WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Sabtu, 22 Maret 2014

DI ENDE, BANYAK YANG MENGOMENTARI SESUATU BUKAN KARENA KEAHLIAN


Sepertinya sudah menjadi kebiasaan buruk untuk sementara kalangan di Ende. Mengomentari sesuatu persoalan teknis secara membabi-buta tanpa dilandasi latar belakang pengetahuan dan keahlian yang memiliki kompetensi dengan persoalan yang dikomentari. Katakan saja soal evakuasi kapal Nusa Damai dari kolam labuh dermaga Ipi. Begitu banyak yang mengomentari tapi tanpa rujukan keahlian dan latar belakang teknis. Sementara para pekerja yang sudah bekerja dengan perencanaan matang dari aspek pengetahuan, teknologi, ketrampilan, keselamatan yang langsung berkompeten dengan urusan penyelaman dengan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan, melaksanakan semuanya dengan skedul yang sudah pasti, enggan berkomentar karena mereka sudah tahu secara pasti seperti apa hasil pekerjaan serta bagaimana kenyamanan dan keselamatan lalu lalang kapal dan manfaat bagi masyarakat Ende.-

Kenyataan seperti ini disampaikan Bupati Ende Don Bosco M.Wangge, disela-sela acara pembukaan Musrenbang RKPD Tkt.Kab.Ende, Kamis pagi (20/03).- Dihadapan peserta Musrenbang, Wangge menjelaskan kembali soal bagaimana secara teknis pelaksanaan evakuasi KM Nusa Damai dan seperti apa hasil evakuasi yang sudah terlaksana serta bagaimana kedepannya dengan bangkai kapal Nusa Damai yang sudah terevakuasi itu. Secara teknis katanya lebih lanjut, semua pekerjaan evakuasi terutama yang berkaitan dengan survey kondisi kapal dan perhitungan arus, penyelaman, pengapungan, pergeseran kapal serta pembersihan oksigen yang sudah menjadi zat nitrogen dalam tubuh penyelam, sudah terskedul secara baik. “ Salah sedikit saja perhitungan maka akan berakibat fatal bagi setiap pekerja/penyelam, yaitu kematian dan/atau kelumpuhan permanen” Ucapnya menjelaskan.

Awal pekerjaan evakuasi, katanya lebih lanjut, Direktur PT.Nautic Maritime Salvage sendiri yang melakukan penyelaman dalam rangka pemetaan teknis.” Direkturnya Perwira tinggi, pensiunan Marinir yang mempunyai keahlian menyelam dan evakuasi bangkai kapal” Ujar Bupati. Dan yang memimpin tim evakuasi di Ende adalah Syaiful, seorang mariner aktif berpangkat Kolonel dengan keahlian khusus.

Sebagaimana perintah Direktur PT.Nautic Maritime Salvage, demikian Bupati Wangge, tim evakuasi bertugas mengevakuasi bangkai kapal ke lokasi yang diperhitungkan paling aman dan nyaman bagi lalu lintas kapal di pelabuhan Ipi. “ Jika bangkai Nusa Damai berhasil di geser kearah daratan sebelah timur dermaga Pertamina maka semua besi tua itu akan menjadi milik PT.Nautic. Namun jika karena situasi dan kondisi bangkai kapal terevakuasi kearah tenggara maka hanya satu pilihan bagi tim evakuasi, yaitu menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan arus lalu lintas kapal di kolam labuh dermaga Ipi. Misi utamanya adalah merasa bangga bisa buat sesuatu untuk masyarakat Ende” Ungkap Bupati Wangge menirukan ucapan direktur PT.Nautic Maritime Salvage.

Sebagaimana laporan dari pimpinan tim evakuasi Syaiful pada tanggal 12 Maret lalu bahwa bangkai Nusa Damai sudah tidur manis dan aman untuk semua kegiatan pelayaran diatasnya.
Secara teknis, lanjut Bupati, ia mendapat laporan dari tim evakuasi bahwa lunas kapal apa saja yang masuk kedalam laut dengan muatan penuh, kisarannya hanya sampai 7 meter. Sedangkan kondisi kedalam laut tempat Nusa Damai tidur manis pada kedalaman 90 meter dan 600 meter kearah tenggara. Dengan perhitungan ini maka tim evakuasi memberi jaminan penuh atas kelancaran, keamanan, kenyamanan dan keselamatan lalu lintas kapal.

“Jika ada yang memberi komentar tanpa memiliki pengetahuan atau latar belakang dan keahlian khusus dibidang ini, sebaiknya diam. Sebab kata orang bijak, jangan seperti kambing ajar bebek berenang” Ucapnya menambahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar