WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Thursday, July 3, 2014

Amankan Pilpres Polres Ende, Terjunkan 379 Personil

Menghadapi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang, Kepolisian Resort (Polres) Ende menerjunkan ratusan personil yang akan ditempatkan disejumlah TPS.

“Untuk pengamanan Pilpres kami turunkan 379 personil,” kata Kapolres Ende AKBP Musni Arifin, Senin (30/6).

Menurutnya, dalam pengamanan tersebut pihaknya akan menempatkan sedikitnya satu perwira di setiap kecamatan.

“Aparat kepolisian yang diterjunkan selama Pilpres tersebut akan di tempatkan di seluruh TPS, dimana setiap TPS akan di kawal atau dijaga oleh satu hingga tiga anggota kepolisian tergantung dari kondisi keamanan dan geografi di wilayah yang bersangkutan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, personel kepolisian sudah siap untuk di terjunkan untuk pengamanan tersebut.I tu akan di lakukan sejak sebelum pemungutan suara 9 Juli 2015 hingga hari pencoblosan dan seterusnya sampai penghitungan surat suara, baik yang dilakukan di TPS, PPK hingga pleno penetapan di KPU Ende.

“Kita akan lakukan pengamanan mulai dari pendistribusian atau pendopringan logistik Pemilu, pengawalan di setiap TPS, saat penghitungan dan penetapan pemenang baik itu di tingkat TPS, PPK hingga pleno penetapan nantinya di KPU Ende,” katanya.

Musni pada kesempatan ini kembali menegaskan netralitas anggotanya dalam Pipres. Anggota juga sudah diarahkan untuk netral saat sebelum maupun sesudah pencoblosan.

“Saya sudah mengingatkan para anggota untuk tidak mengarahkan pilihan kepada pasangan tertentu baik di dalam keluarga, maupun masyarakat.Begitu juga tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung memobilisasi massa, menggunakan fasilitas negara untuk kegiatan tersebut,” sebutnya.

DPRD Ende Ajukan Tiga Ranperda Inisiatif

ENDE -- DPRD Kabupaten Ende mengajukan tiga buah rancangan Peraturan Daerah (Ranpreda) yang merupakan Perda inisiatif DPRD Kabupaten Ende.

Tiga buah Ranperda tersebut setelah melalui pembahasan oleh tim inisiatif, Senin (30/6/2014) diajukan ke lembaga DPRD Kabupaten Ende untuk dibahas serta ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Tiga Ranperda itu terdiri dari Ranperda tentang penyelenggaraan Perlindungan anak dan perempuan tindak kekerasan. Ranperda tentang pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat dan Ranperda tentang rencana induk pengembangan pariwisata Kabupaten Ende.

Ketua tim penginisiatif tiga buah Ranperda, Heribertus Gani mengatakan pengajuan ketiga buah ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Ende merupakan sikap responsif DPRD Kabupaten Ende terhadap sejumlah isu aktual teristimewa isu perempuan dan anak, isu air minum dan penyehatan lingkungan serta isu rencana pengembangan pariwisata.

Ketiga hal tersebut dikemas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ende demi terciptanya kesejateraan masyarakat pada umumnya.

Dikatakan pengajuan ketiga buah ranperda inisiatif ini memperpanjang catatan sejarah bagi DPRD Kabupaten Ende dalam mengajukan, membahas dan menetapkan rancangan peraturan daerah peraturan inisiatif

DISPERINDAG GELAR BAZAR RAMADHAN

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende menggelar Bazar Ramadhan Jelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2014 di Pantai Ria, Bazar dibuka oleh Bupati Ende Marselinus Y.W. Petu, Selasa (1/7).

Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad, para kepala SKPD, ketua dan wakil ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Ende, para camat se-wilayah Kota Ende, para lurah se-wilayah Kota Ende, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta para pelaku Bazar Ramadhan.

Kepala Disperindag Ende Yoseph Woge dalam laporannya mengatakan Bazar Ramadhan 1435 H dilaksanakan untuk memberikan pelayanan dalam bentuk makanan dan minuman siap saji bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan 1435 H khususnya dalam Kota Ende.

Selain itu, katanya kegiatan ini bentuk kerja sama kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Ende dan masyarakat melalui usaha mikro rumah tangga, usaha kecil menengah, dengan menyiapkan aneka makanan dan minuman pangan lokal dan non lokal siap saji bagi umat Islam untuk berbuka puasa.

“Kegiatan Bazar dilaksanakan untuk memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan Bazar Ramadhan 1435 H sebagai sarana untuk memasarkan produk hasil karyanya sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap pembangunan bangsa khususnya Kabupaten Ende, “katanya.

Woge menambahkan, Bazar Ramadhan ini diharapkan menambah dan menguatkan ekonomi keluarga bagi usaha mikro rumah tangga kecil dan menengah yang pada gilirannya akan meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah Kabupaten Ende.

Bupati Ende Marselinus Y.W Petu dalam sambutannya membuka Bazar Ramadhan mengatakan, kegiatan Bazar ini seiring dengan kebijakan pembangunan ekonomi daerah dan erat kaitannya dengan program pembangunan dari desa dan kelurahan yang dicanangkan pemerintah daerah yang tertuang dalam program jangka pendek dan menengah Kabupaten Ende.

“Kegiatan ini merupakan momentum usaha kecil menengah dan pedagang kaki lima untuk berpacu dalam menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat di tingkat bawah dan sekaligus meningkatkan nilai tambah pendapatan bagi kelompok / pedagang. Oleh karena itu, digunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dalam melayani masyarakat pembeli dengan penuh ramah tamah dan keakraban, sebagai wujud kepedulian kita terhadap pembangunan di daerah ini,”katanya.

Bupati Marsel Petu mengharapkan pengelola Bazar Ramadhan tetap memperhatikan kontinuitas penjualan/penyajian makanan dan minuman selama sebulan.“Makanan dan minuman yang disajikan dalam keadaan bersih, bermutu, dan halal. Utamakan pangan lokal dalam aneka jenis olahan. Menjaga kebersihan lingkungan, ketertiban lalu lintas dan keamanan manusia dan barang serta penerangan yang cukup sesuai dengan kebutuhan,”katanya.

Ia juga meminta kerja sama yang baik antara pengelola Bazar dan pihak keamanan Polres Ende khususnya Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), Kelurahan Kotaraja, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya. Perlu koordinasi dan kerja sama dengan camat Ende Utara sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan Bazar ini dengan pihak terkait agar kegiatan Bazar Ramadhan berjalan lancar dan sukses.

Seusai menyampaikan sambutan, bupati membuka Bazar Ramadhan 1435 H Tingkat Kabupaten Ende Tahun 2014. Kemudian bupati memantau setiap stan yang menyajikan makanan dan minuman lokal yang telah diolah. Bupati juga membeli beberapa jenis makanan dan minuman yang tersedia.

129 TPS di Ende Dikategorikan Rawan

ENDE -- Sebanyak 129 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Ende masuk dalam kategori rawan. Karena itu pada pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014 pihak kepolisian setempat memberikan perhatian khusus dengan menempatkan setiap anggotanya untuk mengawal proses pencoblosan tersebut. Satu TPS akan dikawal satu anggota polisi.

Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Selasa (1/7/2014). Musni menjelaskan, untuk pengamanan pemilu terutama pada hari pencoblosan pihak kepolisian menurunkan 379 orang personil. Personil tersebut akan turun ke masing-masing kecamatan dan desa bersamaan dengan pendropingan logistik dari KPU.

"Anggota polisi akan mengawal proses pendistribusian logistik hingga ke kecamatan. Anggota yang sama juga akan bertugas mengawal pelaksanaan pencoblosan di setiap TPS," kata Musni.

Tentang pengawalan di TPS, Musni menjelaskan, pelaksanaan pengawalan tergantung tingkat kerawanan baik kerawanan keamanan, kerawanan geografis maupun kerawanan politik.

Untuk TPS yang dikategorikan rawan, TPS tersebut akan dikawal oleh satu orang anggota polisi. Sedangkan kalau TPS dengan tingkat kerawanan sedang maka satu anggota polisi akan mengawal dua TPS. Sementara untuk TPS dengan kategori rawan kecil tiga TPS dikawal oleh satu polisi. Dan kalau TPS yang tidak rawan maka empat TPS dikawal satu polisi.

Khusus untuk TPS dengan tingkat kerawanan tinggi, kata Musni, tidak saja karena rawan akan keamanan tapi juga karena kondisi geografis. "Banyak wilayah di Kabupaten Ende yang kondisi geografisnya cukup sulit sehingga menyulitkan proses pendistribusian logistik. Wilayah tersebut tentu mendapatkan perhatian lebih," kata Musni.

Karena itu untuk mencegah berbagai kendala pada saat proses pendistribusian maupun ketika pelaksanaan pencoblosan maka TPS dengan tingkat kerawanan tinggi akan dikawal khusus oleh anggota polisi.

Wednesday, June 18, 2014

Pasar Mbongawani Ende Kini Tertata Baik

ENDE -- Pasar Mbongawani di Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, yang sebelumnya kerap menjadi lokasi mesum oleh oknum warga tertentu kini sudah tidak terjadi lagi. Saat ini pasar tersebut sudah dibenahi pemerintah setempat dengan memasang lampu penerangan di malam hari.

Wakil Bupati Ende, Drs. H. Djafar Achmad, mengatakan hal itu di hadapan para kepala dinas, bagian dan badan lingkup Pemkab Ende, di Aula Kantor Bupati Ende, Senin (9/6/2014).

Wabup Djafar mengatakan, keberadaan Pasar Mbongawani sebelumnya memang terkesan kumuh. Para pedagang berjualan di sembarang tempat. Belum lagi sampah yang ditebar di hampir semua penjuru pasar. Bahkan di malam hari kerap dijadikan lokasi mesum oleh oknum warga tertentu.

Karena itu, demikian Wabup Djafar, di bawah kepemimpinan dirinya dan Bupati Marsel Petu, mereka berusaha membenahi Pasar Mbongawani sehingga pasar tersebut menjadi lebih baik dan nyaman bagi penjual, pedagang maupun pembeli.

Fokus pembenahan, jelas Wabup Djafar, menata para pedagang di pasar agar berjualan di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Penjual sayur berjualan sayur di lokasi yang memang untuk berjualan sayur. Begitupun dengan penjual ikan dan penjual daging.

Untuk menjaga keamanan pasar di malam hari, demikian Wabup Djafar, pemerintah telah memasang lampu penerangan di malam hari sehingga pasar menjadi terang. Dengan demikian pasar itu tidak digunakan oleh oknum warga untuk berbuat mesum di malam hari.

"Sebelumnya, wajah Pasar Mbongawani di malam hari begitu gelap. Kondisi itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk berbuat mesum. Namun hal itu sudah tidak lagi saat ini," kata Wabup Djafar.

Meski telah menata pasar, Wabup Djafar mengakui, masih ada hal yang kurang, yakni belum dipasangnya paving block di dalam pasar sehingga kondisi pasar kerap becek saat turun hujan. Ia meminta Dinas PU Ende segera memasang paving block di pasar agar jalan masuk tidak lagi becek.

Aset Pemda Ende Bernilai Miliaran Mubasir

Aset Pemkab Ende yang ditaksir bernilai miliaran dibiarkan mubasir. Aset-aset itu meliputi rumah dinas, gedung atapun tanah.

Sesuai pantuan Pos Kupang beberapa aset yang dibiarkan mubasir seperti gedung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) di Jalan Soekarno yang dibangun dengan dana senilai Rp 8,3 Miliar.

Rumah Dinas Kadis Kesehatan di Jalan Banteng dan Rumah Dinas Sekda Ende di Jalan Sudirman yang diprakirakan bernilai ratusan juta. Sedangkan aset tanah berupa tanah yang dibeli Pemkab Ende di Kelurahan Kota Ratu senilai Rp 1,5 Miliar.

Kedua bidang tanah yang dibeli Pemda Ende di tahun 2007 lalu hingga kini peruntukannya tidak jelas bahkan bermuara ke masalah hukum.

Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad saat memberikan pengarahan kepada para kepala dinas, badan dan bagian dalam lingkup Pemkab Ende, Senin (9/6/2014) meminta kepada dinas tehknis terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap aset-aset tersebut.

Khsusunya aset berupa tanah harus segera diselesaikan proses administrasinya berupa sertifikat ataupun akte sehingga tidak bermasalah dikemudian hari.

"Jaman sekarang terkadang masyarakat kita saling klaim soal tanah. Pemerintah tentu tidak ingin berperkara dengan masyarakat soal tanah,"kata Wabup Djafar.

Untuk aset berupa rumah dinas, Wabup Djafar meminta kepada para kepala dinas yang memang berhak menempati rumah dinas agar segera menempatinya sehingga rumah-rumah tersebut dapat dimenfaatkan atau tidak mubasir.

Sedangkan aset kendaraan juga diharapkan untuk dimenfaatkan sesuai dengan peruntukannya.

"Bagi kepala dinas atau badan maupun bagian kalau memang sudah memiliki mobil dinas hendaknya kendaraan dinas berupa sepeda motor diberikan kepada staf atau pejabat yang ada dibawahnya. Jangan kepala dinas sudah ada mobil dinas motor dinaspun juga dibawa,"ujarnya.