WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Jumat, 14 Maret 2014

Ende Central Ikatan Batin Bangsa

Wakil Presiden Boediono mengatakan, kota Ende merupakan sentral ikatan batin bangsa yang tidak lepas dari negara kesatuan Repubik Indonesia. Sebab, tepat 28 Desember 77 tahun lalu, pemerintah kolonial Belanda menandatangani surat keputusan pembuangan tokoh pahlawan nasional dan tokoh pendiri bangsa ini, Bung Karno ke Ende. Ende ketika itu sangat terpencil dari pusat pemerintahan di Batavia.

Boediono mengatakan hal itu saat mencanangkan pemugaran situs Bung Karno di Ende, Selasa (28/12) petang. Wapres Boediono didamping isterinya Herawati Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Bersatu II seperti Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Mohamad, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Kehutanan Zulkifi Hasan, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Dijelaskan, dalam konsultasi dengan sejumlah tokoh masyarakat di Ende ketika berkunjung sebelum menjabat Wakil Presiden dicapai kesepakatan untuk merenovasi situs sejarah yang terdapat di daerah ini. Rumah kediaman Bung Karno pada masa pembuangan tahun 1934 – 1938, tempat Bung Karno merenung dan gedung Imaculata, tempat Bung Karno menggelar pertunjukan tonil atau sandiwara hasil karyanya.
Menteri Kebudayaan dan Parwisata Jero Wacik dalam pengantarnya mengatakan, kunjungan Wapres dan rombongan ke situs Bung Karno di Ende, merupakan penghargaan besar bagi Bung Karno yang telah berjuang dan menjadi pahlawan kita. Bila ada pemimpin yang mau mengunjungi situs bersejarah merupakan pertanda baik, bahwa bangsa kita adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Lebih mulia lagi, bila pemimpin berminat memugar situs, monumen atau museum tentang pahlawan.

Dalam salah satu sidang kabinet, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengingatkan untuk terus meningkatkan karakter bangsa. Situs kepahlawanan sangat bisa dipakai untuk membangun karakter bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar