WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Rabu, 31 Desember 2014

Gubernur NTT Tak Respon Provinsi Flores, Pidato Akhir Tahun

Ketika menyampaikan pidato akhir tahun, Rabu (31/12) 2014 di aula rumah jabatan Jl El Tari Kupang, Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya belum juga merespon berbagai euforia desakan pembentukan Provinsi Flores yang tengah digalang berbagai elemen masyarakat asal pulau bunga itu. Dalam sambutannya, Frans Lebu Raya cuma menyinggung soal NTT sebagai Provinsi Kepulauan.

 “Kita terus dorong Provinsi Kepulauan, karena NTT memiliki wilayah laut yang cukup luas, dan terdiri dari ratusan pulau kecil dan besar. Untuk itu, kita sedang berupaya mempercepat pembangunan tol laut, membangunan beberapa bendungan raksasa di NTT. Kita juga sedang merintis strategi segitiga ekonomi yakni antara NTT-Indonesia, Timor Leste dan Australia. Dengan demikian diharapkan perkembangan pereokonomian masyarakat NTT bisa berkembang dengan cepat,” kata Gubernur.

Gubernur juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang untuk mencari solusi dalam mengatasi krisis air bersih di Kota Kupang. Karena bagi pemerintah, air bersih dan listrik menjadi masalah utama di Kota Kupang. Menurut Gubernur Negara harus mampu tampil melindungi masyarakatnya dari berbagai persoalan sosialnya.

“Saya sudah bicarakan masalah listrik di NTT dengan Presiden Joko Widodo. Beliau sangat serius memperhatikan pembangunan di NTT. Karena salah satu instrumen penting untuk mendukung iklim investasi di NTT adalah ketersediaan listrik dalam kapasitas yang besar. Semen Kupang itu, membutuhkan enegi lstrik yang cukup besar. Banyangkan, sekedar mati sebentar saja dan kemudian dihidupkan kembali sudah harus menghabiskan biaya Rp 300 juta,” kata Gubenur sedikit memberi gambaran.

Gubernur juga bertekad tahun 2015 ini, proyek bendungan Kolhua sudah harus dibangun, karena menurut pemerintah, katanya, setelah dilakukan berbagai kajian satu-satunya bendungan Kolhua yang bisa menjawab kebutuhan air bersih di Kota Kupang. “Kita harapkan masalah sosialnya bisa segera terselesaikan dalam 2015 ini, sehingga bisa segera dibangun. Kalau tidak maka kita akan alihkan proyek itu ke Belu. Bendungan Tilong tidak bisa menjawab kebutuhan air bersih bagi Kota Kupang karena telalu jauh jangkauan ke Kupang. Juga menguras biaya yang cukup besar,” kata Gubernur.

Gubernur juga berjanji akan serius menyelesaikan masalah human trafficking di NTT yang sudah menjadi masalah Nasional, dimana NTT menempati urutan teratas masalah perdagangan manusia. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan aparat terkait untuk sama-sama menangani masalah ini. “Juga mengenai masalah dana bantuan pemerintah bagi siswa kurang mampu di sekolah-sekolah di NTT, termasuk dana-dana bos, kalau ketahuan disalahgunakan kita akan desak untuk segera pelakuknya diproses hukum.

Sumber KOTANANE.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar