WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Jumat, 13 Februari 2015

5 DESA DI KECAMATAN DETUSOKO KABUPATEN ENDE TOLAK RASKIN



Ende, Beras untuk masyarakat miskin/Raskin yang selama ini menjadi program  primadona pemerintah untuk mengentaskan kekurangan pangan dikalangan masyarakat bila dikaji secara mendalam punya nilai kurang dan lebihnya. Bagi warga masyarakat di 5 Desa dalam wilayah Kecamatan Detusoko, kehadiran Raskin justru menjadi beban psikologis dan rasa malu. Seolah warga sudah tidak bisa buat apa-apa lagi dalam hal mencari nafkah.” Raskin buat jadi malas. Tidak mau usaha. Ini komitmen masyarakat di 5 Desa dalam wilayah Kecamatan Detusoko” Ujar Ignas Kapo, Senin pagi (09/02/15) usai apel pembukaan ekspedisi NKRI Kepulauan Nusa Tenggara Korwil VI Ende di Markas Brimob Ende.

Dia menambahkan bagi masyarakat di 5 Desa dalam Kecamatannya memiliki filosofi kalau mau makan harus usaha sendiri.Bukan tadah tangan. “Ini baru manusia bermartabat” Ucapnya tegas. Kata Camat Ignas, Masyarakat 5 Desa tersebut masing-masing Desa Woloogai, Kelurahan Detusoko, Desa Detusoko Barat, Desa Sipijena dan Desa Wolofeo. Ke-5 Desa/kelurahan ini menolak Raskin sudah sejak lama.

Berkaitan dengan ini, demikian Ignas Kapo,pihaknya terus berusaha memberi motivasi kepada para petani diwilayahnya untuk lebih giat bekerja keras dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah pertanian basah. Sebab, sebagian tanah pertanian di Detusoko masih bisa diusahakan dan diberdayakan menjadi lahan sawah.

Salah seorang petani di Desa Wolofeo, Markus Satu yang kebetulan bersamaan dengan camatnya mengatakan, sejak awal program Raskin, ia dan kelompoknya sudah tidak simpati. Sebab alokasinya merata bagi semua masyarakat desa. Padahal ada desa yang sangat potensial untuk menghasilkan beras.” Kami tidak mau terjebak dengan Raskin. Lahan kami cukup potensial untuk menghasilkan beras. Hanya orang pemalas saja yang suka tadah tangan menunggu pengasihan orang lain” paparnya dengan nada ketus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar