WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Senin, 22 September 2014

Kakanwil Kemenag Bali dan NTT Kunjugi Sejumlah Situs Bung Karno Di Ende

Ende-(Inmas) Tepat Pukul 16.00 Senin, (15/09/2014)sesaat sebelum kegiatan Workshop Evaluasi dan Analisis kebutuhan diklat Berbasis Simdiklat dimulai, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali , AA. Gd Muliawan, S.Ag bersama Kakanwil Kemenag Provinsi NTT, Drs. Sarman Marselinus berkunjung ke sejumlah situs Bung Karno di Ende.

Perjalanan wisata itu dimulai dengan kunjungan rumah pengasingan Proklamator di Jalan Perwira Ende. Kedua Kakanwil yang juga didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Yosef Nganggo, S.Ag, Kasubag TU Balai Diklat Keagamaan Denpasar, Drs. I Wayan Diarsa, M.Si, Kasubag Inmas Kanwil Kemenag NTT, Antonius Ngga’a Rua, Kasi Urakat Kemenag Ende, Aloysius Hari, S.Ag dan Kasi Pendis Kemenag Ende, Hamidy Bara Ray, MA terlihat serius memperhatikan barang-barang peninggalan Bung Karno. Seluruh isi rumah terlihat masih utuh mulai dari ruang tamu, ruang makan, ruang kerja, kamar tidur, ruang semedi. Dari rumah pengasingan, rombongan Kakanwil kemudian menuju Pohon Sukun Cabang Lima, lokasi permenungan Bung Karno yang terletak bersebelahan dengan lapangan Pancasila Ende. Perjalanan penuh inspirasi ini diakhiri dengan kunjungan ke makam mertua Bung Karno, Ibu Amsi.

Kakanwil Bali, saat berbincang dengan Kepala Kanwil NTT, pada kesempatan itu menyatakan bahwa banyak inspirasi positif yang dapat diambil dan direnungkan dari perjalan singkat ini. Mengapa ketika menderita dia tidak lupa untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sukarno memang sosok yang kuat dan penuh karismatik. Kalau orang biasa, ketika dikucilkan atau dibuang pasti stres. Tidak demikian dengan Bung Karno, ketika dibuang, beliau bersemangat untuk terus berjuang dengan gigih tanpa putus asa untuk merdeka, ungkapnya. Beliau menambahkan, ada pesan yang mesti diambil untuk direnungkan bahwa ketika manusia menderita seharusnya mesti terus berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan putus asa.

Kepada Kakankemenag Ende, orang nomor satu pada Kantor Wilayah Kemenag Bali itu berharap agar ke depan perlu dipikirkan pemandu wisata multi agama, sehingga ketika ada tamu yang datang dari berbagai agama bisa menadapat pesan moral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar