WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Sabtu, 01 Maret 2014

Mantan Bupati Ende dan mantan Wakil Gubernur NTT (Pake Pani) : Kembangkan Kelimutu Sebagai Destinasi Utama Pariwisata Flores


Foto: Mantan Bupati Ende dan mantan Wakil Gubernur NTT (Pake Pani) : Kembangkan Kelimutu Sebagai Destinasi Utama Pariwisata Flores

Flobamora.net - Sesepuh masyarakat Ende di Kupang, Yohanes Pake Pani mengatakan, keberadaan Danau Kelimutu dengan keunikannya perlu ditumbuhkembangkan menjadi sebuah destinasi pariwisata utama di daratan Flores, selain Taman Nasional Komodo yang sudah masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia.

Pake Pani mengatakan itu dalam diskusi terbatas yang diselanggarakan Marga Kabupaten Ende Diaspora yang bermukim di Kota Kupang, Nusa tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM) Universitas Katolik Widya Mandira, sabtu (1/3) kemarin tentang "Danau kelimutu dan Keunikannya".

Menurutnya, orang Ende Lio harus bersatu dan berani menggali nilai-nilai tentang Kelimutu, sehingga menjadi milik bersama serta terus-menerus mempromosikan kekayaan alam tersebut agar semakin dikenal masyarakat dunia.

"Kalau Komodo dengan keunikan binatang purba biawak raksasanya, Kelimutu punya keunikan sendiri. Keunikan Kelimutu bukan saja memiliki danau tiga warna tetapi ada makna mistis religius yang terkandung di dalamnya," katanya.

Dia menuturkan, ke depan Kelimutu perlu didorong menjadi tempat wisata ekologis karena peluang tersebut sudah ada tinggal menindaklanjuti apa yang sudah dirintas para pendahulu.Peluang ini yang perlu ditangkap pemerintah daerah.

Mantan Bupati Ende dan mantan Wakil Gubernur NTT ini menambahkan, pemerintah daerah tetap menjadikan Danau Kelimutu sebagai destinasi utama pariwisata di daerah itu dengan kawasan penunjang antara lain Moni, Koanara, Nggela, Jopu, Wolowaru, Nduaria dan Detusoko.

"Kawasan hinterland ini juga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah untuk dikembangkan sebagai daya tarik bagi para wisatawan untuk betah berkunjung ke Kabupaten Ende," paparnya.

Sementara itu, Hendrikus Rani, dosen Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira mengatakan, pemerintah daerah  perlu mendorong dan mengembangkan Kawasan Danau Kelimutu sebagai sebuah Geopark. Pasalnya, di kawasan itu terdapat berbagai tumbuhan atau pepohonan serta satwa unik yang tidak ada di daerah lain menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

"Ini pernah dibahas oleh Pemerintah Provinsi NTT.Tinggal sekarang, bagaimana ditandaklanjuti sehingga tidak hanya menjadi sebuah konsep semata tetapi harus menjadi program nyata," ujarnya...Sesepuh masyarakat Ende di Kupang, Yohanes Pake Pani mengatakan, keberadaan Danau Kelimutu dengan keunikannya perlu ditumbuhkembangkan menjadi sebuah destinasi pariwisata utama di daratan Flores, selain Taman Nasional Komodo yang sudah masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia.

Pake Pani mengatakan itu dalam diskusi terbatas yang diselanggarakan Marga Kabupaten Ende Diaspora yang bermukim di Kota Kupang, Nusa tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM) Universitas Katolik Widya Mandira, sabtu (1/3) kemarin tentang "Danau kelimutu dan Keunikannya".

Menurutnya, orang Ende Lio harus bersatu dan berani menggali nilai-nilai tentang Kelimutu, sehingga menjadi milik bersama serta terus-menerus mempromosikan kekayaan alam tersebut agar semakin dikenal masyarakat dunia.

"Kalau Komodo dengan keunikan binatang purba biawak raksasanya, Kelimutu punya keunikan sendiri. Keunikan Kelimutu bukan saja memiliki danau tiga warna tetapi ada makna mistis religius yang terkandung di dalamnya," katanya.

Dia menuturkan, ke depan Kelimutu perlu didorong menjadi tempat wisata ekologis karena peluang tersebut sudah ada tinggal menindaklanjuti apa yang sudah dirintas para pendahulu.Peluang ini yang perlu ditangkap pemerintah daerah.

Mantan Bupati Ende dan mantan Wakil Gubernur NTT ini menambahkan, pemerintah daerah tetap menjadikan Danau Kelimutu sebagai destinasi utama pariwisata di daerah itu dengan kawasan penunjang antara lain Moni, Koanara, Nggela, Jopu, Wolowaru, Nduaria dan Detusoko.

"Kawasan hinterland ini juga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah untuk dikembangkan sebagai daya tarik bagi para wisatawan untuk betah berkunjung ke Kabupaten Ende," paparnya.

Sementara itu, Hendrikus Rani, dosen Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira mengatakan, pemerintah daerah perlu mendorong dan mengembangkan Kawasan Danau Kelimutu sebagai sebuah Geopark. Pasalnya, di kawasan itu terdapat berbagai tumbuhan atau pepohonan serta satwa unik yang tidak ada di daerah lain menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

"Ini pernah dibahas oleh Pemerintah Provinsi NTT.Tinggal sekarang, bagaimana ditandaklanjuti sehingga tidak hanya menjadi sebuah konsep semata tetapi harus menjadi program nyata," ujarnya...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar