WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Senin, 16 Februari 2015

Pertama di NTT, Aspal Buton di Uji Coba di Kota Ende

Direktur Utama PT. Nala Anggada Perkasa, Muhammad Khadafi bersama Koordinator Distributor Asbuton untuk Provinsi NTT, Linus Lawang Nolowala mempersentasikan sekaligus mendemonstrasikan manfaat dan keunggulan produk Cold Poving Hot Mix Asbuton (CPHMA : Asbuton (Aspal Buton) campuran Panas Hampar dingin di Rujab Bupati Ende, Sabtu (14/2) siang. Presentasi dan demonstrasi keunggulan Asbuton ini berlangsung dihadapan Bupati Ende Marselinus Y.W. Petu dan Wakil Bupati Ende H. Djafar Achmad. Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Ende Herman Yosef Wadhi dan Kadis PU Kabupaten Ende Fransiskus Lewang dan para Kepala Bidang dan Kepala Seksi pada Kantor Dinas PU Kabupaten Ende, para wartawan dan simpatisan lainnya.

Direktur Utama PT. Nala Anggada Perkasa, Muhamad Khadafi mendeskripsikan CPHMA sebagai campuran antara Agregat dengan bahan pengikat bitumen dan Asbuton Lawele dan additive khusus yang dicampur di Unit Pencampur Aspal (UPA) dalam keadaan panas pada temperatur tertentu, untuk selanjutnya dihampar dan dipadatkan dalam keadaan hangat atau dingin pada temperatur tertentu (Aplikasi Tunda). CPHMA-lazim disebut Asbuton-ini, tutur Khadafi memiliki tiga keunggulan utama yang disingkat 3 M yakni mutu, muda dan murah.

“Produk ini dikatakan bermutu sebab dapat diaplikasikan untuk berbagai macam lalu lintas baik berat, sedang maupun ringan; sudah teruji, stabilitas dan bonding sangat tinggi dibanding jenis aspal lainnya. Mudah, karena gampang diperoleh dan aplikasinya langsung buka kemasan, dihampar dan dipadatkan, serta tidak perlu dipanaskan lagi. Tergolong murah karena biaya bahan dan teknis pelaksanaan sangat praktis sehingga dapat menekan biaya, “jelas Khadafi.

Selanjutnya Khadafi juga menjelaskan beberapa keunggulan lainnya dari Asbuton yang dapat diterapkan pada segala kondisi, hangat maupun dingin (Aplikasi Tunda); Pemaparan dan Pemadatan dapat dilakukan secara mekanis maupun manual; cocok untuk pekerjaan overlay, leveling, patching, lapis tipis, laburan dan pengisi retakan.

“Selain itu, keunggulan lainnya dari Asbuton sekaligus membedakan dari aspal minyak dan produk sejenis lainnya adalah berat serta volumenya terukur sebab tersedia dalam bentukan kemasan karung plastik berukuran 25 kg. Asbuton juga sanggup bertahan pada pemanasan hingga suhu 50-an derajat Celcius, jauh melampaui aspal jenis lain yang akan meleleh ketika suhu atau pemanasan memancarkan angka 40 derajat Celcius.

Pada bagian lain presentasinya, Khadafi memberi penekanan bahwa produk yang ditawarkannya ini merupakan produk asli Indonesia, bukan barang impor. Khadafi berharap agar pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende semakin mencintai produk dalam negeri, termasuk Asbuton ini.

 Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu dalam komentarnya terkait Asbuton antara lain menyampaikan apresiasi positif atas produk yang baru pertama kali dipresentasi dan didemonstrasikan di wilayah NTT ini. Baginya ini merupakan aplikasi nyata dari tekad Presiden Jokowi untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

“Sebagai pemerintah daerah, saya bersama seluruh jaringan kerja terkait, menyambut baik setiap temuan baru, terutama penemuan yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun terkait kerjasama, kontrak dan lain-lain, kami sebagai pemerintah daerah belum bisa memberikan jawaban final. Segala keputusan tentang produk ini bergantung pada Keputusan Presiden, dalam hal ini melalui Kementrian PU RI,”kata Bupati.

Disaksikan wartawan, Bupati Marsel antusias mengikuti presentasi dan demonstrasi yang dibawakan Khadafi. Berbagai macam pertanyaan kritis yang dilontarkan Bupati yang kemudian dijelaskan oleh Khadafi dan Linus Lawang Nolowala. Selain itu, Bupati juga turut mengambil bagian dalam demontrasi penghamparan dan pemadatan Asbuton di halaman samping kiri Rujab.

Koordinator Distributor Asbuton untuk Provinsi NTT, Linus Lawang Nolowala kepada wartawan menuturkan, Asbuton sendiri sudah lama ada. Sedangkan pengembangan menjadi produk Asbuton seperti yang dikenal saat ini, mulai diperkenalkan dan dikembangkan secara berkelanjutan sejak Maret 2013 lalu oleh Abubakar Jirun.

Menurut Linus produk ini sudah diperkenalkan bahkan mulai digunakan pada beberapa tempat di Indonesia salah satunya Jawa Timur. Linus mendapat mandat penuh dari Abubakar Zirun untuk bertindak atas nama Abubakar, terutama berkenan dengan pengembangan produk ini di wilayah Flores. Linus yang mewakili Direktur Utama pada PT. Nala Anggada perkasa, Muhamad Khadafi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Marsel Pretu, Wakil Bupati Djafar Achmad, Ketua DPRD Ende, Herman Yosef Wadhi, Kadis PU Fransiskus Lewang bersama para Kepala Seksi dan Kepala Bidang, serta seluruh staf Kantor PU Kabupaten Ende, yang sesuai cakupan masing-masing telah memberi kesempatan bagi timnya untuk mempresentasi dan mendemonstrasikan keunggulan Asbuton. Linus berharap, kerjasama lebih lanjut segera terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar