WELCOME TO ENDE FLORES KOTA RAHIMNYA PACASILAKOTA RAHIMNYA PACASILA

Kamis, 13 Maret 2014

Air Mata Wangge, Air Mata untuk Rakyat Kabupaten Ende

SUASANA di ruang kerja Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/3) tampak beda. Hari itu, masyarakat daerah ini memasuki sebuah momentum penting dalam denyut perekenomian yang sempat nyaris lumpuh pasca tenggelamnya KM Nusa Damai hampir sepuluh tahun lalu.

Tak dinyana, proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai yang tenggelam sepuluh tahun lalu di kolam labuh Pelabuhan Ipi Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya dinyatakan selesai.

Setelah melewati sebuah proses panjang sekitar dua tahun, Minggu (9/3) bangkai kapal itu berhasil dipindahkan oleh crew PT Neutic Maritime Selvege. Puncak dari sebuah kerja besar itu ditandai dengan acara pelepasan oleh Pemerintah kabupaten Ende.

Tampak ketua Tim evakuasi, Syaiful bersama Bupati Ende Don Bosco M. Wangge berpelukan dan sempat meneteskan air mata. Air mata bahagia. Air mata keduanya untuk rakyat Kabupaten Ende yang sudah sepuluh tahun mendambakan bangkai kapal itu dipindahkan dari kolam labuh Pelabuhan Ipi, agar arus transportasi laut kembali mewarnai denyut kehiduoan masyarakat Kabupaten Kelimutu itu.

Dalam seremoni pelepasan tersebut, Tim Evakuasi KM Nusa Damai dari PT Neutic Maritime Selvege memberikan kenang-kenangan berupa satu botol sirup Marjan berwarna orange kepada Bupati Ende Don Bosco M Wangge. Kenang-kenangan tersebut diberikan secara langsung oleh koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful.

Kepada Bupati Wangge koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful mengatakan, bukan tanpa alasan mereka memberikan sebotol Sirup Marjan sebagai kenang-kenangan kepada Bupati Ende. Menurutnya , botol sirup ini merupakan salah satu benda yang masih tersisa di dalam bangkai kapal Nusa Damai dan selama 10 tahun KM Nusa Damai tenggelam tetap utuh. Dia berinisiatif memberikannya kepada Bupati Ende sebagai kenang-kenangan.

Dia menuturkan, tiga hari sebelum dilakukan evakuasi, dirinya melakukan penyelaman untuk memastikan kesiapan evakuasi. Ketika itu dia seakan dibimbing menuju ke suatu sudut kapal.Tanpa dikomando dia terus menuju ke tempat tersebut. Ternyata didapati satu botol sirup yang masih utuh, meski sudah terkubur sepuluh tahun lamanya padahal barang-barang lainnya sudah hancur.

“Akhirnya saya berpikir untuk memberi hadiah diakhir kerja kami kepada Bapak Bupati sebagai tanda kenang-kenangan. Temuan satu botol sirup tersebut tidak diberitahu kepada siapa-siapa hingga penyerahan pada hari ini," ucapnya.

Mendapat kenang-kenangan itu Bupati Wangge menyambut gembira dan bersyukur karena irinya menganggap sesuatu yang sangat ajaib dan luar biasa. Karena itu ia menyampaiakan terima kasih atas pemberian kenang-kenangan itu.

Sebagai balasan atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat berlogo daerah setempat dan piagam penghargaan kepada seluruh anggota Tim evakuasi. Kepada Koordinator Tim Evakuasi Syaiful, Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa jas dengan motif tenun ikat Ende Lio.

Perpisahan antara Tim Evakuasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Ende terasa sangat haru karena upaya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil dengan dipindahkannya bangkai KM Nusa Damai ke arah Tenggara 600 meter dari dermaga Ipi di kedalaman 90 meter. Dan... besok, Pelabuhan Ipi pun akan berbenah serta bergairah kembali, bak seorang gadis yang terbangun dari tidur panjangnya.
SUASANA di ruang kerja Bupati Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/3) tampak beda. Hari itu, masyarakat daerah ini memasuki sebuah momentum penting dalam denyut perekenomian yang sempat nyaris lumpuh pasca tenggelamnya KM Nusa Damai hampir sepuluh tahun lalu.

Tak dinyana, proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai yang tenggelam sepuluh tahun lalu di kolam labuh Pelabuhan Ipi Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya dinyatakan selesai.

Setelah melewati sebuah proses panjang sekitar dua tahun, Minggu (9/3) bangkai kapal itu berhasil dipindahkan oleh crew PT Neutic Maritime Selvege. Puncak dari sebuah kerja besar itu ditandai dengan acara pelepasan oleh Pemerintah kabupaten Ende.

Tampak ketua Tim evakuasi, Syaiful bersama Bupati Ende Don Bosco M. Wangge berpelukan dan sempat meneteskan air mata. Air mata bahagia. Air mata keduanya untuk rakyat Kabupaten Ende yang sudah sepuluh tahun mendambakan bangkai kapal itu dipindahkan dari kolam labuh Pelabuhan Ipi, agar arus transportasi laut kembali mewarnai denyut kehiduoan masyarakat Kabupaten Kelimutu itu.

Dalam seremoni pelepasan tersebut, Tim Evakuasi KM Nusa Damai dari PT Neutic Maritime Selvege memberikan kenang-kenangan berupa satu botol sirup Marjan berwarna orange kepada Bupati Ende Don Bosco M Wangge. Kenang-kenangan tersebut diberikan secara langsung oleh koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful.

Kepada Bupati Wangge koordinator Tim Evakuasi KM Nusa Damai Syaiful mengatakan, bukan tanpa alasan mereka memberikan sebotol Sirup Marjan sebagai kenang-kenangan kepada Bupati Ende. Menurutnya , botol sirup ini merupakan salah satu benda yang masih tersisa di dalam bangkai kapal Nusa Damai dan selama 10 tahun KM Nusa Damai tenggelam tetap utuh. Dia berinisiatif memberikannya kepada Bupati Ende sebagai kenang-kenangan.

Dia menuturkan, tiga hari sebelum dilakukan evakuasi, dirinya melakukan penyelaman untuk memastikan kesiapan evakuasi. Ketika itu dia seakan dibimbing menuju ke suatu sudut kapal.Tanpa dikomando dia terus menuju ke tempat tersebut. Ternyata didapati satu botol sirup yang masih utuh, meski sudah terkubur sepuluh tahun lamanya padahal barang-barang lainnya sudah hancur.

“Akhirnya saya berpikir untuk memberi hadiah diakhir kerja kami kepada Bapak Bupati sebagai tanda kenang-kenangan. Temuan satu botol sirup tersebut tidak diberitahu kepada siapa-siapa hingga penyerahan pada hari ini," ucapnya.

Mendapat kenang-kenangan itu Bupati Wangge menyambut gembira dan bersyukur karena irinya menganggap sesuatu yang sangat ajaib dan luar biasa. Karena itu ia menyampaiakan terima kasih atas pemberian kenang-kenangan itu.

Sebagai balasan atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat berlogo daerah setempat dan piagam penghargaan kepada seluruh anggota Tim evakuasi. Kepada Koordinator Tim Evakuasi Syaiful, Bupati Wangge juga memberikan kenang-kenangan berupa jas dengan motif tenun ikat Ende Lio.

Perpisahan antara Tim Evakuasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Ende terasa sangat haru karena upaya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil dengan dipindahkannya bangkai KM Nusa Damai ke arah Tenggara 600 meter dari dermaga Ipi di kedalaman 90 meter. Dan... besok, Pelabuhan Ipi pun akan berbenah serta bergairah kembali, bak seorang gadis yang terbangun dari tidur panjangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar