampak membludak di area bandara Ende.

Ikut menyambut kedatangan jenazah Gadi Djou, Bupati Ende, Ir Marsel Petu dan Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad, Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin dan Dandim Ende, Letkol Kav Tri Handoko serta jajaran Muspida lainnya.

Tampak juga mantan Bupati Ende, Drs Paulinus Domi dan Wakil Bupati Ende, Drs Achmad Mochdar.

Disaksikan Pos Kupang saat pesawat yang membawa jazad, Gadi Djou sekitar pukul 15.55 Wita tangis haru para pelayat pecah.

Saat dikeluarkan dari perut pesawat jazad serta diusung oleh anggota Pol PP Setda Ende tampak barisan para pejabat yang terdiri dari kepala dinas, badan dan bagian memberikan penghormatan serta disambut oleh Bupati Ende, Ir Marsel Petu.

Saat menyambut jazad, Gadi Djou, Bupati Marsel Petu dengan suara terbata-bata menahan haru mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende menyambut kedatangan Gadi Djou kembali ke bumi Kabupaten Ende.

"Selamat datang sang visioner meskipun tidak lagi berdiri dengan kedua kaki yang kokoh namun kami tetap menyambut kedatangan dengan penuh haru dan suka cita,"kata Bupati Marsel.

Seusai disambut oleh jajaran Muspida di area bandara Ende,Jazad Gadi Djou selanjutnya dibawa ke Kantor Bupati Ende untuk disemayamkan serta mendapatkan penghormatan terakhir dari jajaran Muspida Kabupaten Ende.*

Mantan Bupati Ende Don Wangge: Gadi Djou Sangat Peduli Pendidikan

  Universitas Flores-Ende

ENDE -- Mantan Bupati Ende, Drs Don Bosco Wangge saat dimintai komentarnya tentang sosok, Herman Joseph Gadi Djou mengatakan bahwa almarhum Gadi Djou adalah peletak dasar pembangunan berkelanjutan yang dirasakan hingga kini di Kabupaten Ende.

Don Wangge yang ditemui di sela penyambutan jenazah Herman Joseph Gadi Djou di Ende mengatakan, selain sebagai seorang birokrat, Gadi Djou adalah seorang yang sangat peduli dengan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Universitas Flores-Ende yang berdiri kokoh hingga kini.

Seusai dilakukan penghormatan di Kantor Bupati Ende, jasad Gadi Djou selanjutnya dibawa ke rumah duka di Jalan Sam Ratulangi, Ende.

  Universitas Flores-Ende


Thursday, July 3, 2014

Wisata Moni Kelimutu Ende Flores

PERSAWAHAN MONI KELIMUTU

DANAU KELIMUTU

Amankan Pilpres Polres Ende, Terjunkan 379 Personil

Menghadapi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang, Kepolisian Resort (Polres) Ende menerjunkan ratusan personil yang akan ditempatkan disejumlah TPS.

“Untuk pengamanan Pilpres kami turunkan 379 personil,” kata Kapolres Ende AKBP Musni Arifin, Senin (30/6).

Menurutnya, dalam pengamanan tersebut pihaknya akan menempatkan sedikitnya satu perwira di setiap kecamatan.

“Aparat kepolisian yang diterjunkan selama Pilpres tersebut akan di tempatkan di seluruh TPS, dimana setiap TPS akan di kawal atau dijaga oleh satu hingga tiga anggota kepolisian tergantung dari kondisi keamanan dan geografi di wilayah yang bersangkutan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, personel kepolisian sudah siap untuk di terjunkan untuk pengamanan tersebut.I tu akan di lakukan sejak sebelum pemungutan suara 9 Juli 2015 hingga hari pencoblosan dan seterusnya sampai penghitungan surat suara, baik yang dilakukan di TPS, PPK hingga pleno penetapan di KPU Ende.

“Kita akan lakukan pengamanan mulai dari pendistribusian atau pendopringan logistik Pemilu, pengawalan di setiap TPS, saat penghitungan dan penetapan pemenang baik itu di tingkat TPS, PPK hingga pleno penetapan nantinya di KPU Ende,” katanya.

Musni pada kesempatan ini kembali menegaskan netralitas anggotanya dalam Pipres. Anggota juga sudah diarahkan untuk netral saat sebelum maupun sesudah pencoblosan.

“Saya sudah mengingatkan para anggota untuk tidak mengarahkan pilihan kepada pasangan tertentu baik di dalam keluarga, maupun masyarakat.Begitu juga tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung memobilisasi massa, menggunakan fasilitas negara untuk kegiatan tersebut,” sebutnya.

DPRD Ende Ajukan Tiga Ranperda Inisiatif

ENDE -- DPRD Kabupaten Ende mengajukan tiga buah rancangan Peraturan Daerah (Ranpreda) yang merupakan Perda inisiatif DPRD Kabupaten Ende.

Tiga buah Ranperda tersebut setelah melalui pembahasan oleh tim inisiatif, Senin (30/6/2014) diajukan ke lembaga DPRD Kabupaten Ende untuk dibahas serta ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Tiga Ranperda itu terdiri dari Ranperda tentang penyelenggaraan Perlindungan anak dan perempuan tindak kekerasan. Ranperda tentang pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat dan Ranperda tentang rencana induk pengembangan pariwisata Kabupaten Ende.

Ketua tim penginisiatif tiga buah Ranperda, Heribertus Gani mengatakan pengajuan ketiga buah ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Ende merupakan sikap responsif DPRD Kabupaten Ende terhadap sejumlah isu aktual teristimewa isu perempuan dan anak, isu air minum dan penyehatan lingkungan serta isu rencana pengembangan pariwisata.

Ketiga hal tersebut dikemas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ende demi terciptanya kesejateraan masyarakat pada umumnya.

Dikatakan pengajuan ketiga buah ranperda inisiatif ini memperpanjang catatan sejarah bagi DPRD Kabupaten Ende dalam mengajukan, membahas dan menetapkan rancangan peraturan daerah peraturan inisiatif

DISPERINDAG GELAR BAZAR RAMADHAN

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende menggelar Bazar Ramadhan Jelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2014 di Pantai Ria, Bazar dibuka oleh Bupati Ende Marselinus Y.W. Petu, Selasa (1/7).

Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad, para kepala SKPD, ketua dan wakil ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Ende, para camat se-wilayah Kota Ende, para lurah se-wilayah Kota Ende, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta para pelaku Bazar Ramadhan.

Kepala Disperindag Ende Yoseph Woge dalam laporannya mengatakan Bazar Ramadhan 1435 H dilaksanakan untuk memberikan pelayanan dalam bentuk makanan dan minuman siap saji bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan 1435 H khususnya dalam Kota Ende.

Selain itu, katanya kegiatan ini bentuk kerja sama kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Ende dan masyarakat melalui usaha mikro rumah tangga, usaha kecil menengah, dengan menyiapkan aneka makanan dan minuman pangan lokal dan non lokal siap saji bagi umat Islam untuk berbuka puasa.

“Kegiatan Bazar dilaksanakan untuk memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan Bazar Ramadhan 1435 H sebagai sarana untuk memasarkan produk hasil karyanya sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap pembangunan bangsa khususnya Kabupaten Ende, “katanya.

Woge menambahkan, Bazar Ramadhan ini diharapkan menambah dan menguatkan ekonomi keluarga bagi usaha mikro rumah tangga kecil dan menengah yang pada gilirannya akan meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah Kabupaten Ende.

Bupati Ende Marselinus Y.W Petu dalam sambutannya membuka Bazar Ramadhan mengatakan, kegiatan Bazar ini seiring dengan kebijakan pembangunan ekonomi daerah dan erat kaitannya dengan program pembangunan dari desa dan kelurahan yang dicanangkan pemerintah daerah yang tertuang dalam program jangka pendek dan menengah Kabupaten Ende.

“Kegiatan ini merupakan momentum usaha kecil menengah dan pedagang kaki lima untuk berpacu dalam menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat di tingkat bawah dan sekaligus meningkatkan nilai tambah pendapatan bagi kelompok / pedagang. Oleh karena itu, digunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dalam melayani masyarakat pembeli dengan penuh ramah tamah dan keakraban, sebagai wujud kepedulian kita terhadap pembangunan di daerah ini,”katanya.

Bupati Marsel Petu mengharapkan pengelola Bazar Ramadhan tetap memperhatikan kontinuitas penjualan/penyajian makanan dan minuman selama sebulan.“Makanan dan minuman yang disajikan dalam keadaan bersih, bermutu, dan halal. Utamakan pangan lokal dalam aneka jenis olahan. Menjaga kebersihan lingkungan, ketertiban lalu lintas dan keamanan manusia dan barang serta penerangan yang cukup sesuai dengan kebutuhan,”katanya.

Ia juga meminta kerja sama yang baik antara pengelola Bazar dan pihak keamanan Polres Ende khususnya Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), Kelurahan Kotaraja, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya. Perlu koordinasi dan kerja sama dengan camat Ende Utara sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan Bazar ini dengan pihak terkait agar kegiatan Bazar Ramadhan berjalan lancar dan sukses.

Seusai menyampaikan sambutan, bupati membuka Bazar Ramadhan 1435 H Tingkat Kabupaten Ende Tahun 2014. Kemudian bupati memantau setiap stan yang menyajikan makanan dan minuman lokal yang telah diolah. Bupati juga membeli beberapa jenis makanan dan minuman yang tersedia.

129 TPS di Ende Dikategorikan Rawan

ENDE -- Sebanyak 129 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Ende masuk dalam kategori rawan. Karena itu pada pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014 pihak kepolisian setempat memberikan perhatian khusus dengan menempatkan setiap anggotanya untuk mengawal proses pencoblosan tersebut. Satu TPS akan dikawal satu anggota polisi.

Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Selasa (1/7/2014). Musni menjelaskan, untuk pengamanan pemilu terutama pada hari pencoblosan pihak kepolisian menurunkan 379 orang personil. Personil tersebut akan turun ke masing-masing kecamatan dan desa bersamaan dengan pendropingan logistik dari KPU.

"Anggota polisi akan mengawal proses pendistribusian logistik hingga ke kecamatan. Anggota yang sama juga akan bertugas mengawal pelaksanaan pencoblosan di setiap TPS," kata Musni.

Tentang pengawalan di TPS, Musni menjelaskan, pelaksanaan pengawalan tergantung tingkat kerawanan baik kerawanan keamanan, kerawanan geografis maupun kerawanan politik.

Untuk TPS yang dikategorikan rawan, TPS tersebut akan dikawal oleh satu orang anggota polisi. Sedangkan kalau TPS dengan tingkat kerawanan sedang maka satu anggota polisi akan mengawal dua TPS. Sementara untuk TPS dengan kategori rawan kecil tiga TPS dikawal oleh satu polisi. Dan kalau TPS yang tidak rawan maka empat TPS dikawal satu polisi.

Khusus untuk TPS dengan tingkat kerawanan tinggi, kata Musni, tidak saja karena rawan akan keamanan tapi juga karena kondisi geografis. "Banyak wilayah di Kabupaten Ende yang kondisi geografisnya cukup sulit sehingga menyulitkan proses pendistribusian logistik. Wilayah tersebut tentu mendapatkan perhatian lebih," kata Musni.

Karena itu untuk mencegah berbagai kendala pada saat proses pendistribusian maupun ketika pelaksanaan pencoblosan maka TPS dengan tingkat kerawanan tinggi akan dikawal khusus oleh anggota polisi.