WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Kamis, 06 November 2014

Museum Tenun Ikat Ende Dibobol Maling

Ende, Museum Tenun ikat yang terletak dalam lokasi Taman Permenungan Bung Karno, Jumad pekan lalu lalu dibobol maling.

Dalam aksinya, pencuri berhasil membawa sembilan lembar kain tenun dan juga merusak beberapa barang antik yang ada di museum yang juga merupakan ikon wisata Kabupaten Ende.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Marni Kusuma dikonfirmasi Rabu (5/11) mengakui telah terjadi pencurian di Museum Tenun Ikat.

Dia mengatakan, dirinya telah mendapat laporan dari pengelola museum bahwa telah terjadi aksi pencurian dan kini sudah ditangani pihak Kepolisian Resort Ende.

“Setelah kami mendapat laporan langsung kami cek ke lokasi. Kini kasus tersebut tengah diselidiki pihak Kepolisian Resort Ende,” tutur Marni.

Dia mengatakan, kemungkinan hal itu terjadi karena tidak ada pegawasan dan penjagaan yang baik di lokasi Museum Tenun Ikat tersebut.

Dia menyebutkan, museum ini baru diserahkan pengelolaan dari Yayasan Ende Flores kepada Dinas Pariwisata, karena itu ke depan pihaknya akan melakukan penjagaan yang diperketat lagi.

Sementara itu pengelola Museum Tenun Ikat Ende, Ali Abubakar per telephon memberitakan telah terjadi pencurian sembilan kain tenun di museum itu. Selain mencuri kain pencuri juga merusak sejumlah barang antik yang ada di dalam museum tenun ikat tersebut.

Dia menegaskan saat lejadian dirinya berada di luar Kabupaten Ende untuk sesuatu urusan, sementara penjagany tidak ada di tempat itu.

Lebih jauh ia mengutarakan, dalam kejadian tersebut, pencuri berhasil membawa kabur sembilan kain tenun yang berasal dari Ende sebanyak enam lembar, satu kain tenun dari Sikka, satu kain tenun Manggarai, dan satu kain tenun dari Sabu.

“Kami sudah laporkan ke pihak kepolisian Resort Ende, dan kami berharap Polisi bisa mengungkap pencurian tersebut karna kain-kain tersebut sudah kita jadikan barang museum untuk dipajang,” sebutnya.

Sementara kasat Reskrim AKP Djamaludin terpisah mengakui, telah menerima laporan kehilangan kain sarung di Museum tenun ikat, dan kini pihaknya tengah melakukan penyidikan.

Dia berharap informasi dari warga masyarakat jika mengetahui adanya barang curian atau pelaku sehingga segera dapat diungkap


Sumber Flobamora.net -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar