WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Jumat, 20 Februari 2015

Bupati Elias: Yang Menghambat Pengembangan Garam Saya Lawan

MBAY -- Bupati Nagekeo, Elias Djo, memastikan bulan Juni tahun ini PT Cheetam Salt Indonesia mulai beroperasi. Persoalan lahan yang selama ini menjadi kendala pengembangan garam oleh perusahaan asal Australia itu akhirnya bisa terselesaikan.

Hal itu dikatakan Elias dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Aesesa, di Aula Pondok SVD, Mbay, Selasa (17/2/2015).

Elias yang saat itu didampingi Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Nuwa Veto, Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Fabianus Ajo Bupu,Wakil Ketua DPRD, Florianus Papu dan Camat Aesesa, Elias Tae, mengatakan, garam menjadi salah satu dari tiga produk unggulan Kabupaten Nagekeo selain padi dan jagung.

Elias memastikan tiga program unggulan itu menjadi fokus pembangunan di Nagekeo dan mulai dikembangkan tahun ini. Elias mengimbau semua pihak di daerah itu terutama masyarakat mendukung dan mau bekerja sama untuk menyukseskan tiga program tersebut.

Elias menjelaskan, persoalan pembagian lahan sisa HGU PT Nusa Anoah seluas 231 hektar di Waekokak yang akan dibagikan kembali kepada masyarakat sudah menemui titik terang.

''Saya bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Sekda Nagekeo, sudah melakukan pendekatan budaya dengan masyarakat yang selama ini masih berbeda pendapat dengan pemerintah terkait pembagian lahan di lokasi pengembangan garam tersebut dan sudah mencapai kata sepakat. Karena itu tidak ada tawar menawar lagi. Bulan Juni harus mulai," demikian Elias.

Elias menegaskan, pengembangan garam di daerah itu harus terealisasi dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat maupun daerah dan siapa yang berusaha menghambat akan diambil tindakan tegas.
"Beberapa hari ini saya mendapat laporan ada sekelompok masyarakat mau tolak kerja sama yang dibangun Pemkab Nagekeo dengan PT Cheetam. Saya berharap tidak sampai terjadi. Kalau ada sekelompok orang yang dengan sengaja menghambat apa yang akan dikerjakan pihak PT Cheetam dalam pengembangan garam di daerah ini, saya akan lawan,'' tegas Elias.

Elias mengungkapkan, Nagekeo sudah banyak tertinggal dari daerah lain. Karena itu, katanya, butuh kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan itu.
''Motto kita Too Jogho Waga Sama (Kerja sama) harus tetap dijaga dan menjadi landasan pijak pelaksanaan pembangunan di daerah ini. Garam Nagekeo, salah satu terbaik di Indonesia. Kalau ini dikembangkan secara profesional akan mendatangkan keuntungan bagi daerah dan masyarakat di daerah ini," kata Elias.

Sumber Pos Kupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar