WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Rabu, 12 November 2014

NTT Didorong Jadi Salah Satu Sentra Tol Laut

 Pelabuhan peti kemas Bung Karno Ende

Ende, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong daerah ini untuk menjadi salah satu sentra tol laut untuk mendukung pengembangan potensi kelautan dan perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Abraham Maulaka kepada wartawan di Kupang, Selasa (11/11) mengatakan, sentra tol laut yang perlu dikembangkan agar hasil laut dan perikanan bisa dikirim ke luar daerah bukan lagi dalam row material tetapi dalam bentuk olahan.

“Jika pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjanjikan pembangunan tol laut, maka NTT adalah salah satu sentranya.Ini karena didukung dengan potensi kelautan dan perikanan yang sangat memadai,” katanya.

Dia mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT memiliki tiga program unggulan yakni potensi perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya, dan potensi budidaya rumput laut. Untuk mengembangkan tiga program tersebut harus didukung dengan sarana transportasi laut yang cukup memadai.

Kata dia, untuk mengembangkan program-program unggulan tersebut dibutuhkan kapal pengangkut dengan kapasitas 500 gross ton (GT). Kapal tersebut bisa digunakan untuk mengangkut produk sumber daya kelautan dari NTT ke daerah lain.

"Kami sedang membuat konsep kerjasama dengan pemerintah Jawa Tengah untuk program rumput laut, perikanan tangkap, dan budi daya.

Dia mengemukakan untuk program budidaya tangkap, diharapkan komoditi yang dikirim tidak lagi ikan mentahnya tetapi dalam bentuk olahan dalam kemasan atau pengalengan ikan.

Namun, tambahnya, untuk mengirim hasil olahan ke daerah lain harus didukung dengan tarnsportasi laut. Karena itu, NTT bisa menjadi salah satu sentral tol laut untuk kelancaran pengangkutan komoditi hasil laut.

Jika NTT juga termasuk salah satu sentra tol laut maka hubungan kerjasama dengan daerah lain dibidang kelautan dan periknan berhasil karena didukung dengan taransportasi yang cukup memadai.

Dia mengharapkan adanya jalur angkutan atau transportasi laut Kupang-Semarang. Jika dibukanya jalur tersebut maka pengiriman komoditi-komoditi laut seperti rumput laut, ikan, dan udang menjadi lancar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTT Nelson Obet Matara mengatakan, pihaknya setuju dan mendukung program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di bidang kelautan dan perikanan, khususnya pembangunan tol laut.

“NTT adalah daerah kepulauan yang mesti didukung dengan transportasi laut. Karena itu NTT memang sangat layak menjadi salah satu sentra tol laut,” katanya.

Dia mengemukakan, NTT adalah daerah kepulauan yang identik dengan sarana transportasi laut. Untuk mendukung program-program unggulan di bidang kelautan maka dibutuhkan sarana pengangkut seperti kapal-kapal besar
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong daerah ini untuk menjadi salah satu sentra tol laut untuk mendukung pengembangan potensi kelautan dan perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Abraham Maulaka kepada wartawan di Kupang, Selasa (11/11) mengatakan, sentra tol laut yang perlu dikembangkan agar hasil laut dan perikanan bisa dikirim ke luar daerah bukan lagi dalam row material tetapi dalam bentuk olahan.

“Jika pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjanjikan pembangunan tol laut, maka NTT adalah salah satu sentranya.Ini karena didukung dengan potensi kelautan dan perikanan yang sangat memadai,” katanya.

Dia mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT memiliki tiga program unggulan yakni potensi perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya, dan potensi budidaya rumput laut. Untuk mengembangkan tiga program tersebut harus didukung dengan sarana transportasi laut yang cukup memadai.

Kata dia, untuk mengembangkan program-program unggulan tersebut dibutuhkan kapal pengangkut dengan kapasitas 500 gross ton (GT). Kapal tersebut bisa digunakan untuk mengangkut produk sumber daya kelautan dari NTT ke daerah lain.

"Kami sedang membuat konsep kerjasama dengan pemerintah Jawa Tengah untuk program rumput laut, perikanan tangkap, dan budi daya.

Dia mengemukakan untuk program budidaya tangkap, diharapkan komoditi yang dikirim tidak lagi ikan mentahnya tetapi dalam bentuk olahan dalam kemasan atau pengalengan ikan.

Namun, tambahnya, untuk mengirim hasil olahan ke daerah lain harus didukung dengan tarnsportasi laut. Karena itu, NTT bisa menjadi salah satu sentral tol laut untuk kelancaran pengangkutan komoditi hasil laut.

Jika NTT juga termasuk salah satu sentra tol laut maka hubungan kerjasama dengan daerah lain dibidang kelautan dan periknan berhasil karena didukung dengan taransportasi yang cukup memadai.

Dia mengharapkan adanya jalur angkutan atau transportasi laut Kupang-Semarang. Jika dibukanya jalur tersebut maka pengiriman komoditi-komoditi laut seperti rumput laut, ikan, dan udang menjadi lancar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTT Nelson Obet Matara mengatakan, pihaknya setuju dan mendukung program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di bidang kelautan dan perikanan, khususnya pembangunan tol laut.

“NTT adalah daerah kepulauan yang mesti didukung dengan transportasi laut. Karena itu NTT memang sangat layak menjadi salah satu sentra tol laut,” katanya.

Dia mengemukakan, NTT adalah daerah kepulauan yang identik dengan sarana transportasi laut. Untuk mendukung program-program unggulan di bidang kelautan maka dibutuhkan sarana pengangkut seperti kapal-kapal besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar