WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Senin, 09 Juni 2014

Taman Pancasila Ende Setahun Setelah Direnovasi

TIDAK jauh dari rumah pengasingan, kurang dari 1 kilometer, terdapat sebuah taman nan asri. Taman Pancasila, begitu Ata Ende menyebutkan Taman Rendo itu sekarang.

Taman ini juga memiliki ikatan yang amat kuat dengan rumah pengasingan. Konon, hampir setiap ada kesempatan Bung Karno menyempatkan diri datang ke taman itu untuk duduk merenung di bawah Pohon Sukun yang cukup terkenal keberadaannya.

Pohon Sukun bercabang lima yang sering didatangi Bung Karno tersebut konon yang memunculkan gagasan hingga lahirlah lima butir Pancasila. Pohon Sukun yang saat ini berada di Taman Pancasila di Kota Ende adalah pohon yang sama yang dahulu sering dikunjungi Sang Proklamator kini bernama Taman Pancasila.

Sebuah patung Soekarno muda duduk di sisi sebelah kiri di sebuah bangku yang dibuat sangat panjang, sedangkan pohon sukun berada tepat di sebelah kiri patung, dan hanya berjarak sekitar 5 meter saja.

Orlando salah seorang warga Kota Ende yang diajak Flobamora.net ke taman itu,Rabu (4/6) tampak tertegun bercampur takjub. Selain taman yang tampak begitu asri , di bawah patung Bung Karno ada sebuah kolam dengan air yang sangat jernih. Semetara tata tamannya dibuat begitu indah

Orlando yang mengaku baru pertama kali masuk ke area itu mengatakan, kekagumannya terhadap arsitektur taman dan patung Bung Karno yang dipahat oleh seorang pematung kenamaan Pak Hanafi, dengan mata yang tajam menatap ke laut.

“Ini luar biasa. Jao (saya,red) baru hari ini masuk ke dalam taman.Ternyata sangat indah,” kata Orlando.

Flobanora.net lantas teringat akan pernyataan Ketua Yayasan Ende-Flores, Ignas Kleden pada kesempatan menyerahkan Situs Situs Bung Karno kepada Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu, Senin (2/6) lalu yang mengatakan, setelah diserahkan, situs tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab yayasan melainkan Pemda Ende.

Menurutnya, pembangunan situs bersejarah tersebut semakin menguatkan bahwa Kabupaten Ende dan masyarakat memiliki konstribusi yang besar untuk Indonesia. Kemajuan masyarakat Ende telah memberikan inspirasi berharga bagi Bung Karno dalam merumuskan dasar negara.

“Situs ini janganlah dipandang sebagai sebuah proyek bangunan fisik tetapi harus di pandang sebagai bangunan bersejarah yang memiliki makna dan menginspirasi kita untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan. Ke depannya kita harus tunjukan bahwa Pancasila dari Ende untuk Indonesia “katanya.

Ignas mengatakan, Yayasan Ende-Flores di Jakarata terus berjuang untuk mengampanyekan Kota Ende sebagai rahim atau kota lahirnya pancasila. Yayasan juga akan melakukan trobosan dan memperjuangkan 1 juni sebagai hari lahirnya Pancasila yang berpusat di Ende.

Dia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ende memberi contoh kepada Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat yang berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Sekarang, tinggal bagaimana masyarakat Kota Ende, memaknai dan menjaga situs – situs bersejarah itu. Masyarakat kabupaten Ende boleh berbangga, kota di selatan Flores ini menjadi sebuah kota sejarah. Yah... dari Ende untuk Nusantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar