WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Senin, 09 Juni 2014

Ende Rahim Pancasila

ENDE -- Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni bukan sekedar seremoni tanpa makna tetapi harus dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur atas karunia Tuhan dan penghormatannya melalui kekayaan dan kearifan keberagaman agama, budaya dan adat istiadat warisan leluhur bangsa yang digali oleh Bung Karno di tempat pengasinganya di Ende, Flores sehingga mendapatkan ilham akan Pancasila.

Hal ini dikatakan Bupati Ende, Ir. Marsel Petu dalam sambutannya pada upacara peringatan hari lahirnya Pancasila, 1 Juni 2014 yang dirayakan pada 2 Juni 2014 di Lapangan Perse, Ende.

Dikatakan, Bung Karno pada pengasingannya di Ende-Flores mendapatkan ilham tentang Pancasila, maka tidak berlebihan jika disebut Kabupaten Ende sebagai rahimnya Pancasila.

Tema peringatan hari lahirnya Pancasila yang dilaksanakan pada tahun 2014 adalah, "Situs Bung Karno Rumah Kita. Dari Ende untuk Indonesia". Hal ini mengandung maksud agar janganlah melihat masa depan dengan mata tertutup, karena sejarah masa lampau merupakan kaca belangka untuk melanjutkan masa sekarang dan masa yang akan datang.

Suatu bangsa atau daerah yang tidak percaya akan keberadaan, potensi dan kekuatannya sendiri, kata Marsel, tidak akan mampu merdeka, mandiri dan berdaulat karena keberanian untuk memulai suatu kebaikan adalah kunci kemajuan meskipun cuma selangkah yang mampu diperbuat untuk daerah dan bangsa daripada tidak sama sekali.

"Dari Ende kita mendorong seluruh warga bangsa untuk melakukan suatu demi menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai idelogi, falsafah dan etika moral pemersatu bangsa dan sumber inspirasi dalam menyelesaikan berbagai persolan bangsa,"kata Bupati Marsel.

Apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu, pejuang dan pendiri bangsa, khususnya Bung Karno untuk daerah dan bangsa haruslah tetap dijaga dan dilestarikan sebagai warisan berharga bagi penerus bangsa ini.

Hadir dalam upacara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso, anggota DPRD, Heribertus Gani dan Damran Baleti serta pengurus Yayasan Ende Flores, Ignas Kleden dan Daniel Dhaki Dhae, Haji Djamal Humris dan Agil P Ambawaru, para pelajar dan mahasiswa, PNS lingkup Setda Ende dan anggota TNI dan Polri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar